Part 36

8K 185 7


Jessi pov

Aku merasakan pagi ini sangat indah, aku memandangi suami ku yang masih tertidur lelap, sungguh tampan nya suami ku ini. Aku bersyukur telah memiliki nya.

"Udah selesai mandangi aku?" Ucap fariz dengan suara serak.

Aku tersontak kaget, ternyata dia sudah bangun. Aku merasa malu dan salah tingkah.

"Hmmm tidak ada kok. Siapa juga yang mandangi kamu. GR banget sih."

"Gak usah boong gitu, udah jadi suami istri masih aja malu malu. Sini peluk aku, aku sangat merindukan mu."

Fariz menarik tangan ku, dan memeluk ku, kini kepala ku berada d i dada bidang yang sangat hangat.

"Sayang, apa kau sangat merindukan ku?" Ucap ku

"Hmmm iya aku sangat merindukan mu, maaf karena aku sudah bersikap kasar pada mu. Aku hampir saja kehilangan kamu dan juga anak ku."

"Ini semua marcel yang merencanakan nya sayang. Dia lah yang telah membuat kita bersama lagi" Ucap ku.

"Iya aku tau,"

"Sayang, aku ingin bilang sesuatu pada mu. Ini masalah marcel."

"Apa itu?"

"Dia sebener nya sedang sakit."

"Sakit? Sakit apa?"

"Hmmm nanti saja aku beri tau, sekarang kita mandi saja. Kita kan harus siap siap ke rumah mami."

"Buat apa kerumah mami?"

"Kita akan tinggal di sana kan?"

"Hehehhehe, gak lah sayang, kita sudah punya rumah berdua."

"Maksud kamu?"

"Sudah sana mandi, aku akan mengajak mu ke suatu tempat. Pasti kau suka."

"Baiklah sayang."

Di dalam perjalan fariz menutupi mata ku dengan kain, entah kemana ia akan membawa ku. Tapi aku merasakan sangat bahagia.
Mobil pun berhenti, aku tidak dimanakah diri ku sekarang.

"Nah sudah sampai, silahkan turun tuan putri." Ucap fariz

"Gimana cara nya aku mau turun, mata di tutup gini. Bodoh banget sih kamu."

"Maaf sayang, sini aku bantuin kamu."

Fariz pun membuka ikatan kain yang berada di mata ku, yang sedari tadi menutup mata ku. Aku terkagum melihat apa yang ada di hadapan ku. Sebuah rumah mewah, dan seperti desain rumah di eropa. Sungguh indah.

"Taraaaaa,,,, ini rumah kita sayang. Yah walau sederhana, tapi ini cukup untuk kita tinggalin berdua."

"Kamu bilang rumah semewah ini sederhana, ini bener bener mewah riz."

"Iya rumah ku dengan mami lebih besar dari rumah ini, maka nya rumah ini aku anggap sederhana"

"Sayang ini rumah udah besar nama nya, bener bener elegan."

"Kamu suka?"

"Suka banget sayang. Makasih ya"

"Aku juga menghadiahkan rumah mewah untuk di tepati oleh ayah dan ibu mu."

"Apaaaa, tapi riz itu terlalu berlebihan"

"Demi kamu apa pun akan aku lakukan sayang, aku akan membuat selalu bahagia. Sudah cukup air mata penderitaan yang kau keluarkan. Aku ingin membuat mu selalu tersenyum dan bahagia. Selama nya." Ucap fariz sambil mencium kening ku dengan penuh kasih sayang.
Dia bersujud pada ku dan mencium perut ku.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!