Part 35

6.3K 178 4

Jessi pov

Aku sangat bahagia telah menjadi istri fariz. Dan menjadi dari bagian keluarga osana. Anak ku ternyata bakalan terlahir ada ayah di sisi nya. Aku benar benar bahagia. Sangat bahagia.

"Sayang, selamat datang di keluarga osana ya." Ucap mami dengan langsung memeluk ku.

"Makasih ya mami, jessi akan menjadi istri ya baik untuk fariz."

"Mami yakin, kamu adalah istri yang baik untuk anak mami yang keras kepala itu. Kamu harus sabar ya kalau di memarahi mu terus."

"Tidak akan mi" sahut fariz dan menghampiri aku dengan mami.

"Fariz tidak akan pernah lagi memarahai jessi, fariz akan selalu menyayangi nya. Dan memperlakukan nya seperti tuan putri." Ucap fariz membuat meneteskan air mata kebahagiaan, lalu tangan fariz membersihkan air mata dari pipi ku.

"Kamu jangan menangis lagi sayang, sudah cukup air mata yang kau keluarkan. Aku tidak ingin lagi melihat mu menangis. Aku ingin melihat mu tersenyum bahagia. Aku akan membuat mu menjadi wanita terbahagia di dunia ini." Ucap fariz.

"Makasih sayang, aku menangis karena terlalu bahagia. Karena aku tidak menyangka akan seperti ini."

"Selamat datang tuan putri osana, istri ku tersayang dan tercinta. Muaaahh.!!" Ucap fariz.

"Makasih sayang."

"Selamat ya jessi kakak ipar ku" sambung marcel.

"Makasih ya adik ipar, berkat kamu aku sama fariz bersatu lagi" ucap ku

"Ya dan karena lo hubungan gue sama jessi jadi hancur" ucap fariz dengan sinis.

"Jessi, sama sama aku mau lihat kamu bahagia. Aku gak mau lihat kamu sedih lagi. Dan lo riz, ya gue minta maaf atas kejadian itu, lo mau maafin gue kan?" Ucap marcel.

"Ok gue maafin asalkan lo panggil gue kakak." Ucap fariz membuat marcel melotot, dan tersenyum bahagia dan ia pun langsung memeluk fariz.

"Kakak, kakak, kakak, aku kangen kamu kak. Aku sayang kakak." Ucap marcel sambil menangis dalam pelukan fariz.

"Iya adik ku sayang." Sambung fariz.

"Woooiiitt ada adegan terharu aja ni. Jessi, fariz sekali lagi selamat ya. Akhir nya kalian menikah juga. Seneng banget deh.

"Iya makasi rin, maaf ya aku terbawa emosi jadi nya kamu jadi korban, korban aku ajak nikah. Hehehehe"

"Dasar!! Sekali lagi selamat deh." Ucap karin.

Semua menyalami tangan ku dan fariz memberikan kami selamat atas pernikahan ku dengan fariz. Fariz begitu tampan dengan kemeja putih dan jass berwarna hitam. Dia terlihat begitu gagah. Beruntung nya aku memiliki dia.

"Ngapain liat liat? Udah gak sabar ya sama malam pertama kita nanti." Bisik nya membuyarkan lamunan ku.

"Idiiiihh GR banget sih, siapa yang liatin kamu. Eeehhh gara gara kamu aku hampir aja keguguran."

"Lah kok gara gara aku?"

"Kamu inget kita ngelakuin hubungan itu sampai 7 kali, itu aku lagi dalam keadaan hamil 1 minggu. Untung saja janin ku kuat, kalau gak aku udah kehilangan bayi ku."

"Apaaaa, pada saat itu kamu hamil? Aku mana tau. Oiya mumpung aku ingat, kenapa kamu gak kasih tau aku kalau kamu sedang hamil, hamil anak ku lagi. Hmmm!"

"Maaf, aku mau nya kasih tau kamu setelah kamu menyelesaikan skripsi mu, agar kamu konsen dengan skripsi mu, eehh tau nya aku dengar kamu mau nikahi karin, jadi nya batal deh niat ku buat kasih tau kamu."

"Hedeeeeehh, oiya bentar lagi aku wisuda, skripsi ku juga sudah selesai. Setelah aku wisuda, aku akan mengambil alih perusahaan papi ku. Kasihan mami selama ini dia yang menjalankan perusahaan itu sendiri."

"Aku bangga deh sama suami ku ini. Hehhee"

"Jessi, fariz." Terdengar suara bariton yang sangat aku kenal.

"Pak herman," kata ku.

"Selamat ya, atas pernikahan kalian."

"Terimakasih pak" ucap fariz

"Oiya jessi, kamu mendapatkan beasiswa kuliah di london. Karena nilai nilai mu sangat bagus. Kamu berhak mendapatkan beasiswa itu " ucap pak herman.

"Beneran pak?"

"Iya beneran, tapi kata nya kamu sedang mengandung ya?"

"Iya pak saya sedang mengandung 2 bulan."

"Maaf pak, batalkan saja beasiswa itu, biarkan saja jessi kuliah di sini, karena dia telah menjadi istri saya dan di harus ikut dengan saya. Karena saya akan memegang perusahaan orang tua saya di sini. Dan kalau saya harus ke luar negeri, jessi pun harus ikut bersama saya. Lebih baik bapak berikan beasiswa itu pada karin, dia kan juga mahasiswi yang pandai."

"Baiklah fariz. Bapak pergi dulu ya."

"Terima kasih ya pak, maaf saya tidak bisa ambil beasiswa nya." Ucap ku.

"Iya tidak masalah. Semoga kamu bahagia ya jes."

Aku dan fariz saling berhadapan, dia mencium bibir ku dengan lembut, aku pun juga mengikuti irama nya, aku sangat bahagia, yah itulah yang aku rasakan sekarang.

"Sayang aku tidak sabar nanti malam" bisik nya.

"Tapi aku sedang hamil riz, apa tidak kenapa napa?"

"Tenang saja sayang, aku tidak akan menyakiti anak kita. Aku bakalan pelan pelan kok."

"Iya sayang"

Malam pun tiba fariz mengajak ku ke sebuah hotel bintang lima, yang sangat mewah. Dia menggendong ku secara bridal menuju kamar, setelah kami berdua berada di kamar. Dia melepaskan gaun ku, dan dia juga melepaskan pakaian nya. Tanpa babibu dia mencium bibir ku dengan sangat lembut, yang terjadi lah permainan itu, dan dia melakukan permainan yang sangat lembut, dan tidak menyakiti ku juga bayi dalam perut ku.

Hai readers, bentar lagi kalian masuk ke part terakhir.
Author lagi nyusun ending nya nih
Di tunggu ya.

Vote and coment terus

Thanx.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!