Part 34

6.3K 178 7

Author pov

"Duh, kok gak ketemu dagang rujak sih?" Gerutu fariz.

"Sabar riz, entar juga ketemu."

"Rin, aku pengen banget ni rujak. Gak tau kenapa aku jadi ngiler sama rujak."

"Ya sabar. Eeehh riz itu dagang rujak."

"Ooh iya, kita kesana aahh, udah gak sabar nih."

Fariz dan karin turun, dalam mobil, akhir ia menemukan dagang rujak. Tiba tiba saja wajah fariz terlihat kesal ketika melihat seseorang di sana.

"Jessi, ya ampun kita ketemu lagi. Lo ngapain sih pakai acara kabur." Ucap karin.

"Hmmm maaf gue kan gak mau ganggu kalian."

"Lo ngapain di sini? Beli rujak juga?" Tanya karin dengan senyuman seperti orang bahagia.

"Iya rin, gue mendadak pengen rujak."

"Iya nih gue lagi beliin dia rujak" sambung marcel.

"Eeehhh sama donk, nih si fariz juga mendadak pengen rujak, buah nya harus pakai mangga gak mau yang lain."

"Lah, kok sama dengan jessi, dia juga gak mau yang lain selain buah mangga." Ucap marcel.

"Aah kalian bawel, buk pesan rujak gula nya satu ya, pakai buah mangga semua, jangan di campur yang lain" kata fariz, membuat karin dan marcel saling bertatapan.

"Kok sama pesanan lo sama jessi, dia juga pesen rujak gula." Sambung marcel.

"Diem lo, gak usah banyak cincong." Kesal fariz.

Jessi pun hanya tersenyum kecil melihat kelakuan fariz. Dia tersenyum sambil memegang perut nya dan menghelus perut nya.

"Eeehhh cel, gue 2 minggu lagi mau nikah sama karin, lo datang ya, ajak tuh pacar lo jessi." Ucap fariz.

"Oke deh gue datang."

Lagi lagi dan lagi, fariz melontarkan ucapan yang membuat hati ku sakit,. Sampai kapan sih kamu bersikap dingin seperti ini, dan sampai kapan kamu membenci ku. Aku hanya bisa pasrah, rasa nya tubuh ku melemas mendengar ucapan nya.

2 minggu kemudian (author pov)

"Ibu jessi jadi gak percaya diri nih. Si karin maksa banget nyuruh jessi pakai gaun ini. Padahal inikan pernikahan nya, kenapa jessi juga ikutan pakai gaun sih. Inikan gaun pernikahan." Ucap jessi.

"Sayang, mungkin karin ingin melihat kamu terlihat cantik dan anggun di hari pernikahan nya." Ucap ibu.

"Jessi takut kalau fariz tidak suka aku di sana bu."

"Kamu tenang saja"

"Kalian sudah siap, yuk berangkat." Sahut ayah.

"Ayah dan ibu juga ikut? Jessi kira ayah dan ibu berpakaian rapi gini karena mau ke kundangan orang lain."

"Iya sayang, ayah dan ibu akan ikut dengan diri mu. Kami akan menjaga mu."

"Baiklah bu"

Jessi sangat heran, diri nya di jemput oleh salah satu pengawal dari mami fariz. Dia benar benar bingung dengan semua ini.

"Ibu, kita kan bisa naik angkot, kenapa kita di jemput dengan mobil mewah? Ini terlalu berlebihan bu"

"Ini perintah nyonya rizma, mami nya fariz"

"Apa fariz mengetahui hal ini?"

"Tidak, ya sudah lebih baik kita siap siap ke acara pernikahan nya nanti terlambat."

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!