Part 15 - Biggest Fear

1.2K 37 1

Ting tong~ ting tong~

Bel apartemen Cloudy berbunyi.

"Siapa yang dateng malem-malem begini?" gumam Cloudy.

Cloudy segera keluar dari kamarnya.

"Mungkin Mba Yeni kali ya."

Ia menyalakan lampu ruang tamu, dan bergegas membuka pintu apartemennya.

Ckrek~

Terdapat seorang laki-laki yang berdiri tepat di depan pintu apartemen. Wajahnya tertutupi oleh rangkaian bunga mawar merah. Cloudy sedikit ragu, karena ia tak tahu pasti siapa laki-laki yang berada di hadapannya ini.

"Adrian?" tanyanya ragu-ragu.

Laki-laki itu menurunkan bunga mawar dari hadapan wajahnya. "Happy birthday, Babe."

Cloudy tersenyum sumringah saat mendapati kalau lelaki itu benar-benar kekasihnya.

"Thank you, Dri."

"Tumben kamu ganteng." Tukas Cloudy saat memperhatikan penampilan Adrian. Kekasihnya itu terlihat jauh lebih tampan dari biasanya. Memang Adrian selalu terlihat tampan, namun Cloudy merasa kalau malam ini Adrian sedikit terlihat berbeda.

Lelaki itu mengenakan polo shirt berwarna biru dongker yang sangat pas dikenakan ditubuh tegapnya. Dengan skinny jeans berwarna senada, ditambah sneakers berwarna putih. Adrian benar-benar terlihat menawan malam ini.

"Yeee. Aku mah selalu ganteng kali."

Cloudy mendelik. "Mulai deh narsisnya."

Adrian terkekeh pelan. "Nih buat kamu." Ia menyodorkan rangkaian bunga mawar, kue, dan juga sebuah paperbag kepada Cloudy.

"Makasiiih." Cloudy mencium aroma bunga mawar yang sangat disukainya. "Kamu masuk dulu kan, Dri? Nggak langsung pulang?"

"Iya aku masuk dulu kok."

Kemudian keduanya memasuki apartemen Cloudy. Usai meletakkan hadiah yang diberikan Adrian, Cloudy segera bergegas ke dapur untuk membuatkan Adrian minuman hangat.

"Kamu niat banget sih tengah malem kesini." Cloudy kembali dari dapur sambil membawa segelas teh hangat.

Adrian hanya tersenyum.

Setelah meletakkan gelas di atas meja, Cloudy duduk disebelah Adrian.

Untuk beberapa saat mereka terdiam menatap satu sama lain.

"Aneh ya, Dri."

"Aneh kenapa?"

"Aku masih nggak nyangka aja kalo kita udah pacaran."

Adrian terkekeh. "Sama, aku juga." Ia mengusap lembut kepala Cloudy.

"Eh kita tiup lilin bareng yuk." Ajak Cloudy.

Ia mengeluarkan kue yang dibawa Adrian tadi dari kotaknya, lalu meletakkan lilin-lilin kecil diatasnya.

"Kamu punya korek, Dri?"

Adrian menggeleng.

"Ah iya, kamu kan nggak ngerokok, mana mungkin bawa-bawa korek."

Cloudy kembali ke dapur untuk mengambil korek. Setelah itu, ia menghidupkan lilin-lilin tersebut.

Happy birthday to you.

Happy birthday to you.

Happy birthday, Cloudy jelek.

Happy birthday to you~

Adrian mendapat pukulan dilengannya usai menyanyikan lagu ulang tahun untuk Cloudy.

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!