Part 31

5.1K 175 2

Author pov

"Fariz, mami tidak suka melihat mu bersikap kasar pada jessi."

"Tapi mi, aku tidak suka dia selalu mendekati ku dan karin"

"Fariz, kenapa kamu seperti ini nak? Dulu kamu yang menentang keras mami berprilaku kasar pada nya, tapi kenapa justru kamu bersikap kasar pada nya? Apa yang ada dalam pikiran mu riz? Apakah kecemburuan yang membuat mu bersikap seperti ini pada nya?"

"Lebih baik mami diam saja, jangan ikut campur dalam masalah fariz. Biar fariz yang menangani ini semua."

"Tapi fariz..."

"Cukup mi, jangan bicara lagi. Aku udah muak dengan semua ini."

Fariz pergi meninggalkan mami nya, dan menutup keras pintu rumah nya. Ia berjalan menuju garase, entah apa yang di pikirkan nya, ia memutuskan untuk pergi ke club, menghibur diri nya, dan melupakan semua kejadian itu. Jessi membuat diri nya hancur, ia merasa jessi adalah wanita jahat, wanita yang sama dengan jalang yang ada di club itu. Ia meminum wine sampai ia mabuk, ia terus melontarkan ucapan kasar tentang jessi.
Baru saja ia tunangan dengan karin, ia sudah pergi bersenang senang di club di temani dengan wanita jalang yang cantik dan berbody sexy.

"Fariz? Lo ngapain di sini? Bukan nya lo baru aja tunangan sama karin ya,?" Sahut wanita yang bernama reni teman lama sabrina.

"Heeeii, guu,ee be,n,,ci sa,ma c,,ewek pe,,mboho,,ng ,,k,a,yak ,,lo" ucap fariz dengan dalam keadaan mabuk berat.

"Hah, lo bilang apa riz? Lo sedang mabuk riz, sini gue anterin lo pulang kerumah."

"LEPASIN GUE, JANGAN SENTUH GUE WANITA JALANG." Teriak fariz.

"Fariz, lo itu mabuk, gue harus bawa lo pulang. Kasian karin, lo sama dia baru aja tunangan."

"Gue gak cinta sama karin, gue cinta sama jessi. Tapi jessi udah hianati gue," fariz dengan ucapan ngawur nya.

"Apaa, lo itu udah putus sama jessi riz, dan sekarang lo tunangan nya karin. Sini gue bantuin lo."

Akhir nya reni pun membantu fariz menuju mobil, tak lama kemudian marcel datang dan menghampiri mereka berdua.

"Reni? Lo kok bisa sama fariz?" Tanya marcel.

"Bantuin gue cel, gue gak sengaja ketemu fariz, dia sekarang lagi mabuk berat ni omongan nya aja ngawur terus."

"Ya udah biar gue aja yang bawa dia pulang, kebetulan apartement gue sama rumah nya deket"

"Ya udah kalau gitu, makasih ya cel."

"Iya sama sama"

Fariz dalam keadaan masih mabuk, langsung seketika pingsan, untung saja ada marcel, kalau tidak si reni bakalan kebingungan ngurusin fariz.

Sesampai nya di rumah, sebenar nya marcel enggan untuk menginjakkan kaki di rumah itu, karena dia belum siap untuk bertemu mami fariz yang sekaligus adalah mami nya.

Took,,tokk,tok..

Marcel mengetuk pintu rumah fariz, yang ia takuti ternyata terjadi, mami fariz lah yang membukakan pintu. Mata marcel terbelalak, ia sangat gugup, tak bisa mengluarkan suara.

"Apa kau yang bernama marcel?" Tanya mami rizma.

"Iya tante, saya marcel. Ini anak tante tadi saya temui di club, dan sekarang dia pingsan gara gara mabuk."

"Terimakasih ya nak marcel, bisa bantu tante untuk membawa fariz ke kamar nya?"

"Iya tante."

Setelah membawa fariz ke kamar nya, marcel di ajak duduk di ruang tamu, dia mengobrol dengan mami fariz yaitu rizma.

"Kau mau minum apa nak marcel? Biar tante suruh pembantu tante untuk buatkan mu minuman"

"Tidak tante, saya mau langsung pulang saja. Karena sudah malam, jadi tidak enak bertamu di rumah orang "

"Marcel, boleh tante memeluk mu?"

"Hmmm, memeluk ku? Emang kenapa tante?"

"Sebentar saja, tante mohon."

"Baik lah tante"

Marcel merasakan kehangatan dalam diri mami rizma, hati begitu nyaman, "andai saja mami tau, kalau aku ini anak kandung mu" gumam marcel dalam hati.

"Anak ku marcel"

Marcel tersontak kaget, dia melepaskan pelukan nya, dia sangat bingung, kenapa mami rizma bisa membaca kata hati nya."

"Maksud tante apa?" Tanya marcel.

"Marcel, anak ku!! Ini mami nak, ibu kandung kamu."

"Apaaaa, mana mungkin tante bisa tau.."

"Sayang, selama kamu di indonesia, mami menyuruh bodyguart mami untuk mengawasi gerak gerik mu, kenapa mami bisa tau kalau kamu anak kandung mami, karena semenjak kamu di amerika, mami menyuruh bodyguart mami yang selalu mengawasi kamu untuk tinggal di sana dan mengawasi kamu terus."

"Jadi selama ini, tante..."

"Iya sayang, mami sudah tau semua nya tentang kamu, kamu ingin balas dendam kepada mami dan kakak mu fariz, ya kan?"

"Tante, memang dulu marcel ingin balas dendam, karena marcel selalu berpikir kenapa harus marcel yang di buang sama keluarga ini sedangkan fariz dia tumbuh besar di kalangan keluarga kandung nya."

"Sayang maafin mami, mami tidak bermaksud untuk membuang kamu, mami terpaksa sayang "

"Iya tante, tapi sekarang marcel sudah mengubur dalam dalam dendam itu. Dan apa boleh marcel memanggil tante dengan sebutan mami,?"

"Silahkan sayang, kamu memang berhak memanggil dengan sebutan itu, karena mami adalah orang tua kandung kamu."

"Mami, tolong jangan bilang hal ini kepada fariz dulu, ada hal yang lebih penting dari ini mi."

"Apa itu nak?"

"Ini masalah jessi."

"Apa jessi? Memang dia kenapa?"

"Dia sedang hamil mi, hamim anak fariz,"

"Apaaaa, jessi hamil?? Berarti mami bentar lagi punya cucu.?"

"Iya mi, tapi masalah nya fariz belum tau tentang hal ini, jessi sengaja tidak ingin memberitaukan nya pada fariz, karena takut fariz tidak percaya bahwa jessi telah mengandung anak nya. Karena fariz telah menuduh jessi berselingkuh dengan ku mi. Dan ini semua memang salah ku."

"Jadi kita harus bagaimana nak?"

"Marcel punya ide mi, tapi mami diam ya, jangan beri tahu ke fariz atau ke siapa pun."

"Ide apa itu nak?"

"Sini marcel bisikkin"

"Ide kamu bagus, mami setuju. Mami akan lakukan seperti yang kamu rencana kan."

"Makasih mi." Marcel lalu memeluk mami nya dengan penuh kasih sayang.

Makasih ya atas coment sama vote nya. Nih author udah update lagi. Khusus buat kalian. Hehehe.

Vote and coment terus ya.

Makasih. =)

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!