Part 29

4.9K 165 11

Author pov

"Mami?" Sahut fariz.

"Ada sayang,?" Jawab mami yang sedang membaca buku.

"Mami, fariz ingin memberitaukan kepada mami kalau fariz akan....!" Belum fariz menyelesaikan ucapan nya, mami fariz sudah tau apa yang terjadi.

"Menikahi karin..!!" Jawab mami datar.

"Kenapa mami bisa tau?"

"Mami tau dari mana itu tidak penting. Terus bagaimana hubungan mu dengan jessi?"

"Sudah berakhir mi, dia menyakiti hati fariz."

"Apa kau yakin dia yang salah?"

"Mami, dia itu sudah membohongi fariz. Fariz tidak suka di bohongi mi."

"Baiklah, mami akan menyetujui keputusan mu, kalau kamu ingin menikahi karin, silahkan."

"Makasih mi, fariz tidak akan pernah kembali lagi dengan jessi. Dia itu terlalu sakit buat fariz."

"Sayang, tapi hati mami mengatakan. Kalau kau akan menyesali keputusan mu ini."

"Tidak akan mami, keputusan ku untuk menikahi karin sudah bulat. Dan tidak akan pernah berubah."

"Ya sayang, mungkin ini cuma perasaan mami saja. Semoga kau tidak salah mengambil keputusan."

"Mami, seminggu lagi fariz ingin bertunangan dengan karin. Tolong mami persiapkan semua nya ya."

"Baik sayang"

Fariz lalu pergi dan meninggalkan mami nya, ia berjalan menuju kamar dengan hati yang masih terasa sakit. Ia tak pernah menyangka jessi wanita yang sangat ia cintai telah menghianati nya.

Ketika fariz berada di dalam kamar, ia merobek semua foto jessi bersama nya, ia mengamuk hingga menghantam tembok. Mendengar kejadian itu, mami fariz hanya bisa terdiam dan memandangi kamar anak nya.

Jessi pov

Pikiran ku kacau, dada ku sangat sesak. Aku lebih memilih diam di kamar. Ibu dan ayah selalu memanggil ku dari luar, tapi aku enggan untuk membukakan pintu. Aku pun tidak sama tidak nafsu makan, karena memikirkan karin dan fariz akan bertunangan, setelah itu mereka akan menikah. Betapa malang nya nasib ku. Dari sampai sekarang nasib ku selalu jelek, apa aku di takdirkan untuk tidak pernah merasakan kebahagiaan.

"Sayang maafin mama ya, mama sudah menyakiti mu, mama belum makan apa apa dari semalam. Mama minta maaf ya nak. Kamu harus kuat di dalam sana." Gumam jessi sambil menghelus perut nya.

Drrrrtt,drrtt,,drrttt
From: marcel

"Hallo, apa apa lagi? Apa lo belum puas buat gue menderita, hah?"

"Jessi, lo kenapa gak masuk kuliah?"

"Itu bukan urusan lo, lebih baik lo gak usah hubungi gue lagi."

"Jessi, kita harus bicara."

"Enggak ada lagi yang harus di bicarakan. Hidup gue udah hancur karena lo cel."
Tuuutt,,,tuuutt,,,tuuutt,,...

Pikiran ku sangat berat, aku berpikir sejenak. Aku sadar, buat apa aku sedih. Aku harus kuat, aku tidak boleh seperti ini. Aku harus hadapi semua nya, walau itu akan membuat ku tambah sakit.

Aku bergegas menuju kamar mandi, aku paksakan diri ku untuk kuliah, aku tidak ingin kuliah ku hancur hanya gara gara masalah pribadi ku dengan fariz.

Sesampai nya aku di kampus, aku melihat seseorang sedang memeluk karin. Yah, aku sangat mengenali seseorang itu, dia adalah fariz. Aku tak sangka bisa sesakit ini. Hati ku remuk melihat pria yang aku cintai memeluk sahabat ku sendiri.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!