Part 28

5.4K 148 3

Aku berlari sekuat tenaga untuk meninggalkan pria brengsek marcel. Aku kecewa pada nya. Aku kira dia selama ini tulus bersikap baik pada ku. Tapi dia tak lain dari seorang bedebah. Tak ku sangka dia mencium bibir ku, dia telah melecehkan ku. Jalang!! Yah, sebutan itu yang pantas untuk diri ku.

"Maafkan mama nak, mama tidak bisa menjaga harga diri mama. Mama hanya di paksa nak, mama langsung saja di cium oleh pria brengsek itu. Maafkan mama anakk ku." Gumam ku sambil mengelus perut ku dan menesteskan air mata yang sangat deras.

Sesampai nya di rumah. Aku terkejut melihat fariz yang sudah berdiri tegap di depan rumah ku. Mata ku melotot melihat nya. Raut wajah nya menandakan dia sangat marah. Aku sangat takut memandangi nya. Dengan memberanikan diri aku mendekati nya.

"Kau keluar dengan siapa?" Tanya datar.

"Sama teman." Jawab ku singkat.

"TEMAN SIAPA?? CEWEK ATAU COWOK?" Teriak nya membuat jantung ku sakit. Dan membuat kedua orang tua ku keluar dari rumah. Dan melihat fariz yang sangat marah dan memandangi ku penuh dengan kebencian.

"Sa,,ma ka,,ri,,n" jawab ku terbata bata.

"Kau sudah mulai membohongi ku"

"Apa maksud mu?" Tanya ku.

"Tolong jelaskan apa maksud dari semu ini. Kau bilang sedang jalan dengan dengan karin bukan? Sejak kapan karin berubah menjadi lelaki? Dan aku sudah memberitaukan mu jangan pernah keluar dengan nya, tapi kenapa kau tidak mendengarkan ku?" Fariz memperlihat handphone nya, yang berisi foto ku dengan marcel yang sedang berciuman. "Oh Tuhan cobaan apa lagi ini? Kenapa hidup ku penuh dengan penderitaan?" Gumam ku dalam hati.

"Maafkan aku riz, a,,ku ha,,nya menonton saja dengan nya. Tapi dia menarik tangan ku secara paksa, lalu dia dengan lancang mencium ku. Dan aku tidak tau bahwa dia menjebak ku, dengan cara seperti ini. Dan aku ingin meminta izin pada mu tadi, tapi aku takut kau akan marah pada ku" Jawab ku sambil menangis, dan memegang perut ku.

"Ada apa ini? Kalian kenapa?" Tanya ibu.

"Nak fariz tolong selesaikan masalah mu dengan jessi secara baik baik. Mari kita masuk, tidak enak diluar nanti di lihat tetangga." Sambung ayah.

"Tidak perlu ayah,ibu. Fariz akan selesaikan di sini saja. Jessi, hubungan kita sampai di sini, lebih baik kita akhiri saja, aku sudah sakit hati kepada mu. Mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk bersama. Terima kasih sudah menemani selama ini. Permisi."

"Tidak riz, aku tidak ingin berpisah dari mu. Fariz aku mohon maafkan aku, fariz, fariz, fariiiizzz.. hikss,hikss,hikzzz." Panggil ku sambil mengejar fariz dan menepuk pintu mobil nya, tapi fariz enggan untuk turun. Tamat lah riwayat ku, fariz sangat membenci ku, dia tidak akan pernah mau memaafkan ku, fariz meninggalkan ku dengan luka yang sangat dalam. Dan sampai kapan pun, dia tidak akan pernah tau keberadaan buah hati nya.

"Sayang, sudah lah kamu harus sabar." Sahut ibu.

"Ibu, semua sudah berakhir, fariz sangat membenci ku bu. Dia tidak akan mau memaafkan. Aku sangat mencintai nya bu. Hikkkss,, ,hikkkss,,," kata ku sambil tak henti henti nya menangis.

"Sayang kalau kalian jodoh, kalian pasti bisa bersatu lagi." Sambung ayah.

"Sayang ibu yakin, nak fariz masih sangat mencintai mu. Tapi saat ini hati nya sedang terluka, beri dia waktu untuk sendiri, dan berpikir atas kejadian ini." Ibu langsung memeluk ku, tapi aku tak bisa berucap kata, aku hanya menangis dan menangis.

*kampus*

Aku berjalan menuju kelas, pikiran ku kosong. Entah apa yang harus aku lakukan. Aku sangat menyesal tidak mendengarkan omongan karin kemaren, andai saja aku mendengarkan nya. Pasti tidak akan seperti ini.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!