Chapter 1

3.1K 200 6

SMA Sungkyunkwan

Pria jangkung dengan wajah oriental yang menawan itu baru saja masuk ke dalam kelas. Kontan saja suara riuh rendah yang tadinya memenuhi penjuru ruangan mendadak senyap dalam sekejap. Siswa-siswa berhamburan menuju tempat duduk mereka masing-masing dan siap menyapa sang guru.

"Selamat Pagi paaaaaaaak" koor siswa setelah dipimpin Sungmin sang ketua kelas.

"pagi" jawab Lee Min Ho saem seraya menyapukan pandangan pade seluruh siswa dan memegang ujung frame kacamatanya "ke mana lagi anak yang duduk di ujung sana?" ia menggerakan ujung pulpennya untuk menunjuk salahsatu bangku kosong.

Tidak ada yang menjawab karena memang tidak ada yang tahu ke mana Jung Yunho. Orang yang menjadi sorotan tentu saja Shim Changmin dan Kim Junsu yang dikenal sebagai 'ajudan'nya.

"kami juga tidak tahu Saem!" ujar Changmin jujur.

Guru Lee hampir saja memberi tanda 'alpa' pada absen Jung Yunho si anak Chaebol itu, namun sosok yang sejak tadi dicari akhirnya datang.

"maaf Saem aku terlambat!" ujarnya santai, lalu tanpa rasa bersalah ia berjalan masuk dan duduk di kursinya.

Guru Lee, guru paling tampan di SMA Sungkyunkwan yang rambutnya selalu klimis dengan model belah pinggir itu adalah lulusan terbaik Universitas Seoul, namun status itu tidak bisa mencegahnya saat merasa murka pada siswa.

"apa-apaan jaket kulit itu?" wajahnya mengeras, tatapannya menusuk.

"ah... ini, jaket koleksi terbaru saya Pak" sahut Jung Yunho yang malah menjadikan tanya-jawab itu sebagai ajang pamer. Ia bahkan membenarkan kerah jaket barunya yang memang terlihat sangat mewah itu.

"lepas!!!" kata Guru Lee galak.

Jung Yunho malah cengar-cengir meski pada akhirnya melepaskan jaket itu.

Setelah menghela nafas panjang untuk menetralkan emosi, Guru Lee kembali fokus pada tugasnya. Ia mengeluarkan sebuah map cokelat berisi hasil ulangan Matematika minggu lalu. Para siswa langsung berbisik-bisik panik, mereka tahu kebiasaan guru Lee, ia akan mengumumkan nilai siswa terbaik dan nilai siswa terburuk.

"nilai terbaik untuk ulangan Matematika minggu lalu, selamat, lagi-lagi Kim Jaejoong!" Guru Lee tersenyum tipis sambil memberi isyarat kepada Jaejoong untuk mengambil lembar hasil tes.

Kim Jaejoong, yeoja itu mendapat gelar yeoja paling culun di SMA Sungkyunkwan. Seragamnya terlihat aneh karena terlalu besar di badannya, orang-orang kemudian tahu bahwa Jaejoong tidak pernah membeli seragam baru. Ia selalu mendapat seragam bekas dari kakak kelas kenalannya yang sudah lulus. Kacamata pantat botolnya adalah ikon paling menyolok karena tidak pernah lepas dari mata minus itu dan gerakannya juga terlihat kaku, namun entah kenapa ia sangat beruntung. Ia mendapat ranking terbesar se-SMA Sungkyunkwan dua tahun berturut-turut dan berteman dekat dengan namja jenius tampan Park Yoochun.

"kamsahamnida..." katanya seraya mengambil kertas itu dari tangan Guru Lee.

"dan untuk nilai paling buruk..." semua orang menahan nafas "selamat, lagi-lagi..." orang-orang mulai bernafas normal kembali dan satu dua di antara mereka mulai cekikikan dan melihat ke satu arah yang sama "Jung Yunho!!!" wajah Guru Lee terlihat keruh lagi.

Jung Yunho maju ke depan kelas dengan gaya santainya, begitu lembar hasil tes berpindah ke tangannya ia terlihat sumringah "Oh, Saem! Lihat, nilaiku naik" ia lalu kegirangan sambil menunjukkan nilai kepala bebeknya.

"apa kau pantas bahagia seperti itu Jung Yunho?! Nilaimu sebelumnya 1,9 tahu!!!" Guru Lee nyaris naik pitam lagi. Seantero kelas tertawa, bahkan Kim Jaejoong, namun yang paling keras tertawanya adalah Shim Changmin dan Kim Junsu.

PABORead this story for FREE!