Part 25

5.3K 149 0

Apartement marcel

"Araaagggghhhhh gue benci sama lo fariz. Lo udah merebut wanita yang gue cintai. Gue gak akan biarin lo dapetin jessi. Gue harus misahin mereka, gimana pun cara nya. Gue ga rela jessi bersama fariz, jessi hanya milik gue. Gue gak akan buat lo bahagia fariz alexander osana.
Lo dan keluarga lo udah ngancurin keluarga gue. Shiiitttt...... gue datang ke sini hanya untuk melihat lo hancur, gue akan balas dendam sama keluarga osana. Sialaaaaannnnn...."

Flash back life marcel

Sejak itu usia ku 17 tahun. Dan entah mengapa papa ku selama ini tidak pernah menyayangi ku, ia hanya memberikan aku sejumlah uang untuk keperluan ku. Bukan itu yang aku mau dari ayah ku, tapi kasih sayang nya lah yang paling berharga dalam hidup ku. Sedangkan mama ku sangat menyanyangi ku, beliau selalu memanjakan ku dengan sebuah kasih sayang. Entah mengapa sikap kedua orang tua ku berlawanan arah, papa tidak pernah memberi ku kasih sayang, yang ia berikan adalah materi sedangkan mama lah yang selalu memberi ku kasih sayang, dan materi tidak lah berharga bagi nya, melainkan diri ku lah yang berharga.
Kenapa hidup ku begitu suram kenapa aku tak pernah di sayangi papa ku sendiri.

"Papa, marcel ingin jalan jalan sama papa. Marcel mau ajak papa ke toko game pa, ada game terbaru pa. Marcel ingin di temani papa"

"Jangan kayak anak kecil kamu marcel, sendiri kan bisa. Kamu sudah besar jadi jangan manja."

Aku meringis, dan menatap punggung papa ku yang kini meninggalkan aku, aku bingung kenapa dari dulu sampai sekarang papa tidak bisa sedikit saja perhatian pada ku."

"Marcel? Kamu kenapa nangis nak? Kamu itu anak cowok jangan nangis, kamu harus kuat nak."

"A..pa a,,ku ini bukan anak kandung papa ma?"
"Marcel jangan bicara seperti itu nak, kamu anak papa sama mama"
"Kenapa sikap papa engga pernah berubah sama aku ma, apa aku ini anak yang nakal?"
"Tidak marcel, kamu anak baik. Kamu malaikat mama sayang."

Praaaaangggggg terdengar suara pecahan kaca dari arah dapur.
Aku dan mama berlari menuju dapur, terlihat papa dengan wajah penuh amarah.

"Pa, ada apa ini. Kamu kenapa?" Tanya mama.

"Bedebah kau, aku muak dengan sandiwara mu." Jawab papa sadis, membuat mama shock dengan jawaban papa.

"Apa maksud mu pa?"

"Aku selama ini diam, dan kini aku sangat muak melihat mu memanjakan anak ini."

"Dia anak kita pa, dia bukan orang lain."

"Anak kita kau bilang? Hahahhahaha, rena rena, kau kira aku bodoh. Aku sudah tau semua rencana busuk mu itu."

"Apa maksud mu?"

"Jangan pura pura gak tau ren, aku sudah mengetahui semua nya, bahwa anak yang ada di depan kita ini bukanlah anak ku dan juga bukan anak mu. Aku sudah tau, kalau kau itu mandul. Kau berpura pura hamil di hadapan ku,. Dan kau meminta anak dari farhan dan rizma, untuk menutupi kemandulan mu. Aku tau pada saat itu rizma tengh mengandung anak kedua nya. Dan pikiran licikmu itu memanfaatkan kehamilan nya. AKU SUDAH MUAK DENGAN MU RENA."

"CUKUP, SUDAH PUAS KAU MENGHINA KU HENDRA. Dan dari mana kau mengetahui semua ini?"

"Haaaahh, aku menghina mu, itu semua kenyataan istriku. Akuilah bahwa marcel bukanlah anak kita. Iya dulu aku tidak sengaja mendengar percakapan mu dengan rizma, daru situ aku mencari tau tentang kandungan mu. Dan ternyata kau itu mandul. Dasar wanita penipu"

"Apaaaa, marcel bukan anak kandung kalian? Ma jelaskan semua ini, apa maksud dari semua ini ma?"

"Sayang, hikkss,,,hikkss, memang benar yang di katakan papa mu, kau bukanlah anak kandung kami. Tapi mama sangat menyayangi mu nak, mama sudah anggap kamu seperti anak kandung mama sendiri. Hikkzz,hikkss,."

"Terus aku ini anak siapa ma?"

"Kau anak kandung dari keluarga osana, nama kedua orang tuamu adalah farhan dan rizma. Kau adalah anak kedua mereka, dan kau memiliki seorang kakak yang bernama fariz alexander osana. Mereka berada di indonesia."

"Apa, aku punya kakak? Kenapa aku yang di buang mereka ma, kenapa harus aku???"

"Sayang dengar mama, tidak ada yang membuang mu, mama yang sudah meminta mu. Jangan kau salahkan keluarga mu nak. Mama yang salah."

"Papa, aku tau sekarang, kenapa papa tidak pernah menyayangi ku selama ini. Memang benar aku bukan anak kandung papa. Setelah umur ku 20 tahun aku akan pergi ke indonesia dan mencari mereka sekaligus BALAS DENDAM KEPADA MEREKA" teriak ku membuat mama sangat terkejut dan menenangkan ku.

"Sayang, jangan lakukan itu nak, mama tidak mau kau dendam dengan keluarga kandung mu."

Aku pergi dan meninggalkan mereka, tak ku hiraukan omongan mama, aku sangat frustasi. Kenapa harus aku yang di buang kenapaaa, kenapa tidak kau saja fariz. Kau pasti bahagia bersama orang tua kandung mu, aku bersumpah aku tidak akan membuat mu bahagia.

Maaf ya, part yang ini terlalu pendek. Author lagi sibuk nih. Nanti di lanjuttin lagi deh.

Makasih vote nya. =)

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!