Part 24

4.7K 151 1

Author pov

"Jessi lo dimana?" Sahut karin yang di sertakan dengan suara sabrina.
"Sayang, jangan bercanda deh, ini gak lucu. Kamu dimana sayang?" Sahut fariz.

"Riz, si jessi kenapa? Kok jadi aneh gini?" Ucap sabrina.

"Engga tau na, gue juga bingung sama sikap nya dia."

Mereka bertiga terus mencari keberadaan jessi, hingga mencari di toilet dan taman. Tapi hasil nya nihil.
Jessi tetap tidak di temukan.
Fariz, menangis dengan rintihan yang cukup membuat dada nya sesak. Melihat kesedihan fariz, sabrina langsung menghibur fariz yang seperti orang gila.

"Fariz, lo sabar ya, jessi pasti ketemu kok" hibur sabrina dengan menepuk bahu fariz.

"Kita cari kemana? Dia sama sekali gak ada. Gue bener bener khawatir sama dia." Cemas fariz membuat karin merasa bersalah atas ucapan nya pada jessi. Hingga jessi pergi meninggalkan mereka.

"Riz, gue minta maaf, gue yang salah. Seharus nya gue gak ngomong kasar ke jessi. Pasti gak akan kayak gini jadi nya." Ucap karin dan mulau mengeluarkan air mata nya.

"Gapapa rin, lo gak salah. Gue yang salah. Gue cowok bego yang gak bisa jagain pacar nya."

"Gini aja kita laporin polisi aja. Biar polisi bisa bantu cari jessi." Gerutu sabrina.

"Engga na, gue gak mau masalah ini di bawa ke polisi. Kita kan belum cari kerumah nya. Kita cari dulu dirumah nya. Kalau tetap tidak ada baru kita laporkan ke polisi." Fariz dengan ucapan datar.

Mereka pun bergegas untuk melaju kerumah jessi.
Semoga kamu ada di rumah sayang. Aku sangat mengkhawatirkan mu. Gumam fariz.

Jessi pov

Dimana ini kenapa aku semua nya serba putih. Bukan nya ini di rumah sakit. Kenapa aku ada di sini.? Siapa yang telah membawa ku.? Bukankah aku tadi masih berada di restaurant bersama fariz,karin dan sabrina, tapi mengapa aku ada di sini sekarang. Apa yang telah terjadi pada ku.?

"Jessi, lo udah?"

"Marcel? Lo ngapain di sini?"
"Lo pingsan jess, gue nemuin lo di taman deket restaurant. Tadi gue rencana nya mau ke restaurant itu buat beli makan, tapi gue kaget liat lo pingsan, ya gue langsung aja bawa lo kerumah sakit. Jessi!! Kata dokter lo..!!"

"Permisi, saya mau mengecek keadaan ibu jessi. Lebih baik bapak menunggu di luar saja" Kata perawat yang baru saja masuk, dan membuat marcel memutuskan pembicaraan nya."

Rumah jessi. Author pov

"Permisi bu, yah." Sahut fariz.

Dan terbuka lah pintu rumah jessi. Terlihat ibu jessi yang membukakan pintu.
"Nak fariz, ada apa? Lah kenapa tidak bersama jessi?" Tanya ibu jessi.

"Jadi jessi tidak ada di rumah bu?" Tanya fariz balik.

"Tidak ada nak fariz, bukan nya dia tadi pergi dengan mu.?"

"Iya tadi memang jessi pergi dengan ku bu, tapi karena ada masalah jessi menjadi sangat emosi dan dia meninggalkan kami. Kami sudah berusaha mencari nya di restaurant tempat kami dinner, tapi hasil nya nihil bu."

"Apaa?? Jadi jessi hilang?"
"Lebih baik kita melaporkan kejadian ini kepolisi saja bu"
"Iya ibu ikut cari ya nak."

"Tidak usah mencari ku." Terdengar suara yang sangat fariz kenal, dia membalikkan tubuh nya ke belakang dan melihat jessi telah berdiri tegap di depan rumah nya. Dan di temani oleh marcel di samping nya.

"Jessi, lo kemana aja. Kita semua cariin lo" kata sabrina.

"Iya ni jessi, lo kemana aja sih? Apa lo marah sama gue?" Sambung karin.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!