Part 23

5.7K 164 1

Rumah fariz

Aku menggenggam tangan ku dengan sekuat tenanga. Keringat ku bercucuran kemana mana, nafas ku tak beraturan. Aku menghela nafas berusaha mengatur nafas ku agar kembali normal. Fariz yang sedari tadi terduduk di samping ku memegang tangan ku berusaha menenangkan ku.
Tapi tetap saja aku merasa gundah dan takut akan berhadap dengan singa betina, yah, beliau adalah mami fariz.

Seorang wanita yang glamor memakai long dress berwarna merah maroon dan memakai banyak accesoris yang menurut harga nya cukup mahal, kini turun dari arah tangga dengan senyuman yang sinis padaku, dan mulai mendekati ku dengan fariz. Keringat ku semakin berucuran, padahal rumah fariz sangat nyaman dengan adanya AC tapi aku merasakan panas yang sangat, dan seakan membuat tubuh ingin terbakar.

"Welcome home" aku tersontak kaget. Diriku melongok seperti orang bodoh, ketika mami fariz memeluk ku, apa dia memeluk ku. Apakah ini mimpi.? Seorang mami fariz memelukku dengan kasih sayang.!!

"Ma,,,mi apa yang terjadi dengan mami?" Tanya fariz dengan terbata bata melihat sikap mami nya yang berubah drastis terhadap ku.

"Maksud kamu apa nak? Mami baik baik saja kok. Apa yang kamu khawatirkan terhadap mami?"

"Apa yang aku lihat ini benar mi, mami barusan peluk jessi."

"Iya sayang, mami hanya ingin memeluk calon menantu mami yang cantik dan manis ini." Ucap mami yang langsung mencubit kecil pipi tembem ku.

"Maaf tante, saya benar benar minta maaf udah lancang kerumah tante." Ucap ku dengan ketakutan.

"Kenapa kamu mengatakan itu? Kamu ini lucu ya, siapa yang lancang untuk datang kerumah ini, kamu itu kan datang nya baik baik, bersama anak yang ganteng ini. Udah jangan panggil tante, panggil mami saja."

"Iya tante eeh mami." Aku harus terbiasa menyebut mami walaupun masih kikuk hehehe.

"Jadi mami menyetujui hubungan ku denga jessi?"

"Iya nak mami menyetujui hubungan kalian, sabrina tadi pagi datang ke kantor mami, dia sudah menceritakan semua nya pada mami."

"Sabrina ke kantor mami? Buat apa?" Tanya fariz.

"Iya karena dia ingin berpamitan dengan mami, soal nya besok dia pergi ke jerman untuk ikut dengan ortu nya dan sekaligus melanjutkan study nya."

"Terus apa yang sudah di bicarakan sabrina kepada mami?" Tanya fariz penasaran sedangkan aku hanya terdiam mendengar mereka berbincang bincang.

"Sabrina bilang dia sudah salah terhadap jessi selama di kampus, dia selalu menghina dan menjahili jessi. Sehingga semua teman teman kampus tidak ada satupun ingin berteman dengan jessi, itu semua salah nya yang menyuruh semua teman kampus tidak boleh berteman dengan jessi. Dan karin sepupu nya dia lah yang membuat sabrina sadar betapa buruk nya sikap dia kepada jessi. Dia merasa saudara nya itu membenci nya, dan dia merasa kesepian ketika karin menjauhi nya. Jadi dia putuskan untuk ikut dengan keluarga nya. Karena dia ingin merubah sikap nya di negara lain."
Mami fariz menjelaskan panjang lebar kenapa sabrina ingin pergi. Aku jadi merasa bersalah merebut karin dari sabrina. Tapi apa daya ku, karin yang terus menemui ku.

"Jadi gara gara itu sabrina ingin pergi?" Sambung ku dengan meneteskan air mata.

"Sayang kenapa kamu menangis?" Tanya mami fariz.

"Maaf mi, ini semua salah ku, aku yang sudah merebut karin dari sabrina. Sehingga mereka tidak terlihat bersama lagi. Aku yang sudah merusak persaudaraan mereka. Hikk,,hikksss,," aku yang terus mengeluarkan air mata tak henti henti nya.

Mami fariz, mendekati ku dan memeluk ku sambil membelai rambut ku. "Sudah lah sayang jangan menangis lagi, ini bukan salah mu, atau salah siapa pun, tapi ini adalah takdir nak." Ucap mamu fariz yang cukup membuat hati ku tenang.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!