Aku terkejut karena aku hampir saja menabrak orang. Aku beranjak dari mobil ku dan melihat seseorang yang aku hampir tabrak, dan ternyata dia......

"Marcel,,,, marceellll.. lo tidak apa apa kan?"

"Fariz, ternyata lo yang hampir saja menabrak ku."

"Maaf, gue tidak sengaja."

"Iya santai aja kali riz, jugaan gue gak kenapa kenapa kok."

Aduuuuhh kepala gue sakit riz,.

"Kita kerumah sakit aja ya." Ajak ku.

"Tiiii..daaak"
Aku sangat kaget melihat marcel dalam keadaan pingsan. Segera aku membawa nya kerumah sakit. Aneehh padahal aku melihatnya tidak sampai terbentur di bagian kepala ketika aku tabrak malah aku melihat jelas sekali kalau aku cuma menyerempet marcel."

"Marcel, lo harus kuat. Maafin gue."

"Maaf bapak, anda tidak boleh ikut masuk. Tunggu saja di luar." Ucap dokter itu.

Aku menunggu dan bermondar mandir di depan pintu, tapi tak terlihat dokter keluar dari ruangan itu.

Setelah 1 jam lebih aku menunggu akhir nya dokter itu keluar juga."

"Bagaimana dok, keadaan nya"

"Apakah anda salah satu dari keluarga nya?"

"Bukan dok, saya teman nya."

"Ooh maaf tapi saya harus berbicara dengan pihak yang berwajib. Lebih baik sekarang anda mengubungi salah satu keluarga nya."

"Baik dokter. Apakah saya bisa bertemu dengan nya,? Apakah dia sudah sadar dok?"

"Ya silahkan kalau anda ingin menjenguk nya. Dia sudah sadar hanya saja dia harus istirahat total."

"Baik dok, terimakasih."

Aku melihat marcel dengan keadaan nya yang tak berdaya. Entah mengapa aku sangat peduli pada nya.

"Bagaimana keadaan lo?" Tanya ku.

"Baik, terimakasih sudah menolong gue"

"Iya sama sama, oia lo kok aneh banget padahal gue cuma nyerempet lo dan lo juga gak isi terbentur di kepala lo, kok lo bisa pingsan sih? Apa lo ngerasa gak badan? Oiya dokter bilang apa sama lo."

"Hmm dokter bilang gue cuma terlalu capek, jadi harus banyak istirahat."

"Tapi kok dokter nyuruh gue hubungin pihak keluarga lo, emang ada apa?"

"Engga ada apa kok, santai aja kali dokter nya aja terlalu gawat. Hehehe."

"Ooh iya, lo kok mau nolongin gue, bukan nya lo benci ya sama gue karena gue berani deketin jessi?"

"Aaah lo itu, gue gini gini masih punya rasa kasihan sama orang lain. Masa ya gue tega ninggalin lo dalam keadaan sekarat."

"Hihihihi, lo lucu ya riz."

"Ooh iya gue lupa, gue mau pulang. Sekarang gue ada jadwal kuliah. Gapapa kan lo, gue tinggal?"

"Gapapa riz gue juga udah mendingan"

*rumah fariz*

Ketika aku sampai rumah aku melihat mami ku sedang duduk termenung di balkon. Entah apa yang ia pikirkan. Dengan tidak menghiraukan nya aku berjalan menuju kamar ku.
Memikirkan mami ku yang sedang termenung. Aku langsung menemui nya. Karena baru kali ini melihat mami termenung, biasa nya sibuk dengan pekerjaan nya.

"Mami?"

"Sayang kau dari mana saja? Kata bik elis kau tidak pulang semalaman? Apa kau menginap di apartement mu?"

"Aku menemani jessi di rumah sakit mi."

"Apa,!! Ternyata kau masih menemui nya?"

"Memang kenapa mi? Toh dia adalah kekasih ku."

"Mami tidak setuju kau dengan nya."

"Apa yang membuat mami tidak setuju fariz dengan nya? Apakah karena dia bukan dari keluarga yang terpandang?"

"Fariz, masih banyak banyak wanita lain yang lebih baik dari dia."

"Mami, jessi itu wanita yang baik. Aku sangat mencintai nya mi. Jangan halangi hubungan ku dengan nya."

"Cukup fariz, mami tidak mau berdebat dengan mu."

"Mami yang mulai perdebatan ini."

"Fariz, mami itu sayang sama kamu, mami ingin yang terbaik buat kamu. Wanita itu tidak baik buat kamu nak."

"Mami itu belum tau siapa jessi. Kalau mami tau siapa dia aku yakin mami bakalan suka dengan nya."

"Baik, nanti jam 7 malam ajak dia kemari, mami ingin mengenal nya lebih jauh lagi. Kalau memang kebahagian mu dengan nya mami tidak bisa berbuat apa apa."

"Mami engga salah ngomong kan? Jadi mami menyetujui hubungan ku dengan nya?"

"Mami belum bilang setuju, hanya saja mami ingin mengenal dia dulu. Apakah benar dia wanita yang baik seperti yang kau sampaikan ini"

"Mami, aku yakin mami tidak akan pernah menyesal mengenal dia."

"Sini sayang peluk mami. Mami sangat merindukan mu. Maaf atas semua kesalahan mami ya."

"Iya mami, fariz sayang mami." Aku berpelukan dengan mami, sungguh hati ku terasa nyaman dan tenang. Ternyata mami telah berubah walaupun tidak sepenuh nya berubah.

"Apa yang mami pikirkan? Kenapa mami termenung di sini, engga biasa nya mami termenung. Mami kan selalu sibuk dengan urusan mami."

Mami sekejap terdiam dan membalikan tubuh nya hingga kini mami membelakangi ku.

"Sebenar nya ada yang ingin mami sampaikan pada mu. Tapi mami takut kau akan marah pada mami"

"Apa itu mami?"

"Tapi kamu janji ya nak, jangan marah sama mami?"

"Iya mi, fariz janji."

"Ada suatu rahasia yang sama sekali kamu tidak pernah tau. Dan rahasia itu akan mami bongkar sekarang juga. Mami udah tidak sanggup menyembunyikan yang sebenar nya, dengan usia mu yang sekarang, kamu pantas mengetahui nya nak."

"Rahasia apa mami? Jangan bikin fariz tambah penasaran"

"Fariz,, kamu se,be,nar,nya mem,,punyai se,o,ra,ng adik."

"Apaaa, adik?? Adik kandung"??

"Ya, adik kandung. Dulu sekitar 20 tahun mami mengandung anak kedua dari almarhum papi mu. Kamu pada saat itu berusia 2 tahun. Mami melakukan kesalahan dengan memberikan adik kamu pada teman mami. Teman mami sudah menikah selama 6tahun, tapi dokter menvonis dia kemungkinan besar tidak dapat memiliki anak. Karena dia mandul. Jadi dengan menutupi kekurangan nya terhadap suami nya, dia berpura pura hamil di hadapan suami nya dan memohon pada mami untuk memberi anak yang ada dalam kandungan mami. Awal nya papi mu tidak mengizinkan, tapi mami mencoba memberi pengertian kepada papi mu, dan akhir nya papi mu mengizinkan. Tapi setelah itu, mami seperti di kejar kejar rasa bersalah, rasa berdosa karena telah memberikan anak kandung mami pada orang lain. Selama papi mu sakit, papi mu ingin sekali melihat adik mu. mami mencari adik mu, tapi kata tetangga di sana bilang mereka sudah pergi, tapi mami tidak tau mereka pergi kemana, dan mami melihat rumah itu sudah dijual. Sampai papi mu menemui ajal nya, dia tidak pernah tau rupa dari anak bungsu nya. Hiks,,hikss,,hikss,..."

"Mami, sudah jangan menangis, fariz janji, fariz akan menemui adik fariz dan membawa nya kehadapan mami. Tapi tunggu dulu mami, adik ku itu perempuan apa laki laki? Dan siapa nama nya?"

"Dia laki laki nak, mami tidak tau siapa nama nya, karena teman mami yang memberi nama nya. ketika masih bayi dia sangat tampan, mirip dengan mu."

"Apa berarti aku bakalan punya saingan donk. Hehehe"

"Mami sangat sayang pada kalian berdua."

Tunggu kelanjutan nya ya readers.

Vote terus cerita ku. =)

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!