Part 20

6.9K 192 3

Aku berlari melewati lorong dengan tembok serba putih. Nafas ku tidak beraturan. Fariz dan ibu ku berada di balakanh ku, aku tak bisa berpikir apapun yang ku pikirkan hanyalah satu orang.

"Ayah," sahut ku

"Jessi, kau datang anak ku"

"Ayah, apa yang terjadi pada ayah, kenapa ayah bisa seperti ini." Tanya ku dengan air mata yang mengalir cukup deras,.

"Maafkan ayah nak, ayah tidak konsen untuk naik motor, soal nya kepala ayah terasa pusing. Untung saja ada teman kamu yang bernama karin dan marcel ini. Mereka telah menolong ayah."

Tanpa aku sadari keberadaan marcel, aku tersontak kaget melihat dirinya di tempat itu, entah kenapa karin dan marcel bisa bersama. Marcel pun melihat aku dengan tatapan yang lembut ia tersenyum pada ku.

"Jessi, pasti lo kaget ya, kenapa gue bisa ketemu sama marcel.? Dia ini sepupu gue yang baru pulang dari amerika, nah kebetulan gue ketemu pas mau pulang. Jadi nya kita pulang bareng. Eeh tau nya di jalan ketemu ayah lo di tabrak sama orang gak bertanggung jawab. Ya gue sama marcel langsung saja bawa ayah lo kerumah sakit. Untung saja gue kenal sama ayah lo."

"Makasih ya rin. Ooh, jadi cowok ini sepupu lo rin. Eeh rin bilang ya sama dia kalau jadi orang tu jangan SKSD. Ilfil gue jadi nya." Ucap ku.

"Hahhahaaa, dia mah emang begitu anak nya. Norak."

"Wooiit kok jadi ngomongin gue, kayak nya lo udah mulai tertarik deh sama gue jes. Hihihihi"

"Najis gue tertarik sama lo."

Fariz pov

Aku sangat prihatin terhadap keaadan ayah jessi, untung tidak terjadi apa apa.
Aku melihat karin dan seorang pria.
Shiit, pria itu yang deketin jessi tadi pagi. Ternyata dia sepupu nya karin.
Hati ku hancur ketika ia menebar senyum pada jessi, ingin rasa nya aku menghajar nya agar tidak menebar senyum pada wanita yang paling aku cinta.
Perkataan nya sangat membuat ku muak. Berani nya dia menggoda jessi.

"Ayah, bagaimana keadaan ayah sekarang? Sudah membaik?" Tanya ku membuat jessi,karin dan marcel melongok melihat. Mungkin mereka canggung aku memanggil ayah jessi, dengan sebutan ayah.
Ya, aku ingin membuat marcel iri pada ku.

"Ayah baik baik saja nak fariz,. Terimakasih ya selama ini kamu sudah menjaga jessi. Ayah sangat tenang kamu menjaga dia."

"Iya ayah, itu sudah kewajiban fariz untuk menjaga jessi dengan baik."

"Ayah apa apaan sih, malu tau ngomong kayak gitu di sini. Tuh di denger karin sama marcel, kan jadi malu." Ucap jessi dengan wajah memerah.

"Tidak apa apa nak, ayah setuju kamu dengan nak fariz."

"Iiihh ayah.."

Binggo, akhir nya ayah jessi setuju pada ku. Hahahaa kena kau marcel. Tidak kah kau melihat betapa penting nya peran ku di mata ayah jessi. Sampai kapan jessi hanya milik ku

Marcel pov

Hentah kenapa hati ku merasa sakit ketika pria itu memanggil ayah jessi dengan sebutan ayah dan lebih menyakitkan ketika ayah jessi mengucapkan kata yang benar benar membuat aku bertambah geram. Apakah ia adalah kekasih jessi.
Apakah aku ini mulai menyukai jessi, entahlah tapi yang ku lihat jessi adalah gadis yang manis dan baik.

"Maaf paman, tante saya pulang duluan ya ada urusan sebentar." Ucap ku

"Lah, kok sebentar amat nak marcel apa tidak mau lebih lama lagi di sini."

"Tidak paman, lagi pula sudah ada jessi yang menemani paman."

"Baiklah nak marcel. Hati hati di jalan ya."

"Iya paman."

"Eeh tunggu marcel, terima kasih ya sudah perhatian terhadap ayah ku." Ucap jessi.

"Iya jes, sama sama."

"Marcel, kenalin ini fariz."

"Marcel"

"Fariz"

Kami pun berjabat tangan dengan nya. Dia menatap ku begitu dingin begitu juga aku. Tapi entah mengapa aku merasakan ada yang aneh antara aku dengan nya.

"Marcel, aku juga mau pulang kita bareng yuk," sahut karin.

"Iya udah kita bareng aja rin."

"Paman, tante, saya pamit pulang juga ya. Jessi, gue balik ya. Dan lo riz jaga jessi baik baik."

"Siap" ucap fariz.

"Iya nak karin hati hati juga di jalan ya." Ucap ayah

"Iya nak karin, marcel hati ya." Ucap ibu jessi.

"karin,marcel sekali lagi makasih banget ya lo udah mau menolong ayah gue." Ucap jessi.

"Iya sama sama jess." Ucap karin
Aku berjalan keluar dari kamar itu, aku mulai jenuh dengan adanya fariz yang bersama jessi.

Normal pov

Aku sangat bahagia melihat ayah ku baik baik saja. Jantung ku hampir mau copot mendengar berita ayah kecelakaan.
Kaki ku terasa kaku tubuh ku remuk. Untung saja karin dan marcel menolong nya.

Marcel ternyata baik juga dia memiliki sifat penolong ternyata. Hihihi.
Aduuuh apa sih isi pikiran ku ini, jangan jessi, ada singa di hadapan mu yaitu fariz. Bisa bisa di genjot habis habisan aku sama dia. Karena memikirkan pria lain.

"Apa yang kamu pikirkan?" Ucap fariz membuyar kan lamunan ku.

"Eengghh, engga kok cuma lagi capek aja. Aku kan belum dapet istirahat."

"Kamu capek ya sayang?" Tanya ayah

"Hmmm iya ayah soal nya tadi aku di jalan mikirin keadaan ayah untung saja ayah tidak apa apa."

"Maafin ayah ya sayang. Ayah janji ayah akan lebih fokus untuk mengendarai sepeda motor. Supaya kamu tidak panik lagi."

"Iya ayah, ayah istirahat aja. Oh iya kata dokter kapan ayah boleh pulang?" Tanya ku

"Besok ayah di perbolehkan pulang nak."

"Syukurlah ayah. Ya udah ayah istirahat aja ya."

"Nak, kamu lebih baik pulang dengan nak fariz, biar ibu yang menjaga ayah.". Ucap ibu

"Tidak bu, jessi di sini saja menemani dan ibu."

"Oiya fariz kamu pulang saja, aku menginap di sini menemani ibu menjaga ayah."

"Iya nak fariz lebih baik kamu pulang." Ucap ayah.

"Tidak ayah, ibu, jessi, aku akan di sini menemani kalian. Kan harus ada anak cowok menemani kalian. Hihihi." Kata fariz.

"Ya sudah kalau itu mau kamu nak fariz. Kamu temani jessi saja ya di sini." Ucap ibu.

"Baik bu."

Aku pun bersandar di bahu fariz dan rasa nya sangat nyaman. Aku tidak sebenar nya tidak ingin berpisah dengan nya. Tapi entah mengapa ada perasaan janggal. Aku tau ibu nya tidak akan pernah menyetujui ku. Tapi aku merasa akan ada bencana dalam hubungan ku dengan fariz entah itu larangan dari ibu nya atau ada sesuatu hal yang lain.

Tuhan lindungilah hubungan kami. Semoga kami bisa bersatu. Amin.

Maaf ya kalau cerita agak ngebosenin. =(
Tapi tenang aja author bakalan bikin kalian nangis sama cerita ini.
Hihihih.

Jangan lupa vote ya, dan coment nya jika author salah dalam penulisan. Biar author bisa koreksi lagi dalam menulis.

Tunggu kelanjutan nya.

Thanx. =)

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!