Chapter 1

6.5K 196 5

Pemuda itu berjalan dengan pelan di Konoha International Hospital. Wajahnya tampak muram. Sepertinya ada yang mengganggu pikirannya.

"Ah, Ohayou Gozaimasu Sasuke-sensei.," sapa seorang pria berumur sekitar 45 tahun itu.

Sasuke memandang orang yang menyapanya. Kepalanya sedikit mengangguk menanggapi sapaan pria itu. "Hn.,"

"Itachi-sama memintaku untuk memanggilmu, sensei.,"

"Hn, aku akan kesana nanti. Kau boleh melanjutkan tugasmu." Ujar Sasuke pelan. Pria itu membungkuk kemudian pergi.

Sasuke menghela nafas panjang. Kemudian dia berjalan menuju ruangan Itachi yang sebenarnya adalah kakaknya.

Uchiha Sasuke, itulah nama lengkapnya. Siapa yang tidak mengenal seorang Uchiha. Pemilik perusahaan ternama di Jepang. Dan rumah sakit yang menjadi tempat kerja Sasuke ini adalah salah satu anak perusahaan dari Uchiha Corp.

"Kenapa kau lama sekali, Sasuke?" Tanya Itachi kesal.

"Hn, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya Sasuke pelan.

Itachi menghela nafas panjang. "Kau harus turun tangan dalam proyek ini.," ujar Itachi.

"Hn? Proyek apa?" Tanya Sasuke.

Itachi mengambil sebuah map di mejanya. "Baca ini dengan seksama. Kau akan ditugaskan besok. Pekerjaan ini takkan mengganggu karier mu sebagai dokter.," ujar Itachi seraya memberikan map iti kepada Sasuke.

Sasuke mengambil map itu dan membacanya. "Proyek apaan ini? Kau mau aku melakukan percobaan dengan manusia sebagai kelinci percobaannya??"

"Huft, itu perintah Tou-san. Sebaiknya kau terima saja. Ini juga untuk kesembuhan Kaa-san.,"

Sasuke menatap tajam map yang dipegangnya. "Sebaiknya kau suruh dokter yang lain saja. Jangan aku!"

Itachi menghela nafas panjang. "Jika kau tak menerima proyek ini...." ujar Itachi menggantung. Pemuda itu memdekati Sasuke dan membisikkan sesuatu. "Kau bisa mati bersama Kaa-san.,"

Sasuke membelalakkan matanya.

"Hm, jadi aku harap kau bisa memikirkan ini dengan baik. Kesempatan takkan datang dua kali. Untuk kelinci percobaan, biar kuurus. Kau hanya fokus pada proyek ini. Kau bisa melakukan proyek ini di ru.ah sakit ini. Tapi, akses masuk ke ruangan tersebut terbatas. Tak boleh sembarang orang yang masuk.,"

Sasuke terdiam. Dia malah teringat kejadian membuat Kaa-sannya menjadi seperti ini.

Sasuke P.O.V

"Kaachan! Ayo ikut aku! Aku mau menunjukkan mu sesuatu yang menarik!" Ujarku waktu kecil.

Kaasan hanya tersenyum seraya mengelus kepalaku. "Sasuke-kun mau menunjukkan kaachan apa??" Tanya Kaasan sambil tersenyum.

Aku menarik tangan kaasan menuju tempat yang kumaksudkan. Tapi saat akan hendak kesana, ada sebuah truk besar yang menabrak kami.

BRUK

Yang terakhir kudengar adalah "Hidup dengan baik, Sasuke.,"

Setelah kalimat itu, aku langsung tak sadarkan diri. Saat aku sadar, aku mendengar bahwa kaasan koma karena melindungiku dan belum sadarkan diri hingga sekarang.

Aku merasa buruk sekali. Bagaimana aku harus melakukan proyek sialan ini? Cih, sial.

End Sasuke P.O.V

Sasuke mendudukkan dirinya di kursi ruang kerjanya. Dia memegang kepalanya kuat. "Apa yang harus kulakukan sekarang?" Gumam Sasuke lirih.

"Sialan. Kenapa mereka bisa setega ini?"

Don't Worry, I'm your DoctorBaca cerita ini secara GRATIS!