One - Ichi

1.7K 139 2

[ flashback ON ]

**umur 4-5 tahun di Panti Asuhan Pusat Konoha**

"Hinata. Bermainlah bersama yang lain." Ujar Hiashi yang lebih mirip perintah.

Hinata yang awalnya sembunyi dibalik kaki sang ayah perlahan menjauh.

Dia juga ingin bermain. Tapi rasa malunya cukup besar untuk memulai pertemanan.

Hinata meninggalkan ayah dan ketua panti dan menuju taman bermain yang diisi banyak anak. Ada yang lebih tua, ada yang lebih muda darinya dan tentu yang seumuran dengannya juga ada.

Hinata kecil hanya berdiri dibalik batang pohon. Melihat dari kejauhan. Melihat anak-anak yang bermain dengan cerianya dan satu anak kuning yang selalu menarik pandangannya.

Ia tak pernah tau. Ada anak lain yang seumurannya yang memperhatikan gerak-gerik Hinata yang bersembunyi di balik batang pohon.

"Aneh.." gumam anak laki-laki itu.

Anak laki-laki itu tak bermain bersama yang lain. Lebih memilih duduk santai bersandar di atas batang pohon yang tak jauh tumbuhnya dari pohon dimana Hinata kecil sedang malakukan rutinitasnya.

Bocah itu ingin memejamkan matanya. Seperti rutinitasnya yang memang enggan bermain dan memilih untuk menyendiri.

Tapi sepertinya kehadiran bocah berkimono dengan rambut pendek itu sangat mengganggu.

Hinata kecil tak bersuara. Tak membuat kebisingan yang akan mengganggu aktivitas seseorang.

Hinata kecil juga tidak menggunakan batang pohon yang sama dengan dirinya. Bahkan jarak mereka cukup jauh untuk saling mengganggu.

Hanya saja keberadaannya sangat sayang untuk tak disadari.

Dan rutinitas baru bagi bocah itu. Mengamati tingkah aneh sang gadis kecil.

[ flashback OFF ]

Hinata menatap bentonya yang sudah habis. Menutup kotaknya lalu membungkusnya kembali.

Melirik ke kotak bento yang masih di bungkus kain berwarna lavender dengan rapi. Seseorang yang dibuatkannya bento tak kunjung datang.

Awalnya ia membuatkan bento itu karna paksaan dari orang yang mengklaim bahwa tempat yang diduduki Hinata untuk menghabiskan istirahat kedua adalah miliknya. Dan ia hanya boleh tetap berada disini jika membuatkan bekal untuk orang tersebut juga.

Menjadikan tempat ini tempat mereka berdua menghabiskan waktu jam istirahat bersama.

Dalam keheningan.

Hinata kembali melirik jam tangannya. Kurang lima menit dan bel penanda istirahat akan berakhir.

"Hah~" menghela nafas berat.

****

"Sasuke-kun.. tatap aku jika aku sedang berbicara.." ucap manja Haruno Sakura.

Sasuke dan Sakura sekarang berdiri di jembatan penghubung gedung. Dan pemandangan diluar kaca jendela besar lebih menarik perhatian Sasuke dari pada menatap lawan bicara yang menggeret paksa dirinya.

Sungguh kekuatan apa yang dimiliki wanita berambut merah muda didepannya ini.

"Katakan!" Suara datar nan tegas.

"Uh.. Sasuke-kun kau jahat sekali. Kita akan berpisah lagi besok. Setidaknya izinkan aku berdua saja dengan mu sebentar saja..." ucap Sakura sambil memegang lengan baju Sasuke.

Sunny PlaceBaca cerita ini secara GRATIS!