Part 18

8K 223 1

"Apa yang kalian lakukan di sini.?" Tanya fariz dengan nada datar namun terlihat ada kemarahan di mata nya.

"Fa..ri.z kita tidak melakukan apa apa kau salah paham." Jawab ku terbata bata.

Fariz mendekatiku dan menarik tangan ku tengan kuat, hingga aku merasakan kesakitan,.

"Aaawww sakit riz, kau telah menyakiti ku."

"Hey, apa kau sadar kau telah menyakiti perempuan." Kata marcel yang di acuhkan oleh fariz.

Dengan sekuat tenang aku di tarik oleh, nya menuju parkiran, dan dia membawa ku ke mobil nya.

"Fariz lepaskan aku, aku mohon lepaskanlah, aku bentar lagi ada mata kuliah."

Fariz hanya terdiam, tidak berkata apa pu. Terlihat marcel berdiri dan mematung melihat ku dengan fariz.Ketika kami sudah memasuki mobil, fariz tetap saja tidak ingin berbicara, suasana menjadi hening. Fariz hanya diam sambil mengemudi mobil nya. Aku pun memberanikan diri ku untuk berbicara

"Fariz, kau mau membawa ku kemana?"

Lagi lagi fariz hanya terdiam. Membuat ku takut, aku pun ikut terdiam karena kali ini fariz terlihat benar benar marah.

Aku bingung ketika fariz mengajak ku ke apartement nya. "Astaga pertanda apa ini jangan bilang kalau fariz akan memperkosa ku."

"Keluar" ucap nya singkat tapi sangat dingin seperti srigala.

Aku menuruti nya dan mengikuti nya dari belakang. "Oh Tuhan apa yang akan segera terjadi." Gumam ku.

Setelah di kamar nya fariz pun mengunci pintu kamar nya. Dan menatap ku tajam. Dia berjalan menuju dapur dan membuat kan ku minuman, dia masih seperti tadi selalu saja diam.

Flash back fariz pov

Aku mencari seseorang wanita yang aku cinta, tapi entah kemana dia. Aku tidak menemui nya.
Aku terduduk di sebuah taman dan memikirkan kisah cinta ku pada jessi yang tak ada ujung nya. Aku merasa frustasi.
Terlihat seorang pria dan wanita sedang asyik mengobrol di depan runag dosen. Yah, aku sangat mengenali wanita itu, dia adalah jessi. Tapi siapa pria yang bersama nya.

Aku menjadi tambah frustasi, "apakah dia memang ingin melupakan aku." Aku terus melihat, seperti nya jessi tidak suka di dekati dengan pria itu.
Aku melihat jessi mendorong pria itu sampai terjatuh, dan ia meninggalkan pria itu dengan wajah kesal.
Aku terkejut melihat pria itu mengikuti jessi.

Shiit... apa dia menyukai jessi.
Dan aku pun mengikuti mereka, aku melihat jessi masuk ke perpus, dan di susul oleh pria itu, aku menggenggam tangan ku menahan emosi yang memnucak. Ingin rasa nya aku mengahantam pria yang ingin merebut wanita ku.
Seketika aku melihat mereka berpelukan, dengan saling menatapi. Hati ku sangat hancur. Dan ingin rasa merobek robek pria itu. Aku tarik tangan jessi dan ingin membawa nya ke apartement ku. Aku akan menyiksa nya di sana. Dan menggenjot nya berkali kali. Hingga ia merasakan kenikmatan dan tidak ingin berpisah dengan ku.

*normal pov*

Setelah fariz selesai membuat kan ku minuman, dia menghantarkan minuman itu, dan di berikan nya pada ku.
Aku sangat bingung dengan sikap nya. Ini termasuk sikap nya yang mana. Aku jadi sangat ngeri kalau lama lama dekat dengan nya.

"Kau hanya milik ku." Bisik nya membuat aku semakin ngeri.

"Kemana suara mu dari tadi, kenapa kau diam saja? Kau cemburu.? Hahaha" ucap ku membuat fariz merasa tambah kesal.

"Iya aku memang cemburu, kau hanya wanita ku dan pria mana pun tidak boleh menyentuh mu, selain aku."

Ucapan nya membuat darah ku berdesir, membuat jantung ku melayang. Aku merasakan keseriusan dimata fariz. Aku sangat menyesal sudah menyakiti dia dengan ucapan ku tadi pagi. Jujur aku tak sanggup jika harus berpisah dengan nya.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!