Part 17

8.1K 197 1

Hello semua, author update lagi niih, ya walaupun banyak yang gak tertarik sama cerita ini, tapi author tetep semangat nulis kelanjutan cerita nya. Hihihi. =)

Kita simak yuk nama nama karakter di cerita author foto nya author colong web, hihihi. Maaf ya.
Kita simak nama karakter dari kiri ke kanan.

*Fariz Alexander Osana*

*Jessica Vallerie Melrose*

*Marcel Bridge Manopo"

Normal thor

"Iiihh kok ada juga cowok sinting kayak dia siih.." gurau ku dalam hati
Aku melanjutkan jalan ku menuju rumah, hati terasa sesak mengingat kejadian di kampus,. Aku ingin menjuhi fariz, aku ingin membuang jauh jauh rasa cinta ini.

Tapi kenapa aku tidak bisa, ohh Tuhan apakah rencana yang telah kau berikan pada kehidupan ku ini.
Pertama kau telah mempertemukan aku dengan fariz lelaki yang terkadang dingin dan sewaktu waktu berubah menjadi lembut,harmonis,perhatian dan masih banyak lagi.
Kedua kau mempertemukan ku dengan lelaki sinting SKSD pula, sok perhatian. Terus cerewet lagi. Tapi tampan juga, hmm menurut ku masih tampanan fariz. Hihihihi...

Pikiran macam apa ini, mikirin kedua pria yang gak penting seperti mereka.

Aku menghembus nafas panjang panjang, dan menghirup udara yang segar teras rumah ku. Walaupun rumah kecil tapi aku bahagia tinggal di sini.
Aku melihat kedua orang tua ku yang sedang tertawa riang di ruang tamu, aku melihat keadaan ibu kini benar benar membaik. Kalau tidak ada fariz, mungkin ibu ku sudah tiada. Dia lah yang membayar semua pengobatan ibu.
"Apa iya aku menjauhi fariz atas apa yang ia lakukan terhadap keluarga ku.", kata ku dalam hati.

Aku bingung, aku merasa frustasi, fariz memang baik tapi mami nya tidak menyetujui hubungan ku dengan nya. Yah tau lah aku ini anak miskin. Beda banget dengan fariz yang memiliki semua nya.

Aku masuk ke kamar, dan merebahkan tubuh ku ke kasur, seketika aku memejam kan kedua mata ku,
Dan....

"Shiiiitt, kenapa aku membayangkan pria sinting itu, kenapa dia ada dalam pikiran ku. Gak mungkin aku merindukan nya. Toh, aku baru pertama kali bertemu dengan nya. Huuuh, kenapa sih, aku ini typecal cewek yang mudah suka sama cowok, hmmmmm.." gumam ku.

"Sayang bangun udah pagi kamu gak ke kampus hari ini?" Sahut ibu dari luar pintu kamar ku sambil menggedor gedor kamar ku, seketika aku terbangun dan melihat jam ku yang menunjukkan pukul 09.00, aku tersontak kaget, dan bergegas menuju kamar mandi.
Aku mempercepatkan diri ku untuk bersiap siap.

Dengan sarapan sedikit, aku meninggalkan meja makan, dan tidak lupa menyalami kedua tangan kedua orang tua ku.

"Kalau aku berjalan kaki ke kampus bisa bisa tambah telat ni, mendingan aku naik sepeda ontel milik ayah saja."

Aku mengambil sepeda ontel milik ayah yang berada di sisi pohon dekat rumah ku.
Dengan sekuat tenaga aku mendayung sepeda ku agar cepat sampai tujuan. Tiba tiba terlihat mobil sport menghampiri ku, nyaris aku terjatuh. Aku sangat mengenali mobil sport ini, yah tentu saja dia fariz.

"Kemaren aku menelpon mu, kenapa nomer mu gak aktif? Kau sengaja ingin menjauhi ku atas kejadian kemaren." Ucap fariz.

Aku terdiam dan baru saja ingat bahwa hanphone ku dari kemaren mati dan aku pun lupa untuk mencharge, mungkin karena masih kepikiran ucapan mami nya yang kejam.

"Hanphone ku mati dari kemaren, lupa aku charge, apa peduli mu?" Tegas ku.

"Kenapa kau bicara seperti itu, kau itu milik ku dan akan hanya tetap menjadi milik ku."

"Berapa kali aku harus katakan padamu jauhi aku lupakan aku, aku tidak pantas untuk mu."

Aku pergi meninggalkan fariz yang hanya mematung melihat ku pergi dari hadapan nya.
Seketika air mata ku lolos, dan membasahi pipi ku.

"Maafkan aku riz, tapi ini yang terbaik buat kita." Ucap ku dalam hati dengan masih menangis

Sesampai nya aku di kampus, aku mendapatkan kado istimewa dari sabrina.

Plaaaakkk, satu tamparan mendarat di pipi ku,

"Apa apaan ni?" Tanya ku.

"Itu hukuman buat lo yang berani ngerebut fariz dari gue." Jawab sabrina dengan senyum sinis nya.

"Nona sabrina anastasya yorin yang terhormat, catat ya omongan gue, kalau gue gak pernah ngerebut fariz dari lo, dan gue juga udah ngejauhi dia tanpa lo suruh. Jadi lo gak usah buang buang tenaga lo buat nampar gue." Tegas ku.

"Baguslah kalau gitu, gue benci banget sama lo. Dasar cewek kampung." Ucap sabrina. Dan entah kenapa hati ku sakit atas ucapan dia barusan terasa di iris pisau yang tajam.

Aku berjalan, termenung sendirian. Dan ingin sekali aku menemui karin, tapi aku lihat dia sedang sibuk di kelas nya.
"Aku baru inget kenapa ya kemaren itu si fariz tiba tiba aja dateng terus belain aku, hmmm pasti si karin yang kasik tau dia, nanti aja deh aku tanya kalau dia gak sibuk." Gumam ku.

Aku merasa kesepian, dan fariz pun tak terlihat oleh ku. Aku merasa dunia tidak memihak pada ku.

"Hai ladys."

Teedengar suara yang aku sangat kenal siapa pemilik suara itu, aku menolehkan diri ku ke belakang dan melihat sesosok pria yang aku kenal. Dia bukan fariz, diaa...

"Marcel,,,, marceeelll lo ngapain disini, lo ngikutin gue ya.?"

"Heii woles, gue ini mahasiswa baru di kampus ini dan gue lihat lo masuk kampus ini, ternyata lo kuliah di sini juga. Hahha.. oia si monyet bisa ganggu lo lagi niih."

Wajah ku memerah, aku ingat bahwa aku sudah memanggil nya dengan sebutan monyet, betapa malu nya aku di hadapan cowok sinting ini.

"Wooii, ngelamun aja. Kenapa terpesona sama kegantengan gue ya.? Hehhe" gombal marcel dan tersenyum jahil.

"Idiiihh GR banget sih lo jadi cowok, siapa juga yang terpesona sama cowok sinting kayak lo. Mendingan gue pergi aja deh, dari pada terus terusan deket sama lo."

"Aeeettt, tunggu dulu, lo masih punya utang ke gue." Cegat marcel sambik memegang tangan kanan ku.

"Utang apa sih? Perasaan gue gak punya utang apa apa sama lo."

"Lo masih punya utang buat curhat sama gue." Bisik marcel membuat ku geli, dan mendorong nya hingga terjatuh. Aku pun pergi dan berlari meninggalkan lelaki yang sinting dan sok ganteng itu.

Untuk menghilangkan rasa penat ku, aku berjalan menuju perpustakaan, dan mencari sebuah novel untuk ku baca. Aku terkejut ketika aku mengambil novel ada seseorang yang mengenggam tangab ku dengan lembut, aku menoleh ke samping dan melihat marcel yang sudah tersenyum jahil pada ku dan memainkan alis nya yang tebal itu.

"Lo gak kapok kapok nya ya, ngikutin gue. Udah gue dorong masih aja ngejar gue. Mau lo apa sih?"

"Mau gue, lo jadi temen gue di kampus ini."

"Hah, gak salah denger gue? Lo mau bertemen sama cewek. Heei lo itu cowok, lo masih bisa nyarik temen yang segen sama lo,. Lo kayak banci aja siih bertemen sama cewek. Jangan jangan lo gak waras ya? Ayo ngaku?"

"Oooiiitt, gue waras keles. Gue ni masih normal. Lo mau bukti? Nih gue buka celana gue biar lo liat kejantanan gue. Hihihi."

"Iiihhh dasar mesum, pergi lo dari hadapan gue."

Tiba tiba aku terpeleset dan hampir saja terjatuh, marcel menompa ku kuat dengan tubuh nya, kini aku dan dengan nya saling bertatapan, aku sangat malu wajah ku memerah.

Deg,deg
Oh tidak, perasaan apa ini.

"Eheeemmmmmm"

Terdengar suara dari arah pintu masuk perpus, aku melihat fariz dengan pandangan tajam dan melipatkan kedua tangan di dada nya. Sumpah ini kejadian memalukan yang pernah aku dapat. Aku terjatuh dan marcel menangkap hingga akhir nya kami dalam posisi berpeluk, dan fariz melihat kejadian ini.

Shiiitt, ini adalah kisah ku yang bakal jadi bencana.

Vote terus cerita ku ya guys.
Semoga kalian suka.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!