Part 16

6.6K 176 4

"Jessi, maafin mama kelakuan mama ku ya." Ujar fariz.

"Gak usah minta maaf, aku udah maafin mama mu. Mendingan sekarang kamu gak usah deketin aku lagi."

"Jes, aku mohon jangan bicara seperti itu, aku sayang sama kamu. Dan aku juga gak tau kenapa mama sampai tau kemarin itu kamu di apartement ku."

"Udahlah riz, kita memang gak akan pernah bersatu. Aku sadar siapa aku. Mendingan buang aja rasa sayang kamu itu ke aku. Semua udah jelas mama kamu memang gak akan pernah setuju sama aku."

"Jes, tolong jangan siksa aku kayak gini."

"Maaf riz, tapi ini lebih baik buat kita. Kamu memang pantes untuk sabrina bukan aku."

"Jessssiiiiii"

Aku pergi dan berlari meninggalkan fariz yang terus memanggil nama ku. Aku hanya bisa menangis, yah menangisi hidup ku yang rumit dan tidak akan pernah ada ujung kebahagian, melainkan kesesangsaraan. Benar apa yang di katakan nenek tua itu, bahwa kehidpan ku akan sengsara.

Aku termenung di sebuah taman yang mungkin cukup mengobati rasa sakit ku. Air mata ku tak henti henti nya membasahi pipi ku.

"Kamu kenapa?"
Terdengar suara bariton dari arah belakang ku, seketika aku menoleh dan memandangi sesosok lelaki dengan tubuh tegap, tinggi, berotot pula. Dia sangat menawan, dan sedikit aku mengagumi nya.

"Ada masalah kah?" Sahut lekaki itu yang membuat aku membuyar kan lamunanku.

"Enggh, itu bukan urusan mu." Ucap ku.

"Wuiih galak amat jadi cewek."

"Maaf saya tidak kenal anda, jadi jangan SKSD jadi orang"

"Kenalin aku marcel, kamu sendiri siapa?"

"Jessi" jawab ku singkat.

"Hmm nama nya yang indah, buy the way kamu ngapain sendiri di sini, pakai acara nangis pula."

"Aku udah bilang ke kamu, bukan urusan mu. Gak ngerti ngerti banget ni orang."

"Wooiitt woles woles ladys. Aku kan cuma nanyak doang, ya siapa tau aku bisa bantu."

"Jangan sok akrab lo."

"Widiihh galak amat, ya udah kalau kamu gak mau kasik tau. Tapi suatu nanti kamu bakalan cari aku dan curhat sama aku." Marcel dengan senyum jahil nya.

"Ogaaahh gue cari lo."

"Wuudiihh, sejak kapan manggil nya gue lo, perasaan tadi gak deh. Hehehe."

"Iiihh dasar monyet lo."
Lalu aku pergi dan tidak menghiraukan lelaki "dasar cowok saraf. Bisa bisa nya deketin aku, iih mudah mudahan gak ketemu tu orang, tapi dia tampan juga, huuuh kenapa jadi kepikiran cowok itu siih, atau jangan jangan aku mulai suka. Segitu cepat kah aku berpaling hati. Yang dulu aku sangat mencintai fariz, tapi kini malah menyukai sesosok marcel lelaki yang baru aku kenal." Gumam ku dalam hati.

Maaf ya kalau part ini cerita nya pendek author bener2 lagi sibuk banget
Menurut kalian jessi lebih pantas dengan siapa fariz atau marcel. Koment ya. Jangan lupa vote trus.

Thanx for all.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!