Zero - Rei

3.7K 153 11

All of characters NARUTO belongs Masashi Kishimoto

I just borrow them and make this story

OOC, Typo, Alur cerita ngga jamin. Karangan abal-abal karya pemula.

Pairing 《?》

Genre 《 romance 》

Don't like. Don't read

Suara kicauan burung terdengar merdu. Bernyanyi mengiringi mentari yang memancarkan sinarnya. Hangatnya menyelimuti dedaunan hijau nan rimbun. Kelopak sakura berguguran tertiup angin sepoy yang menyejukan.

Pagi yang sempurna di musim semi.

Sayang semua itu hanya hayalan pembuka cerita yang biasa happily ever after.

Kondisi saat ini.

Tidak ada kicauan burung yang merdu yang sumbang pun tak ada. Populasi burung sudah sangat berkurang. Dan mereka takut untuk mendengarkan suaranya pada manusia yang kebanyakan tidak berprikehewanan.

Mentari yang seharusnya memancarkan sinar hangatnya memilih bersembunyi dibalik awan mendung yang tebal.

Awan mendung pun terlalu berat menanggung bebannya dan akhirnya menumpahkan segalanya ke permukaan bumi.

Air hujan turun dengan derasnya.

Dan sang angin tak mau kalah dengan petir di langit. Dengan kekuatannya angin ikut meramaikan suasana. Merontokkan bunga-bunga sakura yang merekah.

Pagi yang sempurna di musim semi.

Sempurna bagi tokoh utama cerita ini.

Hyuga Hinata.

Doanya untuk tak ada pelajaran olahraga yang temanya adalah berlari mengelilingi lapangan Kishimoto High School distrik Konoha terkabul.

Dia bukan tipe atletis seperti Lee yang akan selalu semangat mengitari lapangan walaupun matahari merekah dengan suhu panasnya.

Dia juga bukan tipe pemalas seperti Shikamaru yang selalu memilih membolos tidur dibelakang bukit sekolah. Dan beruntungnya tak ada satu pun guru yang menegurnya. Nilainya yang selalu sempurna itu membuat semua guru bungkam.

Dia hanya Hyuga Hinata.

Gadis sekolah atas kelas dua. Tidak terlalu bisa olahraga. Tidak terlalu pintar dalam akademik. Tidak terlalu berbakat dalam hal seni. Tidak terlalu mencolok di sekolah. Tidak terlalu memiliki teman yang banyak.

Intinya dia hanya murid biasa tanpa ada hal yang membuat dirinya dikenal banyak orang.

Jam pelajaran olahraga dibatalkan, selain karna cuaca, lapangan indoor milik sekolah ini sedang direnofasi.

"Oey Naruto! Pergi ke kantin?" Ajak seseorang berambut coklat.

"Oke.. Ayo!" Balas Naruto pada Kiba.

"Kau tak memakan bekal dari orang spesial mu?" Tanya Kiba menggoda sambil melirik kotak bekal yang masih dibungkus kain berwarna lavender.

"Berisik.. aku akan memakannya nanti.. Ayo! Sebelum aku berubah pikiran." Naruto menjawab sambil berlalu pergi keluar kelas.

Hinata mendengar semua perbincangan teman sekelasnya itu.

Disinilah ia saat ini. Berdiri dibalik dinding lantai dua dekat tangga yang menuju ke kantin.

Sunny PlaceBaca cerita ini secara GRATIS!