Part 15

7.4K 214 1

*kampus*

"Jes, loe mati loe sekarang." Sahut karin.

"Tunggu deh rin, kamu tumben banget nyebut loe gue. Canggung aku denger nya." Ujar ku

"Yah sebagai tanda kalau kita ini sudah menjadi sahabat. Bisa di bilang akrab. Loe harus belajar nyebut kayak gitu ya jes."

"Iya deh rin. Buy the way berita buruj apaan sih.?" Tanya ku penasaran.

"Mending loe ke ruang dosen sekarang. Dan liat siapa yang sudah nunggu loe di sana."

Aku pun melangkah menuju ruang dosen dan melihat seorang wanita yang glamor yang sedang duduk bersama wanita yang aku kenal. "Sabrina" gumam ku dalam hati.

Aku mulai akhiri menghampiri mereka.

"Maaf pak, apa bapak mencari saya?" Ucap ku.

"OOH JADI INI WANITA YANG SUDAH MEMBUAT ANAK KU HANCUR.?" Ucap wanita itu terbangun dan menatap ku dengan sinis.

"Maksud tante apa ya?" Tanya ku heran

"Jangan pura pura bodoh kamu jadi orang. Kamu sudah membawa anak saya ke apartement kan?"

"Apartement?"

"Iya, fariz adalah anak ku. Kau telah menggoda dia kan? Apa yang kau lakukan kemaren malam dengan di apartement itu. JAWAB." Tegas wanita yang mengaku mama nya fariz.

"Maaf tante saya tidak pernah menggoda anak tante. Melainkan fariz lah yang sering menggoda saya. Masalah apartement itu bukan saya yang mengajak fariz. Tapi dia yang mengajak saya. Dia bilang bahwa itu apartement nya, kalau tidak percaya tante bisa tanyakan sendiri sama anak kesayangan tante itu. Jadi kalau tante mau menuduh saya cari tau yang sebenar nya jangan langsung main sikat aja. Maaf kalau saya berbicara lancang dengan tante. Saya masih punya harga diri." Tegas ku.

"BERANI KAU BERBICARA SEPERTI ITU PADA KU. KAU BELUM TAU AKU INI SIAPA HAH"

"Maaf tante saya tau anda siapa. Saya sadar bahwa anda adalah orang yang sangat kaya. Jadi tenang saja, saya tidak akan mengejar fariz cuma karena harta."

"Kau.....!!!!"

"HENTIKAN MAMI" tegas fariz dari arah pintu luar ruang dosen. Dan menghentikan mami nya yang hampir menampar ku dan melihat sabrina dengan senyum kemenangan nya.

"Jangan pernah sesekali mami melukai dia." Ucap fariz

"Fariz, kau berani melawan mami hanya demi membela wanita kampungan dan jahat ini "

"Dia bukan wanita jahat mi, dia wanita baik baik. Justru wanita jahat itu adalah wanita yang berada di samping mami. Dan jessi juga bukan wanita kampungan, bagi ku dia wanita yang kaya, kaya hati maksud ku." Ucap fariz

"Fariz buka mata mu. Jessi tidak pantas untuk mu." Sambung sabrina.

"DIAM KAU WANITA JALANG." Teriak fariz.

"Apa wanita jalang, kau menyebutku dengan sebutan wanita jalang. Apa maksud mu riz.?" Tanya sabrina kesal.

"Iya aku sudah tau semua kebusukan mu. Kau kira aku tidak tau bahwa kau telah menjadi wanita simpanan om om." Ucap fariz.

Plaaaaaakkkkk satu tamparan mendarat di pipi fariz hingga meninggalkan bekas merah. Sabrina hanya terdiam dan menangis mendengar ucapan yang di lontarkan oleh fariz.

"Aku benci dengan mu. Kau sudah merusak harga diri ku di depan dosen dan mami mu." Ucap sabrina dengan meneteskan air mata.

Faris tersenyum dingin dan memandangi sabrina dengan tajam.

"Apa yang telah kau lakukan saat ini, apa tidak membuat harga diri jessi rusak? Kau sudah mengatakan nya sebagai penggoda ku, apa kau tau betapa sakit nya dia mendengar ucapan itu. Dan kau mengatakan semua itu pada mami ku. Begitu lah rasanya kalau harga diri nya sedang di jatuhkan" Tanya nya seakan menskak sabrina.

Sabrina pun tidak sanggup mendengar semua ucapan fariz. Ia keluar dengan tangisan yang sudah cukup membuat nya terpukul.

Suasan memanas. Aku juga tidak tahan dengan suasan ini. Akhir nya aku pun berlari dan meninggalkan fariz,mami dan dosen di sana. Fariz hanya mematung melihat kepergian ku.

Aku menangis dan terus menangis.
"Ya Tuhan cobaan apa lagi ini, apakah nasib ku tidak akan pernah bahagia.?" Ucap ku dengan meneteskan air mata yang tak kunjung henti.

Sori lama update nya. Mohon maklum nya ya cerita nya agak singkat lagi sibuk bingit nih.

Jangan lupa koment nya ya. Please. Hihihihi....

Thanx for all.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!