Part 14

8.3K 210 3

Jessi Pov

Aku terbangun dari tidur ku. Dan merasakan pelukan yang hangat dan nyaman melingkar di pinggang ku. Aku menoleh ke belakang dan melihat wajah fariz yang sangat tampan sedang tertidur pulas.
Aku mengamati setiap wajah nya. Dia begitu memukau. Dan aku semakin mencintai nya. Tapi aku berpikir apakah aku dengan nya bisa bersatu. Aku dan dia bagaikan langit dan bumi. Apakah kalau aku bersama nya keluarga nya bisa menerima ku, aku ini kan gadis yang sangat miskin. Apakah aku pantas bersanding dengan fariz yang sangat kaya raya dan tidak kekurangan apapun.
Kejadian tadi malam sungguh membuat ku tidak ingin berpisah dengan nya. Tapi aku sadar akan perbedaan ini.

Aku langsung terbangun dan berjalan masuk kamar mandi. Setelah itu aku memakai pakaian ku yang aku kenakan tadi malam, yaah drees yang di belikan oleh fariz.

Lalu aku berjalan dan menghampiri dapur melihat isi dalam kulkas. Aku sangat terkejut melihat begitu banyak makanan.

"Niih orang mau buka supermarket kali ya. Lengkap banget isi kulkas nya." Gumam ku dalam hati.

Aku mulai memikirkan untuk memasak makan yang akan di sukai oleh fariz.

Ketika aku sibuk dengan urusan dapur, tiba tiba aku terkejut karena ada yang memeluk ku dari belakang, aku langsung menoleh dan melihat fariz tersenyum hangat kepada ku.

"Kau sedang apa sayang?" Tanya nya sambil masih memeluk ku dan mencium puncak kepala ku.

"Ada aja, kamu mandi giih. Habis itu sarapan. Aku akan membuat mu sarapan yang lezat pagi ini."

"Hmmm, ternyata calon istri ku ini pintar memasak ya? Hehe"

"WHAT.... Aku ini calon istri mu. Pacaran aja kita belum."

"Heeeiii, kau lupa apa yang kita lakukan tadi malam.? Dengan kau bercinta dengan ku, itu nama nya kau menerima ku sebagai pendamping hidup mu."

Aku terdiam dan pipi ku memerah. Aku tak kuasa menahan malu. Apa yang di ucapkan fariz memang benar. Aku tak tau harus berbicara apa dengan nya.

"Mendingan kamu mandi dulu giih. Badan mu bau.." elak ku

"Kamu sengaja mengelak ya. Pembicaraan kita tadi tu belum selesai."

"Udah sana mandi cepetan."

"Ok darling."

Setelah fariz menyelesaikan membersihkan tubuh nya. Sedangkan aku sudah mempersiapkan sarapan yang aku masak. Aku hanya memasak ayam goreng dan ikan laut. Yah aku kan orang sederhana jadi aku hanya bisa memasak makan itu.

"Taraaaaa, sarapan sudah siap." Ucap ku

"Hmmmmm, dari bau nya kayak nya enak ni."

"Cobain dulu". Pinta ku.

"Sayang, enak banget ayam goreng dab ikan laut nya. Belajar masak dari mana kamu"? Tanya nya sambil melahap makanan nya.

"Dari ibu ku. Kamu suka? Maaf ya aku membuat mu makanan kampung. Aku tidak bisa memasak makan ala chef luar negeri."

"Tidak apa apa, ini saja udah buat aku senang."

Kami berdua pun akhir nya menyelesaikan sarapan kami. Aku membereskan piring yang ada di atas meja dan mencuci nya hingga bersih. Sedangkan fariz hanya duduk manis depan televisi dan menonton acara komedi yang membuat dia tertawa terbahak-bahak.
"Oh Tuhan, dia tertawa pun terlihat sangan tampan." Gumam ku dalam hati.

"Jessi, apa kau sudah selesai mencuci piring?" Tanya nya.

"Sudah riz."

"Kemarilah, temani aku nonton. Acara nya seru."

Kami berdua pun tertawa menonton acara televisi itu. Aku mulai memandangi fariz, dan kami pun duduk berdekatan.

"Riz, aku bertanya sesuatu pada mu."

"Apa?"

"Kenapa kau kemaren membeliku pakaian? Apa pakaian yang gunakan sebelum nya membuat ku terlihat jelek?"

"Hahhaaha, bukan begitu maksud ku. Aku hanya ingin melihat mu memakai dress, karena aku selalu melihat mu memakai kemeja dan celana jeans. Yaaah aku kan ingin melihat mu tampil beda. Ternyata kau sangat cantik memakai dreess itu. Dan sangat membuat ku bergairah. Hehehe" fariz yang terkekeh dan menggoda ku.

"Faaaaaaariiiiiiiizzzzzzzzz" teriak ku sambil memukul pelan dada bidang fariz

Jam menunjukkan pukul 11.00 aku lupa kalau hari ini aku ada mata kuliah.

"Gawat riz, aku ada mata kuliah sekarang. Aku lupa."

"Santai aja sayang. Bolos sekali gak apa apa kok. Percayalah. Udah gak usah takut gitu."

"Aku mau pulang sekarang. Pasti ayah dan ibu mencari ku. Astaga handphone ku kemaren mati. Aku lupa charge. Pasti ayah menghubungi ku."

"Yaudah kita balik sekarang."
Ujar nya.

Dalam perjalanan hati ku berdegup kencang. Memikirkan alasan apa yang akan aku lontarkan pada kedua orang tua ku.

Sesampai nya aku di rumah. Aku melihat ayah sudah ada di depan pintu. Dan melihat aku dan fariz dengan tatapan sinis.

Plooook..plooookkk.plooook.

"BRENGSEK, KEMANA KAU MEMBAWA PERGI PUTRI KU SEMALAMAN, HAAHH?" Ucap ayah dengab nada tinggi dan mengundang para tetangga untuk melihat kejadian ini.

"Ayah sabar, jangan salahkan fariz. Aku kemaren menginap di rumah teman ku. Awal nya fariz mau menghantarkan aku pulang. Tapi aku menyuruh nya untuk menghantarkan ku kerumah temen karena ada tugas yang aku selesaikan. Tapi aku tertidur di sana. Tolong ayah jangan salahkan fariz." Ucap ku memohon.

Fariz melihat ku dengan tatapan kaget dan heran.

"Tapi om....." ucap fariz terputus karena aku melarang nya berbicara.

"Ayah, jangan marah lagi sama fariz. Aku yang salah, aku yang keras kepala. Dan tadi aku menelpon fariz memakai telpon teman ku untuk menjemput ku."

"Apa itu benar? Pantas saja ayah menelpon mu berulang ulang kali tapi handphone mu tidak aktif." Ujar ayah.

"Maaf yah, karena jessi gak ngabarin ayah."

"Baiklah kali ini ayah maafkan kesalahan kalian. Nak fariz tolong jangan di ulangin lagi ya. Bila perlu kamu langsung kerumah teman jessi dan membawa paksa jessi pulang. Ayah tidak ingin putri satu satu ayah terjadi hal hal buruk." Ucap ayah tegas"

"Maaf om, fariz janji fariz akan lebih ngejaga jessi."

Fariz lalu pergi dari rumah ku. Dan melihat ku dengan senyuman manis nya.

Aku menghela nafas panjang dan untung saja ayah percaya dengan ucapan ku. Dan untung saja aku tidak.memakai dress yang di beli fariz. Bisa mati aku dan fariz sampai ayah tau kalau aku menginap di rumah fariz.

Aku duduk termenung di dalam kamar. Dan senyum senyum sendiri atas apa yang aku lakuin kemaren malam dengan fariz. Sungguh indah. Dan itu yang kedua kalinya aku melakukan hubungan intim nya.

Truuuuutttt.....truuuuuttt.. handphone berdering
From:karin

"Ya haloo"

"Jes loe mesti ke kampus sekarang. Ada berita buruk buat loe." Ucap karin dari seberang.

"Heii rin kenapa? Tumben manggil aku dengan sebutan loe."

"Pokok nya loe kesini. Cepetan. Ini masalah loe sama fariz."

Tuut..tuut

Telpon terputus. "Apa yang terjadi kenapa karin bilang ada masalah buruk. Ooh Tuhan apa lagi sih ini."

Haiii readers sory ya lama update. Kasik koment dong. Biar author lebih semangat ni nulis lanjutan nya.

Thanx for vote.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!