Part 13

9.2K 251 1

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 wib. Aku masih bingung dengan apa yang akan aku pakai di hari ini.

"Astaga udah jam 7. Bisa di bunuh aku sama fariz. Kalau sampai dia tau aku belum siap-siap."

"Sayang ada yang mencari mu. Cepat keluar nak." Sahut ibu dari luar kamar ku.

Aku tersontak kaget mendengar ucapan dari ibu. "OMG itu pasti fariz. Dia bilang kalau aku harus siap ketika ia datang." gumam ku.

Aku mempercepat gerakan ku untuk menghias diriku agar terlihat sempurna di mata fariz.

Aku pun keluar dari kamar ku. Dan melihat fariz sudah terlihat duduk manis di ruang tamu ku yang jelek itu. Dia duduk di tempat duduk kayu. Bukan sofa empuk seperti milik nya.

"Ayah, ibu. Jessi mau keluar dulu ya."

"Iya ayah,bu. Saya pinjam jessi nya sebentar saja." Ujar fariz sambil tersenyum.

"Iya nak fariz, jaga anak ibu baik-baik ya." Ucap ibu.

"Baiklah bu." Jawab fariz.

Aku pun dan fariz mulai keluar dari rumah. Dan membukakan aku pintu mobil nya selayak nya tuan putri.

"Kita mau kemana?" Tanya ku

Fariz hanya tersenyum dingin dan tidak menjawab pertanyaan dari ku. Aku bingung dengan sikap nya yang terkadang baik dan terkadang menjadi dingin dan juga menjadi sangat kasar.
Dalam suasana hening di mobil fariz, aku terus saja menanyakan ke fariz kalau kita akan pergi kemana. Ia pun selalu tidak mau menjawab nya.
Kesabaran ku sudah mulai meledak. Fariz hanya terdiam dan senyum setiap aku berbicara pada nya.

"EHH COWOK MESUM. KAU MAU MENGAJAK KU KEMANA? DARI TADI DIEM AJA. LAGI KESAMBET YA?" teriak ku.

Entah apa yang ada di pikiran fariz. Ia hanya tersenyum geli pada ku.
Aku melihat dari arah luar kaca mobil. Yang aku lihat fariz mengajak ku ke sebuah mall. Aku tak tahu mengapa dia membawa ku ke tempat ini.

"Ayo keluar." Ucap nya dengan dingin.

"Riz, kita mau jalan-jalan ke sini. Ok deh aku suka mall."

Fariz hanya tersenyum geli melihat ku seperti cewek kampung.
Fariz memegang tangan ku dengan erat. Ia membawa ku ke tempat baju. Astaga jangan bilang kalau dia mau beli aku baju karena baju yang aku pakai sangat jelek.

Dan ternyata benar dia membelikan aku sebuah dress berwarna biru dongker. Mungkin fariz tau ukuran ku, dengan sekali pilih lalu ia menyuruh ku memakai nya.
Harga nya pun terbilang sangat mahal.

Setelah membeli baju di ajak nya aku ke sebuah apartement yang tak jauh dari mall itu. Dan aku tak tahu apartement siapa itu.
Fariz menyuruhku untuk segera turun, aku pun menuruti nya.

"Riz, apartement siapa ini? Kenapa kau membawa ku kesini."

"Ini apartement milik ku. Kalau aku sedang males diem di rumah aku selalu menginap di sini."

"Hmm, pasti kau sering membawa sabrina ke apartement mu ini kan?"

"Kalau iya memang nya kenapa? Kau cemburu?" Ejek nya dengan tatapan jahil.

"Hmmm, eng...gak sih. Biasa aja tuh"

"Jangan bohong, aku tau kau cemburu."

Fariz mendekatiku dengan tatapan nya yang tajam. Dia melihat terus-menerus dari ujung rambut sampai akhir nya ia melihat kedua buah dada ku yang tak ku sadari terlihat lumayan jelas dimata nya.

"You're sexy girl." Bisik nya.

Darah ku berdesir ketika mendengar ucapan yang di lontarkan nya. Jantung ku tak henti-henti nya berdetak kencang.

Lalu ia mengelus pipi kanan ku dengan lembut. Dan mulai mencium ku. Dan melumat bibir bawah ku. Aku pun membalas ciuman nya dan melumat bibir atas nya.
Ketika ku lepaskan ciuman ku. Ia berbisik lagi di telinga ku.

"Aku menginginkan mu lagi. Dan kau harus mau melakukan nya dengan ku malam ini." Bisik nya.

Aku hanya diam tak berbicara sepatah kata pun. Karena aku juga menginginkan nya.
Dia mencium ku lagi. Tapi kali ini ciuman nya sangat panas dan ciuman nya mulai turun di leher ku hingga meninggalkan kiss mark.
Itu membuat ku merasa terbuai.

Fariz pov

Dengan mencium nya. Aku langsung membukakan restleting dress belakang nya. Karena aku sengaja memilih dress seseksi ini. Karena aku ingin melihat lekuk body wanita yang aku cintai sekarang.

Dia sangat cantik. Dan ingin rasa nya aku melahap nya.

Tanpa basa-basi aku meremas kedua buah dada nya yang semakin aku lihat semakin besar.
Setelah itu aku buka bra nya. Ia menggelinjang dan nafas nya pun mulai tak beraturan.
Malam ini adalah malam yang panjang ku bersama nya.

Jessi pov

Setelah dia membuka bra ku. Buah dada ku di remas kasar oleh nya. Membuat aku terbuai. Lalu ia mencium dan menghisap puting buah dada ku dengan lembut.

Tanpa babibu, fariz membuka semua pakaian yang ada di tubuh ku. Dress,bra, cd semua di buka secara kasar oleh nya hingga aku full naked.

"Body mu masih seperti dulu. Sangat sexy. Itu membuat ku semakin bergairah sayang." Bisik nya dengan nada serak
Dan ia pun juga membuka kemeja dan celana nya. Membuang nya di sembarang tempat.

Fariz pov

Aku langsung mengluarkan benih ku di rahim jessi. Karena aku ingin dia menjadi milik ku selama nya.

Aku melihat wajah jessi yang sangat lelah. Aku mengkecup kening nya dan aku mengucapkan selamat tidur untuk nya.
Yah, ini bukan yang pertama aku melakukan pada jessi. Tapi ini adalah yang kedua aku melakukan nya bersama wanita yang sangat aku cintai.

Haaiii guys tunggu kelanjutan nya ya. Hihihi..=)

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!