7

1.5K 137 2

"Just let her, aku juga berharap dia tidak kembali ke rumah ini"

Rahang Johan mengeras, pria itu marah besar saat tahu anak perempuannya kabur dari rumah setelah bertengkar hebat dengan Daryl. Bibi Noor yang melihat pertengkaran itu tidak berani membuka suara.

"She's your sister! You have to protect her." kata Johan. Pria itu naik darah dengan tingkah laku Daryl yang kekanak-kanakan.

Daryl baru saja menginjak kepala dua dan anak itu belum bisa bertingkah laku dewasa. Ia tidak menyukai Rachel dan tidak pernah mau mengakui gadis itu sebagai adiknya.

"She's not my sister. Dia juga bukan anak yang diadopsi" Daryl menggeram marah.

Daryl dan Johan sangat bertolak belakang. Ayah dan anak itu tidak pernah akur sejak mereka mengetahui fakta kalau Miranda Hakim meninggal.

"Just say what you want. Sekarang juga kamu harus mencari Rachel dan bawa anak itu pulang,"

"Jangan pulang ke rumah, sampai kamu menemukan anak itu"

Daryl menghela nafas kasar, kemudian dia menyambar kunci mobilnya. Daryl keluar dari rumah sambil membanting pintu jati itu dengan keras.

Ia tak akan pernah menang jika menghadapi ancaman ayahnya. Maka dari itu, Daryl melajukan mobilnya dengan cepat menyusuri hiruk pikuk Kota Jakarta untuk mencari Rachel.

"Halo, kamu temannya Rachel?" sapa Daryl di teleponnya. Ia mencoba menghubungi beberapa teman Rachel yang nomornya ia dapat dari buku telepo di rumah.

"Iya, maaf ini siapa yah?"

"Saya.. kakaknya Rachel" kata Daryl dengan suara yang tercekat.

"Setahu saya Rachel gak punya kakak"

Daryl tertegun. Apa gadis itu tidak pernah bercerita pada teman-temannya?. Apa Rachel memang sudah mengetahui semuanya sejak awal?

Daryl kembali terdiam, ia mencoba mengingat ulang bagaimana pertengkaran mereka dimulai.

"Now what?! Saya buat salah apa lagi?!" Rachel berdiri dari duduknya ketika Daryl datang sambil memaki-maki gadis itu.

"Kamu bilang apa ke teman-teman kamu tentang saya?! You must be the one who leaked that video!" Rachel tidak mengerti apa yang dibicarakan Daryl.

"What video? Saya gak ngerti maksud kamu" Daryl mendengus, ia menatap Rachel dengan tatapan menusuk.

"Pasti kamu yang mengunggah video saya ML dengan Natasya. You're the only one that know my relationship with her" Rachel meringis dengan tuduhan-tuduhan itu.

"And what's the good?" Daryl tertawa renyah.

"Kamu ingin menghancurkan nama saya di depan ayah dan dengan begitu kamu akan menyingkirkan saya just like your mom. She got rid of my mom" Rachel tertegun. Gadis itu menatap Daryl dengan pandangan yang sulit di artikan.

"Why don't you say a word? Wanna know the truth?" mata gadis itu berkaca-kaca, ia mencoba untuk tidak menangis saat ini.

"You and I aren't related by blood. You're not my sister. You're just a child from dad's affair with some woman." Daryl seperti kerasukan setan saat mengatakan semua itu. Ia tidak memikirkan bagaimana perasaan Rachel.

"Ibumu membuat orangtuaku bertengkar dan pada akhirnya mereka bercerai. Your mom is one bitch that kills my entire hapiness !"

"Cukup!!"

APOLOGYBaca cerita ini secara GRATIS!