Part 11

8.1K 237 3

Keesokan hari nya aku kembali ke kampus yang selama ini aku tinggalkan. Sampai sekarang pun ayah ku tidak pernah mengetahui bahwa aku selama 3 bulan ini cutti kuliah. Aku sudah memutuskan untuk tidak pernah memberitaukan nya kepada ayah dan ibu.

Dalam perjalanan ku menuju kampus hati ku sangat senang tak henti-henti nya wajah ku menebar senyuman..
Karena mengingat kebaikan fariz pada ku karena sudah membayar operasi ibu ku. Dan sekarang ibu ku keadaan nya sudah mulai membaik.

Terlihat sebuah mobil sport menghampiri ku. Aku tak tau bahwa yang menyetir mobil itu adalah fariz. "Astaga mobil baru lagi." batin ku.

"Haii, jessi cantik, aku baru saja mau kerumah mu, mengajak mu jalan bareng ke kampus." Ucap nya.

"Dari mana kau tau kalau aku mulai sekarang ke kampus lagi.?" Tanya ku heran.

"Hehehhe,, itu tidak penting bagi mu. Yang jelas aku sangat senang kau kembali lagi belajar di kampus." Jawab nya santai.
"Silahkan masuk tuan putri, kita akan berangkat ke kampus bareng." Ujar nya dengan senyuman.

"Makasih ya." Ucap ku dengan wajah tersipu malu.

Flash back.

"Pak saya mau. Bapak besok menelpon jessi untuk kembali kuliah lagi. Karena saya ingin jessi untuk kembali kuliah, dia adalah mahasiswi yang berprestasi. Dan saya ingin bapak memberikan dia sebuah penghargaan sekaligus beasiswa."

"Baik riz, bapak akan menelpon jessi untuk kembali kuliah. Dan bapak sudah rapat dengan dosen-dosen lain untuk memberikan beasiswa kepada jessi. Tapi jessi harus mengikuti ujian susulan dan nilai nya harus bagus".

"Saya jamin jessi pasti mendapatkan nilai bagus."

Kriing..kringg.(panggilan pak herman dosen)

"Ya hallo, kenapa pak.?"

"Jessi bapak minta mulai besok kamu masuk kuliah ya. Dan mengikuti ujian susulan."

"Baik pak. Terimakasih."

Flash back off

Fariz hanya tersenyum geli melamunkan omongan nya terhadap pak herman dosen nya.
Jessi yang sedari tadi melihat fariz hanya tersenyum, ia lalu melambaikan tangan nya menuju wajah fariz.

"Kau kenapa, sakit?" Tanya ku.

"Enggh, gak kok. Cuma lagi pengen senyum aja gak boleh? Jawab nya.

Semua mata memandangi ku, ketika aku turun dari mobil fariz, aku hanya menundukkan kepala ku menahan malu. Karena pasti semua ini teman-teman mengerjai ku lagi..

Sabrina lalu melihat ku dengan fariz. Ia langsung menghampiri ku dan menamparku hingga meninggalkan bekas merah di pipi ku.

"Dasaar cewek murahan, ngapain siihh loe deket sama cwok gue. Pakai pegangan tangan segala lagi. Dan kamu fariz ngapain kamu jalan sama ni cewek." Ucap nya dengan penuh kesal dan amarah.

Fariz hanya terdiam dan menghelus pipi ku yang sedari tadi merasakan sakit di tampar oleh sabrina.

"MULAI SEKARANG KITA PUTUS. GUE GAK MAU PACARAN SAMA CEWEK GALAK KAYAK LOE..." tegas fariz.

Sabrina hanya terdiam mendengar ucapan yang di lontarkan oleh fariz, air mata nya mulai membasahi pipi nya. Ia berlari dengan cepat nya, entahlah kemana ia pergi..

Aku tak bisa mengatakan apapun, karena aku mengetahui watak fariz. Ia sangat keras kepala dan bisa sangat tegas.

"Kenapa kau memutusi nya? Bukankah aku juga galak sama seperti nya.?" Ujar ku.

"Hahh, kamu galak?? Heemm menurut ku gak deh. Kamu itu sebenar nya mempunyai sifat yang anggun dan itu membuat ku suka. Hehehe.." ucap fariz sambil meluarkan ketawa jahil nya.

"Iiih kamu itu, sana cepet kejar dia. Bilang kalau tadi kamu itu emosi." ucap ku.

"Ogaahh,, aku gak mau ngejar cewek galak dan seangkuh dia." Ucap fariz dengan tidak menoleh ke arah ku.

"Riz."....
Sebelum aku bicara dia langsung meninggalkan ku tanpa mengucap sepatah kata pun. Aku sangat bingung dengan sikap nya.
Tanpa memikirkan nya aku langsung masuk ke ruangan dosen. Semua dosen terlihat gembira ketika aku kembali ke kampus itu.

"Selamat datang kembali jessi." Sahut dosen yang bernama pak herman.

"Terima kasih pak," ucap ku dengan penuh kebahagiaan.

Banyak kata yang di lontarkan dosen kepada ku. Aku hanya tersenyum mendengar ceramah nya. Telinga terasa panas mendengarkan ceramah nya. Ingin sekali rasa nya aku cepat pergi dari ruangan itu.

Setelah lama berbincang-bincang akhir aku keluar juga dari ruangan panas itu.

Akhir nya aku berjalan menuju kelas yang selama ini aku rindukan. Tapi pak herman mencegat ku. Dan menyuruh ku untuk kembali.

"Jessi tunggu". Sahut pak herman.

"Ada pak,?" Ucap ku singkat.

"Bapak lupa memberitaukan mu bahwa kamu harus mengikuti ujian susulan sekarang."

"Sekarang pak?" Aku terlihat kaget bahwa aku harus mengikuti ujian susulan sekarang.

"Tapi saya belum belajar pak." Ucap ku.

"Bapak yakin kamu bisa menjawab semua soal-soal itu." Ucap pak herman dengan yakin nya.

"Baiklah pak."

Aku kembali ke ruangan dosen, dan mengikuti ujian susulan hanya seorang diri dan hanya di temani beberapa dosen di sana.

Aku menjawab dengan santai nya materi yang telah di berikan pada ku. Dan tidak ada rasa ragu dalam hati ku untuk menjawab nya.
"Ohh tuhan terimakasih karena aku telah di berikan kesempatan untuk melanjutkan kuliah ku." batin ku

Maaf ya lama update nya semoga kalian suka dengan cerita ku. Tunggu kelanjutan nya ya. Thanks. :*



Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!