Cerita Ramayana

1.3K 2 2

* sumber: Lembaran ‘Jalan Cerita RAMAYANA’ dari pt. taman wisata candi

BOROBUDUR, PRAMBANAN _ RATU BOKO

***************************************************************************************

          Dahulu kala, di Negeri bernama Mantili yang dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Janaka mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Dewi Shinta. Prabu Janaka sangat menyayangi Dewi Shinta, hingga Prabu Janaka ingin memilihkan calon suami yang sesuai untuk anak putrinya.

            Untuk menentukan calon suami di putuskanlah diadakan sayembara. Akhirnya, sayembara tersebut telah di menangkan oleh putera mahkota kerajaan Ayodya yang bernama Raden Rama Wijaya. Akhirnya Rama dan Shinta menikah.

            Hidup Rama dan Shinta berjalan harmonis, mereka berdua sering masuk keluar hutan Dandaka untuk berburu. Sementara itu, ada yang tidak senang melihat keharmonisan mereka berdua, yaitu Sarpakenaka. Sarpakenaka ternyata telah membuat ide. Dia akan memfitnah Rama, lalu membunuhnya dan kemudian menikahkan Shinta dengan kakaknya, Raden Prabu Rahwana pemimpin negeri Alengka.

            Sarpakenaka bergegas ke negeri Alengka untuk menjalankan siasatnya. Sesampainya di negeri Alengka, Sarpakenaka segera mencari kakaknya. Ternyata Kakaknya sedang berada di Pendapa kerajaan Alengka, untuk mengadakan pasewakan Agung yang di hadiri oleh Kumbakarna, Indrajid, Patih Prahasta dan juga rakyat negeri Alengka. Di saat itulah, Sarpakenaka hadir sambil menangis terisak isak, dia pun bercerita bahwa dia telah di perdaya oleh seorang satria yang tengah berburu di hutan Dandaka bersama temannya, dan ada seorang wanita cantik ikut bersamanya. Mendengar itu, Rahwana marah, dipanggilnya Kalamarica untuk membalasnya. Mendengar itu Sarpakenaka gembira dalam hati.

            Sementara itu di hutan Dandaka, Rama, Shinta dan adik Rama, Leksmana sedang dalam pengembaraan mencapai hutan. Ternyata Rahwana telah sampai, dia sungguh terpesona oleh kacantikan Dewi Shinta. Rahwana bermaksud mempersuntingnya karena Rahwana pikir, Dewi Shinta adalah reinkarnasi Dewi Widowati sang kekasihnya. Rahwana memutar otaknya, mencari akal. Akhirnya, Rahwana mengubah Kalamarica, utusannya yang ikut bersamanya menjadi seeokor Kijang. Kijang yang sangat elok rupawan. Kijang itu bernama Kijang Kencana.

            Dewi Shinta segera melihat Kijang tersebut. Dewi Shinta meminta suaminya, Rama. Untuk menangkap Kijang tersebut. Rama bersedia, dan segera mengejar Kijang tersebut. Rama terus mengejar sampai – sampai meninggalkan Shinta dan Leksmana.

            Rama terus mengejar. Hingga Kijang itu terkena panah Rama. Ternyata Kijang tersebut berubah menjadi Raksasa Kalamarica. Pertempuran sengit tak dapat di hindarkan, Marica akhirnya kalah. Mengetahui ada yang tiak beres, Rama segera kembali menyusul Leksmana dan Shinta di tempat semula.

            Rupanya, Leksmana dan Shinta yang sedari tadi menunggu Rama, mulai gelisah. Bermacam macam pikiran mulai mengusik ketenangan jiwa Shinta. Shinta segera menyuruh Leksmana untuk mencari Rama. Leksmana pun segera pergi meninggalkan Shinta. Namun sebelum pergi, Leksmana melingkari Shinta dengan lingkaran Magis untuk menjaga keselamatan Shinta.

            Rahwana yang sedari tadi bersembunyi, mengetahui Shinta telah ditinggal seorang diri mulai melakukan siasat berikutnya. Yaitu menculik Shinta. Namun, siasat itu gagal karena lingkaran magis yang telah di buat Leksmana. Rahwana mendapat akal, yaitu merubah dirinya menjadi Brahmana tua. Rahwana berpura pura lewat di depan Shinta dan kemudian terjatuh. Shinta yang kasihan segera menolongnya, alhasil, Shinta telah keluar dari lingkaran. Saat itu juga Rahwana menculiknya dan segera ia bawa terbang ke Alengka.

            Perjalanan Rahwana membawa Shinta ke Alengka terhambat oleh seekor burung Garuda bernama Jatayu. Jatayu ingin menolong Shinta, karena Jatayu tau, Shinta adalah putri Prabu Janaka, sahabatnya. Akhirnya perang antara Rahwana dan Jatayu pun tak dapat di hindari. Namun, ternyata Jatayu dapat di lumpuhkan oleh Rahwana.

            Setelah Leksmana menemukan Rama di tengah hutan Dandaka, Leksmana segera mengajak Rama untuk menemui Shinta. Namun, alangkah bingung mereka saat melihat Shinta sudah tidak di tempatnya lagi.

            Tak jauh dari tempat Rama dan Leksmana, terdengar erangan burung Garuda. Setelah mereka selidiki, ternyata seeokor burung Garuda yang sekarat. Melihat luka burung Garuda itu, Rama menyangka bahwa burung Garuda bernama Jatayu itulah yang menculik Shinta. Jatayu ingin di bunuh oleh Rama namun, dapat di cegah Leksmana. Jatayu pun memberitahukan kejadian sebenarnya, bahwa Rahwana raja dari negeri Alengka lah yang menculik Shinta. Setelah mengatakan yang sebenarnya, Jatayu mati dalam iringan Rama dan Leksmana.

            Rama dan Leksmana sangat berduka, tiba tiba datanglah seekor kera berwarna putih bernama Hanuman. Ternyata Hanuman sedang di utus pamannya, Sugriwa untuk mencari dua orang satria yang dapat mengalahkan Subali. Paman Hanuman, Sugriwa ternyata tak mampu mengalahkan kakaknya,  Subali yang memiliki kekuatan sakti. Subali telah merebut kekasih Sugriwa, Dewi Tara. Karena kasihan dan persamaan nasib, Rama bersedia membantu Sugriwa mengalahkan Subali.

            Rama, Leksmana, Hanuman dan Sugriwa segera ke tempat Subali berada. Rupanya, Subali sedang bersama Dewi Tara dan putranya Anggada. Sugriwa segera menantang Subali bertempur. Subali pun menyanggupinya.

            Pertempuran yang tak seimbang terjadi. Berkat bantuan Rama, Subali dapat di kalahkan. Akhirnya Sugriwa dapat bertemu kembali dengan Dewi Tara. Karena jasa baik Rama, Sugriwa membantu Rama untuk mencari istrinya, Dewi Shinta. Maka di utuslah Hanuman untuk menyelidiki kekuatan kerajaan Alengka.

            ***

            Di dalam kerajaan Alengka, Trijata kemenakan Rahwana sedang menghibur Shinta. Tiba tiba Rahwana datang dan membujuk Shinta untuk menjadi permaisurinya. Namun bujuk rayu Rahwana di tolak, Rahwana pun marah dan hendak membunuh Shinta. Namun dapat di cegah Trijata. Trijata pun membujuk Rahwana agar bersabar. Rahwana pun menyanggupi untuk bersabar, dia segera mengurung Shinta di kamar istana kerajaan Alengka. Di kesendiriannya itulah dia mendengar tembang yang di bawakan oleh Hanuman. Setelah yakin Dewi Shinta telah menyadari kehadirannya. Hanuman segera menyampaikan maksud kedatangannya yang merupakan utusan Prabu Raden Rama Wijaya. Shinta sangat senang mendengarnya. Dan Shinta di minta untuk bersabar.

            Setelah sampai menghadap Shinta, Hanuman segera menyelidiki kekuatan prajurit kerajaan Alengka. Namun, di tengah penyelidikannya hampir selesai, dia tertangkap oleh Indrajid, putra Rahwana. Setelah tertangkap, Hanuman di bawa menghadap Rahwana. Rahwana sungguh marah setelah mendengar ada mata mata di kerajaannya. Rahwana memutuskan hukuman mati bagi Hanuman. Namun hukuman tersebut di tolak oleh Kumbakarna. Rahwana makin marah, karena Kumbakarna lebih membela Hanuman.  Maka Kumbakarna di usir dari kerajaan Alengka. Tetapi, hukuman mati Hanuman tetap di laksanakan yaitu, Hanuman di bakar hidup hidup. Ketika Hanuman akan di bakar di alun alun, Hanuman tidak mati oleh api yang membara itu tetapi api api itu menyebar ke seluruh alun alun. Bahkan menyambar ke tempat tempat yang jauh. Kebakaran terjadi di negeri Alengka. Setelah ke adaan kacau balau, Rahwana segera meloloskan diri dan menghadap Rama.

            Di hadapan Rama, Hanuman memberitahukan ke adaan bala tentara negeri Alengka. Mendengar itu, Rama segera mengutus Hanuman, Anggada, Anila, dan Jembanwa untuk memimpin prajurit kera menyerang Alengka.

            Prajurit perbatasan sedang berjaga jaga tiba tiba saja di serang pasukan kera kera yang sangat banyak. Perang campuh yang sangat ramai. Dalam perang terseut, Indrajid putra Rahwana gugur di Palagan. Rahwana gugur kemudian karena terkena panah pusaka Rama.

            Setelah Rahwana mati, dengan diantar Hanuman. Shinta menghadap Rama. Tetapi Rama menolak karena di dalam pikiran Rama, Shinta telah ternoda selama berada di Alengka. Maka Rama minta bukti kesucian kepada Shinta. Untuk membuktikannya, dengan sukarela Shinta bakar diri. Karena kesuciannya dan kejujurannya. Shinta di tolong oleh Dewa Api. Shinta selamat dari Api yang ingin membakar dirinya. Setelah terbukti kesuciannya. Rama menerima Shinta dengan perasaan haru dan bahagia.

TAMAT ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

* sumber: Lembaran ‘Jalan Cerita RAMAYANA’ dari pt. taman wisata candi

BOROBUDUR, PRAMBANAN _ RATU BOKO

Cerita RamayanaCerita Gratis yang akan Anda Sukai