PROLOG

4.5K 312 6

"Semoga kamu mengerti, semoga kamu mengerti... maafkan saya" untuk kesekian kalinya pria itu kembali menatap tubuh kaku yang telah mendingin itu. Kegelisahan dan kecemasannya terkubur di bawah rasa penyesalan dan bersalahnya.

Pria itu meraih tangan dingin milik gadis itu, menggenggamnya dengan erat. Ia mencium kening, mata, hidung, pipi, hingga bibir pucat itu secara berurutan dengan air mata yang mengalir di sudut matanya. "Lihat, kamu berhasil buat saya menangis dihadapanmu".

Beberapa orang yang berada di ruangan itu ikut menangis melihat betapa setianya pria itu di samping jenazah seorang gadis yang akan dinikahinya beberapa hari lagi. Tatapan kasihan menghujani Daryl, bahkan kini pria itu sudah tidak peduli tentang imagenya di mata publik yang berubah menjadi laki-laki cengeng.

Daryl Ricardson, pria yang setiap harinya terlihat sok cool dan cuek itu kini menjadi telur retak yang tak dierami induknya. Permintaan maafnya menggema dan tak terbalaskan. Dia sadar bahwa kini semuanya sudah terlambat.

Kini di pikirannya terulang kembali memori lama yang dilakukannya terhadap gadisnya itu. Bagaimana ia menarik ulur hati gadis itu. Membuatnya terikat dengan paksa. Memaksa gadis itu untuk mengoleh kepadanya seorang.

Itu semua dilakukannya tanpa ia sadari. Semuanya bagai air yang mengalir pada suatu DAS yang entah berasal dari mana. Ia sendiri tak tahu kapan ia mulai tidak bisa melepaskan gadis itu dari pandangannya.

Namun semuanya terlambat, disaat semua rencananya berjalan lancar. Disaat semuanya sudah sesuai rencananya, Tuhan ternyata punya rencana lain.

"Arrghhh!" keringat dingin mengalir di pelipisnya yang kini tercampur dengan air mata. Kepalanya sakit oleh semua beban yang dipikulnya.

"I'm sorry"

APOLOGYBaca cerita ini secara GRATIS!