Prolog

15.6K 948 19
                                    

"Ohayou minna san"

Gadis bermata emerald yang terlihat sangat ceria itu menyapa keluarga nya yang tengah berkumpul untuk sarapan.
Tak ada jawaban dari mereka. Yang terdengar hanyalah suara dentingan piring dan sendok.
Mencoba untuk tersenyum walaupun pahit, gadis itu langsung berlalu pergi.

"Aku pergi, kaasan, tousan"

Tak ada yang menyahut. Membuat hatinya kian diiringi perasaan sedih.
Gadis itu kembali menegakkan kepalanya dan tersenyum semanis mungkin.
Keluar dari rumah mewah itu dan mencari sesuatu yang dapat mengantarnya pergi kesekolah.

Dibesarkan dikeluarga kaya, dan menjadi anak tiri membuat Haruno Sakura merasakan dua perasaan. Antara senang dan sedih.
Namun jika dilihat secara keseluruhan, hanya kesedihan yang dirasakannya.
Kedua orang tua tiri nya tak pernah menyayanginya, tak pernah memeluknya, dan tak pernah berkata baik padanya.
Dia sendiri juga bingung, jika mereka tak mengasihinya, lebih baik mereka tak perlu merawatnya.

Namun, Sakura mencoba untuk tak berburuk sangka. Bagaimanapun juga, mereka lah yang telah membesarkannya sampai umurnya sudah menginjak tujuh belas tahun sekarang. Dan sakura wajib untuk memperlakukan mereka sebagaimana orang tua pada umumnya.

Tinn Tinn..

Untuk apa dia marah? Seharusnya dia merasa bahagia telah dibesarkan dikeluarga terhormat seperti mereka. Walaupun dengan cara yang tidak etis.

Tinn Tinn..

Dan yang harus dilakukannya hanyalah membuat mereka bangga kepada-

Tinn Tinnn Tiinnn..

Oke cukup! Ini menjengkelkan! Siapa yang mengacaukan mood nya sepagi ini?!

Tinnn..Tinn..

Dengan cepat sakura menghentikan langkahnya lalu berbalik dengan wajah yang amat mengerikan.

Amarah nya terbang seketika saat melihat seorang pria yang duduk diatas motor besarnya sambil menyeringai kearah sakura.

"Aku bisa menabrakmu tadi, bodoh!". Ucap pria itu.

"Coba saja sas, jika terjadi sesuatu padaku, rambutmu yang lebih dulu aku tarik"

Pria tadi terkekeh sebentar lalu mematikan motor nya dan berjalan menghampiri sakura.

"Mau berangkat sekolah ya?" tanya nya.

"Menurutmu?"

"Menurutku tidak"

"Kenapa tidak?"

"Karena wajah kusut mu sangat menyilaukan mata jika kau berada disekolah"

Sakura mendengus pelan
"Ejek saja aku sepuasmu, Uchiha"

Tawa renyah terdengar dari pria itu.
"Ayolah Haruno, aku hanya bercanda.."

"Kau memang tak pernah serius padaku". Sakura memalingkan wajahnya.

"Hei ada apa ini?". Tanya pria itu ketika melihat perubahan raut wajah sahabatnya.

Merasa tak ada jawaban, pria itu menarik pelan dagu sakura untuk menghapkan wajahnya.

"Kau ada masalah? Hm?". Tanya nya lembut.

"Tidak"

"Serius?"

"Serius sas"

"Kau tidak bohong padaku?"

"Tidak kok". Sakura menggelengkan kepalanya.

Pria itu yang masih belum percaya, menyipitkan matanya, menatap dalam wajah sakura. Mencari kebohongan dalam mata indahnya.

Sakura tersenyum tipis lalu melepaskan tangan sasuke dari wajahnya. Meremas tangan pria itu pelan.

Till The EndTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang