Part 10

8.1K 246 1

Tak lama kemudian aku menerima telpon dari pihak rumah sakit,, kata nya ibuku akan segera di operasi,. Dengan cepat aku beregegas dan menuju rumah sakit,. Dokter mengatakan bahwa ibu ku akan di operasi mulai hari ini juga.

"Dokter, biaya nya saya belum ada. Kenapa ibu saya akan di operasi sekarang .?" Tanya ku penuh heran.

"Iya karena sudah ada yang membiayai nya." Ucap dokter.

"Siapa dok?." Tanya ku.

"Dia hanya bilang, kalau dia adalah seorang pria yang mencintai mu.

Aku terkejut dan berpikir siapa pria yang mencintai ku. Tiba-tiba terlintas dari dalam pikiran ku. Bahwa fariz lah yang membiayai operasi ibu ku.

Aku berlari dan pergi ke rumah fariz. Dan entah kenapa aku merasa sangat merindukan rumah ini. Rumah yang indah dan di penuhi pernak-pernik cantik. Aeeett bukan nya aku matre ya..

Toook..tookk..
Aku menggedor pintu rumah fariz, ada seseorang wanita yang membuka pintu itu. Tapi dia bukan fariz, tapi salah satu pelayan dari fariz.

"Maaf mbak mau mencari siapa.?" Tanya pelayan itu.

"Saya mau mencari fariz. Apakah dia ada di rumah.,? Jawab ku.

"Ooh mau mencari tuan fariz. Dia ada di kamar nya mbak, silahkan masuk."
"Tunggu ya mbak saya temui tuan dulu."

Aku terduduk di sofa milik fariz yang indah ini. Terasa sangat empuk dan hangat. Aku sangat menyukai sofa ini
Dan aku melihat pelayan itu, turun hanya seorang diri. "Dimana fariz, kenapa tidak ikut turun bersama nya." Batin ku.

"Mbak, tuan fariz menyuruh anda untuk ke kamar nya. Mari saya antar." Ucap pelayan itu.

"Baiklah." Ucap ku dengan singkat.

Aku berjalan menuju kamar fariz, OMG rumah nya sangat luas, menuju kamar nya pun begitu aku merasakan pegal di kaki, sungguh bagaikan istana.

Toook,,toookk
"Tuan, ini wanita yang ingin menemui tuan." Sahut pelayan itu

"Suruh dia masuk." Jawab fariz dari dalam kamar fariz.

Aku masuk dan melihat di seluruh kamar fariz, aku seketika terdiam melihat kamar fariz yang begitu luas dan elegan itu. Ukuran kamar nya setara dengan ukuran rumah ku.
"Wooo amazing." Terlintas ucapan ku yang membuat fariz tersenyum.

"Apa nya yang amazing? Tubuh ku?" Ucap fariz dengan senyuman nya yang menawan.

Seketika aku melepaskan lamunan ku, dan melihat fariz yang tidak mengenakan pakaian, hanya mengenakan boxer berwarna hitam.

"Aaaaaa, aku berteriak hingga mengejutkan fariz, yang hingga tadi melihat ku melamun.." aku menutup mata ku dan tidak ingin melihat fariz.

"Kenapa kau?? Kenapa kau berteriak? Kau mengejutkan ku." Ucap fariz.

"Ka,,uu kenapa tidak memakai pakaian seperti itu.?" Tanya ku terbata-bata.

"Hahhahaaa.. kenapa kau malu, bukankah kau sudah pernah melihat seluruh tubuh ku?" Fariz dengan senyum jail nya.

"Iiiihhh,,, kau ini, cepat gunakan pakaian mu atau aku akan keluaar dari kamar mu." Jawab ku tegas.

"Oke, aku akan mengenakan pakaian ku, tapi dengan satu syarat. Kau harus mendekat kepada ku." Ucap fariz.

"Apa siih maksud mu, aku kesini bertemu dengan mu untuk menanyakan, apa kau yang sudah membayar operasi ibuku..?" Tanya ku.

"Iya memang aku yang telah membayar nya, kenapa kau keberatan.?" Jawab fariz.

"Tidak, aku hanya mengucapkan terima kasih kepadamu, karena kau telah peduli terhadap keluarga ku."
Kata ku sambil melihat fariz mengenakan baju kaos oblong berwarna putih.
Dan ia mulai mendekati ku dengan tatapan tajam nya itu.

"Apa kau sudah bisa memaafkan aku?" Tanya nya sambil memegang bahu ku.

Aku langsung melepaskan kedua tangan nya. Karena aku baru ingat bahwa aku masih sangat sakit hati pada nya.

"Aku tidak tau dengan perasaan ku. Hati ku masih sangat terluka, karena kau telah mencampakkan ku dulu. Tapi aku dengan melihat mu peduli terhadap ku dan keluarga ku, kenapa tidak aku memaafkan mu. Aku dengan iklas sudah memaafkan mu." Ucap ku.

Tanpa bicara apapun fariz seketika memeluk tubuh ku, dan menangis dalam pelukan ku.

"Makasih, aku sangat bahagia. Aku janji pada mu, aku tidak akan mencampakkan mu lagi. Aku akan selalu menjaga mu." Bisik fariz di telinga ku pada saat ia memeluk ku.

Aku hanya terdiam dan merasakan hangat dari tubuh fariz.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!