Part 9

8.7K 239 4

"Siapa nenek itu.? Dia sangat menyeramkan.?" Grutu fariz, sambil memandangi nenek itu.

"Aku tidak tau, sudahlah kita lanjutkan saja perjalanan ini." Ucap ku dengan nada halus.

Fariz melihat ku dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Kenapa kau melihat ku seperti itu?"

"Sudah lama aku tidak mendengarkan kau berbiara halus pada ku. Aku sangat bahagia kau sekarang mulai bersikap lembut pada ku. Mungkin kau belum bisa untuk memaafkan ku. Tapi aku yakin kau akan memaafkan ku." Ucap fariz dengan penuh keyakinan.

Aku terdiam dan membisu, wajah yang tadi nya menoleh ke fariz aku palingkan dan tidak ingin melihat nya.
"Itu mungkin hanyalah rayuan nya saja." batin ku

*home*

"Terimakasih sudah mengantarkan aku pulang,."

"Iya sama-sama." Jawab nya dengan nada halus.

Dengan tanpa banyak bicara aku berjalan dan mendekati pintu masuk rumah ku. Dan entah kenapa aku ingin rasa nya membalikan tubuh ku dan melihat wajah fariz.

Ia pun masih duduk manis di mobil nya dan tersenyum kepadaku.. Ohh Tuhan senyuman nya tidak pernah berubah dari dulu, dia sangat tampan jika tersenyum.

Praaaannngggg.....
Tiba-tiba dari arah dalam rumah ku, terdengar suara pecahan kaca, tanpa pikir panjang aku lansung masuk ke dalam rumah,. Fariz pun yang mendengar hal itu juga ikutan masuk ke dalam sambil menemani ku.
Aku masuk dan aku melihat ibu yang sedang terjatuh pingsan, aku sangat panik dan tidak tau harus berbuat apa.

"YA TUHAN IBU, IBUU KENAPA... BANGUNLAH BU.. IBUUUU..." teriak ku dengan air mata mengalir karena shock melihat ibu terbaring lemas.

"Kita bawa ibumu kerumah sakit sekarang,, aku akan membawa ibumu kerumah sakit." Ucap fariz dan langsung menggendong ibuku masuk kedalam mobil nya.

"Aku akan segera sms ayah." Ucap ku.

To: Ayah.
Ayah, ibu pingsan. Sekarang jessi membawa nya kerumah sakit bersama teman jessi. Segera ayah ke rumah sakit.

*rumah sakit*

Sesampainya di rumah sakit, petugas rumah sakit segera mengambil tempat tidur dorong dan fariz yang dari tadi menggendong nya menaruh ibu di tempat tidur itu.

Dengan cepat petugas itu membawa ibuku masuk ruangan UGD, "ibu sadarlah, jessi di sini bu." Ucap ku sambil mengelus rambut ibu.

Aku tak kuasa menahan tangis, hatiku terasa sakit melihat keadaan ibu separah itu.

Tanpa aku sadari fariz memelukku dengan pelukan nya yang hangat dan lembut. Sehingga hati ku terasa nyaman. Baru kali ini aku merasakan kenyaman seperti ini. Tapi aku terus saja menangis hingga aku menangis dalam pelukan nya dan membasahi pakaian nya yang mahal itu.

Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan itu, aku pun terbangun dan melepaskan pelukan dari fariz.

"Dok, bagaimana keadaan ibu saya?." Tanya ku.

"Ibu anda harus segera di operasi karena sakit jantung nya sudah sangat parah karena ibu anda terkena jantung koroner, dengan memasuki ring saja itu tidak cukup. Karena kesehatan ibu anda saat ini tidak membaik." Ucap dokter itu.

Setelah itu dokter meninggalkan ku, dan aku berdiri membisu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Fariz langsung memelukku dan berusaha menenangkan ku.

"Sabarlah , semua akan baik-baik saja. Ibumu pasti akan sembuh percayalah. Kita berdoa saja," ucapan fariz yang begitu lembut membuat hati semakin tenang.

"Dimana aku harus mencari uang untuk operasi ibu, aku saja baru gajian bulan lalu, dari mana lagi aku harus mencari uang itu..?"" Aku menangis sangat deras, hingga merintih.
Fariz yang tidak tega melihat ku seperti itu selalu memelukku, dan berusaha membuat ku untuk tenang, tapi aku tetap memikirkan pengobatan ibu..

"Jessi, bagaimana keadaan ibumu.? Ayah tadi menerima sms mu dan langsung ayah minta ijin pulang untuk kerumah sakit."ucap ayah.
"Ayah, ibuu harus segera di operasi, karena sakit jantung ibu sudah sangat parah." Jawab ku.

Ayah menangis dan memukuli dada nya, ia begitu sesak mendengarkan kabar buruk ini.. ayah bingung tidak tau dimana lagi mencari uang.
Dan sementara fariz tidak mengelurkan sepatah kata pun melihat aku dan ayah pelukan. Ia hanya berdiri tegap dan menangisi nasib ku seperti ini..

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!