Prologue

12.8K 528 19

Pintu kelas tiba-tiba terbuka. Aku yang sedang fokus bermain game di handphone langsung mendongakkan wajah dan melihat ke arah pintu.

Bu Widya. Wali kelasku.

Aku memerhatikan cowok yang berjalan di belakang Bu Widya. Siapa dia? Anak baru?

Bu Widya mengucapkan salam untuk menenangkan keadaan kelas.

"Pagi." Ucapnya seraya tersenyum dan langsung dijawab dengan ucapan yang sama dengan murid-murid yang berada di dalam kelasku.

Semua fokus memandangi cowok yang sekarang berada di samping Bu Widya. Seketika, kelas menjadi hening. Termasuk aku.

Bu Widya yang seakan tahu akan hal itu, langsung membuka suara kembali. "Hari ini kalian kedatangan teman baru. Silahkan, Arel." Katanya lalu memberi tanda pada murid baru di sebelahnya untuk memperkenalkan diri.

Cowok itu mengangguk lalu tersenyum ramah. "Saya Arel, pindahan dari Bandung." Ujarnya yang langsung dihadiahi beberapa tatapan kagum dari anak-anak cewek di kelas.

Aku heran.

Fix.

Apa bagusnya tuh cowok?

Ya memang dia cute gitu sih, manis, imut, tinggi. Tapi, yang begituan kan banyak.

Yang lebih ganteng juga banyak.
Terus, apa istimewanya kok mereka semua terpesona banget?

Aku memakai earphoneku dan memasangkannya pada handphone lalu menyetel lagu yang aku suka; tidak tertarik dengan apa yang mereka bicarakan.

Mereka; Bu Widya, anak-anak sekelas dan tentu saja anak baru itu.

Mereka seperti membuka sesi tanya jawab dengan Arel. Emangnya ini konferensi pers? Atau talkshow di TV?

Aku heran lagi.

Tiba-tiba aku nggak sengaja dengar Bu Widya nyebut-nyebut nama aku. Tunggu dulu, ngapain Bu Widya nyebut-nyebut nama aku?

Jangan-jangan....

***

(a/n)

ini cerita kedua aku setelah komidi putar. semoga suka yaaa. jangan lupa vote sama commentnya. terimakaaaaasi(((((:

AM-PMBaca cerita ini secara GRATIS!