Part 6

10.5K 293 1

Setelah sebulan aku meninggalkan kampus hanya untuk bekerja mencari uang untuk membantu pengobatan ibu.
Selama sebulan itu aku berbohong kepada ayah ku, aku bilang kalo aku berangkat kuliah, tapi sebenar nya aku berangkat bekerja, semua itu semata-mata membuat ayah ku percaya kepadaku.

Aku bekerja di salah satu restaurant ternama di jakarta. Aku bekerja sebagai pelayan,. Tidak hanya itu malam hari aku bekerja di cafe, sebagai penyanyi, untuk menghibur para tamu. Aeeet bukan menghibur tamu dengan menemani nya di ranjang, tapi menghibur nya dengan suara ku..

Ketika aku bekerja di malam hari, aku selalu di goda dengan pria hidung belang yang ada di sana, bokong ku selalu di pegang, dan semua pria itu selalu melihat payudara ku yang montok dan besar.

"Haii gadis manis, maukah kau menemani ku malam ini, akan ku bayar dengan harga sangat mahal." Bisik pria hidung belang itu.

Aku sangat jijik mendengar ucapan nya, hingga akhir nya aku meninggalkan cafe, dan di tarik nya tangan ku oleh pria itu..
Aku menjerit meminta pertolongan.
Tiba-tiba saja seseorang menolongku, dan ternyata dia adalah fariz... Pria yang selama ini telah mencampakkan ku.

Puuuk,,,,puuukk,,,,puuukk,., Fariz memukuli pria itu hingga babak belur, yang lebih aku kejutkan terlontar ucapan dari bibir nya.

"Heeii bung, jangan kau ganggu wanita ini.. Dia milikku, dan hanya selalu menjadi milikku. Tangan mu ini, telah menyentuh tubuh nya yang indah, apa kau tau aku lah yang telah pertama kali menyentuh nya, dan tidak boleh siapa pun menyentuh nya. Pergi kau dari sini.." ucap fariz.

"Buat apa kau menolongku? Biarkan saja aku di perkosa oleh nya, tooh tubuh ku ini tidak ada harga nya lagi. Karena kau telah merenggut semua nya."

Aku pergi dari hadapan nya, dengan mengeluarkan air mata tak kunjung henti,.

"Jessi, maafkan aku." Fariz menghentikan aku dan memegang tangan ku.
"Aku tau aku salah, aku telah mencampakkan mu,. Aku sadar bahwa aku benar-benar mencintaimu, semenjak kamu keluar dari kampus. Aku merasa bersalah kepadamu, aku tak kuasa menahan hatiku. Kalo sesungguh nya kaulah yang aku cinta, bukan sabrina."

"Lepaskan tangan ku, aku tak ingin melihat wajah mu lagi.. Aku sangat membenci mu, aku tidak akan terpengaruh lagi dengan semua ucapan manis mu itu.."

Fariz memeluk ku dan memohon untuk tidak meninggalkan nya. Tapi aku tidak akan mengubah keputusan ku bahwa aku tidak ingin memaafkan nya

"Aku mohon padamu, jangan menyiksa ku seperti ini,." Ucap fariz dengan mengeluarkan air mata nya.

Aku pun langsung melepaskan pelukan nya.

"Apa kau bilang, aku telah menyiksamu? Trus dulu perlakuan mu terhadap ku, apakah itu tidak mambuat diriku tersiksa.? Itu semua sangat membuat ku tersiksa riz, pagi dan malam aku selalu menangis dengan sikap mu yang arrogan.. Dan sekarang kau bilang kaulah yang tersiksa."

"Aku sudah mengakui kesalahan ku, bahwa aku memang salah jes, apa kau tidak ingin memaafkan ku?

"Aku tidak bisa memaafkan mu, hatiku sudah terlanjur sakit."

Aku berlari meninggalkan fariz, tanpa menoleh nya kebelakang sama persis yang ia telah lakukan terhadap ku dulu.
"Ya Tuhan, ketika aku mulai melupakan nya, kenapa aku harus di pertemukan lagi dengan nya. Apa maksud dari semua ini Tuhan.? Ucap ku masih meneteskan air mata.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!