Part 2

17.7K 358 0

"Ayo cepat turun." Kata fariz dengan tegas nya.
"Tempat apa ini?" Mengapa kau membawa ku kesini? Awas kalo sampai kau berbuat macam-macam pada ku, aku tidak akan memaafkan mu." Sahut ku dengan rasa benci..

"Oiya, apa kau bisa membenci ku gadis manis.?" Tanya nya dengan tatapan tajam, seolah-olah ingin mencengkram ku. Aku sungguh takut kepada nya.

Tanpa aku sadari, aku berada di sebuah rumah bagaikan istana, keramik yang feeling ku mengatakan pasti harga nya ratusan juta, di penuhi pernak-pernik yang cantik, kayak nya itu punya ibu nya deeh, gak mungkin dia menyukai pernak-pernik itu,. Woooww sungguh menakjubkan, sungguh indah.

Indah nya, tanpa aku sadari aku mengeluarkan kalimat itu.

"Kau mau minum apa? Akan aku buatkan untuk mu."  Ujar fariz..
"Hahh, kamu yang membuat minuman sendiri? Pelayan mu pada kemana? Bukan kah kamu memiliki pelayan? Mustahil rumah sebesar ini tidak ada pelayan nya." Jawab aku dengan kaget nya...

"Aku biasa melakukan nya sendiri, aku sejak kecil selalu di tinggal oleh ibu ku ke luar negeri.." curhat pria playboy itu.
"Sorry ya, udah buat kamu kesal hari ini. Dan sorry yang tadi, aku udah lancang mencium dan meremas kedua payudara mu, yang seharus tak kau berikan untuk ku. Masalah omongan ku yang tadi itu..." sebelum berkata aku pun menyambung balik omongan nya.

"I want you'r body.?" Sahut ku penuh dengan amarah..
"Aku heran dengan sikap mu, kamu baru mengenal ku, tapi mengapa kamu bersikap lancang kepada ku?" Tanya ku dengan masih menyimpan dendam...

"Aku suka wanita seperti mu, aku memang sudah mempunyai kekasih, tapi aku tidak mencintai nya. Karena dia kasar, tidak ada lemah lembut nya jadi cewek, dia beda dengan mu, aku selalu memperhatikan mu. Aku juga tau kamu selalu di ganggu teman mu. Aku ingin menolong mu, tapi aku tau siapa sabrina, kalo aku menolong mu, kamu akan di kerjain trus oleh nya, karena dia tidak suka rencana nya di ganggu. Maka nya aku pindah ke kampus itu, agar aku bisa tau lebih dekat siapa dirimu." ucap nya.

Mendengar curhatan nya dia, aku pun mulai terlena pada nya, aku merasakan ada getar-getar cinta. Baru pertama kali ini aku merasakan perasaan seaneh ini...
Walau gimana pun, dia adalah pria yang merenggut ciuman pertama ku..

"Apakah kau menyukai ku?."  Tanya nya dengan tajam, aku mulai terlena dan wajah ku memerah seperti kepiting rebus.

"Aa,,aaku gak tau apa aku menyukai mu, tapi aku merasakan perasaan yang aneh timbul dalam hati ku." Jawab ku dengan kikuuuk...

"Itukah yang dinamakan cinta, jika kau mau menjadi pacar ku, aku akan memutuskam hubungan ku dengan sabrina,.."

Aku terdiam, bibir ku tak mengeluarkan sepatah kata pun ketika dia bicara seperti itu.
Perlahan-lahan dia mendekati ku, aku tertunduk. Ia membelai rambut ku dengan lembut, ia mengangkat dagu ku dengan pelan nya, dan mencium ku. Lumatan bibir nya bergerak hebat di bibir ku, aku pun mengikuti irama lumatan nya, kami saling beradu lidah.

Aaauuugghhhhh,, enggggghhhh,..
Tak kuasa aku menahan nya, aku menikmati ciuman hangat itu,. Ia lalu menjilati telinga kanan ku, sampai aku merasakan kenikmatan. Tidak itu juga, ia membuka kemeja ku, sampai terlihat payudara ku, yang putih dan besar, di remas nya payudara ku dengan cepat nya dan sambil mencium bibir ku lagi..
Aku merasa tubuhku menegang, ketika ia membuka tali bra ku.

"Buah dada mu begitu indah sayang. Beda dengan yang di miliki sabrina." Ucap nya.

Ia pun menghisap kedua puting payudara ku dengan penuh gairah. Aku pun mulai terbuai karena nya.

farizz, hentikan,, hentikan...

Fariz pun tak menghiraukan perkataan ku,, ia trus menghisap puting payudara ku..
Roooeeekkk, terdengar suara robek di celana dalam, karena fariz dengan kasar nya membuka celana ku.

Sehabis menghisap puting ku, ia mencium bagian perut ku, aku menambah kenikmatan itu. Semakin lama kepala nya semakin turun, dan tepat di hadapan bagian sensitive ku.

fariz aa,,aapaa, yang kau lakukan pada ku.?

Ia pun menekuk kedua kaki ku, hingga terbuka lebar,,wajah ku memerah, maklum karena ini adalah pengalam pertama ku, dan aku tidak pernah seperti ini sebelum nya, fariz lah yang sudah membuat aku merasakan merasakan seperti ini.

Dan akhir nya aku pun melakukan hal yang seharus nya tidak aku lakukan pada nya,  karena aku sadar dia milik orang lain. Apa jadi nya jika sabrina tau yang sebenar nya.

Aku pun memeluk erat fariz,  memeluk pria yang baru saja mencuri hati ku.
Aku harap dia akan bersama ku untuk selama nya.

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!