Seorang gadis berlari melewati gang-gang sempit itu, nafas nya nampak memburu. Dibelakang gadis itu terlihat beberapa pria bertubuh kekar dengan seragam hitam tengah mengejar gadis itu.
Sesekali gadis itu melihat kebelakang, memastikan pria-pria tadi masih tertinggal jauh.
Brugh.
Gadis itu tersandung karena sedari tadi dirinya melihat kebelakang. Cepat-cepat gadis itu berdiri dan berlari lagi. Lelah? Gadis itu sangat lelah harus berlari menghindari pria-pria yang sedang mengejarnya.
Saat gadis itu melihat kebelakang...
Brugh.
Diantara pria-pria yang mengejarnya tadi melompat kearahnya. Tubuh gadis itu lebih dulu menyentuh aspal. Nampak darah mengucur dari pelipis gadis itu.
Gadis itu segera berdiri hendak berlari, namun dirinya kalah cepat dengan pria berbaju hitam.
Anna sama sekali tidak tahu siapa pria-pria yang mengejarnya.
Pria itu langsung mencengkram tangan Anna, agar Anna tidak kabur Lagi.
Anna memberontak. "Lepasin gue!" teriak Anna di depan wajah pria yang sedang mencengkram tangannya kini.
Anna melihat beberapa pria berbaju hitam berlari mendekati dia dan pria yang ada di depannya. Seketika Anna panik, 'Berfikir Anna.. Berfikirr!' batin Anna. Satu ide muncul di kepala cantiknya.
Anna menginjak kaki pria di depannya, lalu mengigit tangan pria itu.
"Aaarrgghhh!" teriak pria itu. Seraya melepaskan cengkramannya pada tangan Anna. Melihat tangannya sudah tidak di cengkram, Anna segera berlari sekuat tenaga.
4orang pria tadi menghampiri pria botak - yang tadi mencengkram Anna -
Pria dengan Tatto di lehernya bertanya "Kenapa kau lepaskan dia! Kau tahu Tuan Bryan tak akan memaafkanmu." ucap pria tatto dengan wajah datar.
Ddrrtt..dddrrttt...
Handphone pria tatto berbunyi. Pria itu melihat ID Caller nya, setelah tahu ternyata yang menelfon adalah Tuan nya. Lantas pria itu mengangkatnya seraya berjalan menjauh dari ke-empat pria-pria tadi.
"Ya tuan?" jawab pria tatto.
"Bagaimana Hans? Kalian sudah temukan gadis itu?" tanya Bryan di sebrang sana.
"Maaf Tuan, tadi Hadi melepaskan gadis itu. Sekarang kami akan mencarinya lagi Tuan." jawab Hans mencoba tenang.
"Brengsek! Bagaimana bisa dia melepaskan gadis itu begitu saja! BODOH!" geram Bryan.
"Kami-" belum selesai Hans menyelesaikan ucapannya, Bryan menyela. "Ke kantorku sekarang juga Hans! Biarkan mereka yang memcarinya. Kau Handle pekerjaan ku. Aku ingin memantau kerja mereka." ucap Bryan dingin.
"Baik Tuan." sambungan telefon dimatikan oleh Bryan.
Hans berjalan ke arah pengawal-pengawal tadi. "Kalian cari gadis itu. Ingat! Jangan biarkan dia lolos. Tuan Bryan akan memantau kalian. Percayalah kalian tak akan melihat Matahari lagi jika kalian gagal. Aku harus pergi." ucap Hans meninggalkan pengawal tadi.
"Baik Tuan!" seru mereka berempat.
***
Anna berhenti, setelah merasa jauh dan tidak ada tanda-tanda pria yang mengejarnya tadi dia duduk sebentar di pondok kayu yang ada di gang sempit ini. "Hahh..haahhh.." Anna ngos-ngosan, dirinya sangat capek berlari sejauh ini. Dia tidak tahu menahu siapa pria-pria yang mengejarnya tadi. Sepulang kerja Part time nya, dijalan Anna merasa dirinya tengah diikuti oleh mobil. Dan dugaannya ternyata benar.
5orang pria dengan pakaian serba warna hitam, turun dari mobil SUV bewarna hitam juga. Anna segera berlari merasa dirinya dalam bahaya. Melihat di pinggir jalan ada gang, Anna langsung memasuki gang. Dia tidak tahu jalan di gang ini, yang di fikirannya hanyalah Lari menghindari pria-pria yang tengah mengejarnya mungkin saja akan berbuat jahat. Who's know?.
Sekarang dia terjebak di antara tiga jalan. Bingung memilih yang mana Anna menggunakan Cap-cip-cup andalannya.
"Cap-cip-cup kembang kuncup. Pilih mana yang mai di Cup." jari telunjuk lentik Anna mengarah pada gang kecil yang berada di tengah. "Semoga pilihan gang ini bener. Aamiin." harap Anna.
Baru Anna beranjak dari duduknya, terdengar suara - Mungkin - beberapa orang berlari mengarah ke tempatnya. Anna kaget, segera berlari ke arah gang yang berada di kanannya karna itu gang yang paling dekat. Mungkin, jika dia memilih gang itu pria tadi tidak akan ada yang melihatnya.
Anna berlari sekencang-kencang mungkin. Fikiran-fikiran buruk merasuki fikirannya.
Haii...
Gimana?
Ini cerita pertamaku, jd kalo aneh,banyak typo, atau apalah comment aja,Mohon kritik dan sarannya yaa. Masih penulis abal2><. Thankyu^^
Love, Amel's
Jambi, 25 Desember 2015
