chap 34

8.8K 280 16

Chapter 34 ~Cinta Pertama Mai Ding~

Mai Ding adalah seorang pria bagaimanapun juga. Meskipun ciuman pertamanya dan pengalaman seksnya dia berikan pada An Ziyan, dia juga memiliki pengalaman cinta yang murni semasa sekolah. Saat itu, wajahnya akan dengan mudah berubah merah saat dia bergandengan tangan dengan seorang gadis. Tidak seperti sekarang, tubuhnya hanya akan berubah merah setelah melakukan sex. (Plis! Ini apa MaiMai XD you pervert!). Waktu bisa merubah seseorang menjadi berbagai macam karakter, dan ini juga menghapuskan kesederhanaan seseorang, impian, hasrat serta apapun yang kau anggap sebagai sesuatu yang berharga. Jika semua itu sudah terlewati, itu artinya kau sudah tumbuh.

Jika bukan karena kemunculan Xu Zi, Mai Ding mungkin sudah melupakan cinta pertamanya.

Hari itu, Mai Ding sedang menunggu bis untuk pulang. Tiba tiba dia mendengar seseorang memanggil namanya, "Mai Ding? Apa kau Mai Ding?"

Mai Ding menoleh dengan bingung dan mendapati Xu Zi, yang berubah menjadi sangat dewasa dengan rambut ikal dan riasan wajah naturalnya. Meskipun begitu Mai Ding mengenalinya dengan mudah.

"A Zi?"

"Kau benar benar Mai Ding? Aku pikir aku salah. Kenapa kau ada disini?"

"Aku sekolah di universitas dekat sini. Bagaimana denganmu?" Bisa dikatakan, Mai Ding tidak memiliki perasaan apapun selain keterkejutan saat bertemu Xu Zi. Dulu mereka sangatlah polos dan tidak mengerti apapun dan hanya mencoba-coba saja. Meskipun begitu, saat ini hatinya penuh dengan An Ziyan, dan tidak ada lagi tempat untuk hal-hal lain.

"Kau masih sekolah? Itu bagus! Aku sudah tidak bersekolah lagi sekarang, tapi aku bekerja di perusahaan di depan sana. Aku kesini untuk membeli sesuatu. Aku berencana pulang dengan bis" Xu Zi masih tersenyum, tapi itu berbeda dengan sebelumnya

Mai Ding tidak tau harus bagaimana melanjutkan percakapan ini, dia hanya tersenyum malu-malu.

"Kau tidak berubah. Oh! Bisku datang. Aku tidak bisa berbincang terlalu lama denganmu. Ayo kita keluar untuk melanjutkan bercakap-cakap lain waktu" sambil berkata, Xu Zi mengeluarkan sebuah kartu nama dan memberikannya pada Mai Ding. Setelah berlari ke dalam bis, dia membuka kaca jendela dan berteriak pada Mai Ding, "Kau harus menghubungiku nanti!" Dan bis pun akhirnya berjalan. Memandang kearah dimana bis pergi, Mai Ding merasa dirinya masihlah seorang yang lurus sebelumnya, dan dia berubah menjadi belok setelah bertemu dengan An Ziyan.

Sepertinya An Ziyan adalah seorang master yang bisa membelokkan seseorang. Pangeran pembelok! Ini tiba-tiba saja keluar dari pikiran Mai Ding. Dia tidak bisa untuk tidak tersenyum. Dan saat Mai Ding sadar bisnya datang, dia memasukkan kartu nama itu ke dalam tasnya dan masuk ke dalam bis.

Saat dia sampai dirumah ternyata An Ziyan sudah pulang. Melepas jaketnya, dia berbicara pada An Ziyan seolah tak terjadi apapun, "Hari ini aku bertemu dengan gadis pacar pertamaku"
"Benarkah?" An Ziyan bersikap seolah tak terjadi apa apa juga
"A Zi berubah menjadi begitu dewasa bahkan aku nyaris tak mengenalinya"
"A Zi? Kalau begitu aku adalah Qiao Feng" (mereka adalah nama-nama karakter dari novel Jin Yong berjudul Tian Long Ba Bu)
"Kau keterlaluan membuat lelucon dengan nama orang"

An Ziyan mengedikkan bahunya tidak perduli dan lanjut bermain. Mai Ding merenggangkan kepalanya ke belakang, "An Ziyan apa kau tidak keberatan aku membuat janji dengan pacar gadisku sebelumnya?" Sebenarnya Mai Ding hanya berkata asal-asalan. Itu karena An Ziyan bersikap tidak perduli pada pacar gadisnya sebelum ini saat dia baru saja masuk rumah tadi, dan itu membuatnya merasa tidak puas. Setidaknya An Ziyan harus lebih perhatian. Ketika seseorang jatuh cinta dia ingin kekasihnya lebih memperdulikannya, itu membuatnya merasa bahagia.

"Tidak" kata An Ziyan tanpa ekspresi. Tidak ada yang tau apa dia benar-benar tidak perduli atau tidak. Mungkin hanya dia sendiri yang tau jawabannya.

Mai Ding mendorong An Ziyan menjauh, "Kau membosankan. Berhati-hatilah kalau aku mungkin jatuh cinta lagi pada gadis itu saat aku mengingat kenangan manisku dimasa itu"
"Bagaimana bisa A Zi jatuh cinta pada Zhuang Juxian?" (Salah satu karakter jelek dalam Tian Long Ba Bu)
"Kenapa kau membandingkanku dengan orang jelek itu? Tolong jangan mengkritik orang diam-diam. Kau terlalu menganggap rendah aku. Jika aku benar benar salah satu pemeran dalam Tian Long Ba Bu seharusnya aku adalah Duan Yu" (salah satu karakter tampan)

An Ziyan tertawa mengejek padanya, dan itu membuat Mai Ding marah, "Kenapa kau tertawa? Aku susah sekali memiliki obrolan dengan topik seperti ini denganmu" Mai Ding pergi untuk membantu bibi Yuan memasak dengan dongkol (FYI guys bagi yang belom pernah baca novelnya, bibi Yuan itu adalah bibi tetangga yang dipekerjakan ziyan buat bantu2 maiding)

---***---

Mai Ding tidak pernah berpikir kalau dia bisa bertemu Xu Zi lagi, dan itu benar benar terjadi. Xu Zi berdiri di halte bis tempat mereka bertemu kemarin. Sepertinya Xu Zi memang menunggu Mai Ding, "Aku tahu aku bisa bertemu denganmu disini. Tidakkah kau merindukan masa indah kita bersama sebelumnya? Kenapa kau tidak meneleponku? Aku menunggumu cukup lama"

"Aku berencana untuk meneleponmu kemarin, hanya saja aku terlalu sibuk jadi aku lupa" Mai Ding mengatakannya dengan santai
"Apa kau merasa tidak nyaman meneleponku saat gadismu(maksudnya pacar) ada disebelahmu?" Dia mengangkat topik yang berbahaya. Xu Zi tidak memiliki incaran yang bagus cukup lama. Belum lama ini dia pergi ke kuil berdoa untuk pernikahannya. Segera setelah dia mendapat jimat keberuntungan, dia bertemu dengan Mai Ding. Dia berpikir pasti ini rencana Tuhan. Tapi dia tidak tahu jika Tuhan telah menggariskan Mai Ding untuk orang lain.

Mai Ding tidak tahu bagaimana harus menjawab. Sebenarnya dia tidak takut orang lain tahu mengenai cintanya, tapi dia berpikir semakin sedikit orang lain mengetahuinya, itu akan semakin baik. Itu memang pahit cintanya tidak bisa diceritakan, tapi akan jauh lebih pahit kalau cintanya harus dikritik orang disekitarnya.

"Aku tidak punya gadis(girlfriend)" Mai Ding memberikan jawaban yang ambigu. Meski begitu seolah memberikan Xu Zi sebuah harapan. (You have a boyfriend instead! XD getok maimai)

Memandang ke kejauhan, Mai Ding merasa sedikit khawatir kenapa bisnya tidak kunjung datang.

"Xiao Ding apa kau masih mengingat saat-saat kita menghabiskan waktu bersama? Saat itu, sekolah tidak mengijinkan kita untuk jatuh cinta. Setiap kali kita berjalan di taman sekolah, kita selalu merasa takut dan khawatir kalau ketahuan. Guru guru selalu berkeliling sambil membawa senternya" Xu Zi mengingat ingat masa lalu dan tidak bisa untuk tidak tersenyum.
"Ya, ya" Mai Ding hanya menanggapinya sebatas basa basi

Meski begitu, bisnya seolah menentangnya hari ini karena tak kunjung datang dengan waktu yang cukup lama. Disaat seperti ini, sebuah mobil yang begitu familiar datang mendekat dan berhenti di pinggir jalan. An Ziyan membuka kaca mobil dan melongokkan kepalanya pada Mai Ding,"Masuk ke mobil"
An Ziyan datang secara tiba tiba membuat Mai Ding terkejut,"Kenapa kau kesini?"
Pria ini sangat tampan, setidaknya seperti itulah pemikiran pertama Xu Zi mengenai An Ziyan,"Mai Ding dia ini?"

Baiklah, bagaimana Mai Ding harus memperkenalkan An Ziyan?

"Dia.. Eeerr.. Baiklah, kita tinggal bersama" Mai Ding berbicara ambigu berharap Xu Zi bisa memahami dengan mudah
"Dia teman sekamarmu(Maksudnya semacam teman kos ato sekamar asrama XD)" Xu Zi mengubah pemikirannya. Mungkin takdir yang dimaksudkan bukanlah Mai Ding, tapi pria tampan yang ada di hadapannya saat ini.

Menunggu mereka berbincang, An Ziyan menjadi tidak sabaran,"Cepat!"
"Apartemenku tidak jauh dari sini. Bisakah kau mengantarku?" Xu Zi tidak mendapatkan respon apapun. Saat dia hendak membuka pintu mobil dan duduk di kursi penumpang, An Ziyan mengunci pintu mobilnya. Melihat Mai Ding berbicara penuh kegembiraan dengan gadis ini, An Ziyan bisa menebak gadis inilah yang disebut dengan 'cinta pertama'. An Ziyan memandang gadis itu dengan dingin,"Aku disini bukan untuk menjemputmu"

Kata katanya mengejutkan dua orang. Mai Ding merasa terkagum dengan sikap tidak sopan An Ziyan. Xu Zi merasa terkejut sejak An Ziyan sangatlah dingin bahkan hanya dengan matanya.

Sekarang, disana penuh dengan suasana memalukan. Xu Zi menarik tangannya, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

"Xu Zi, pria ini memang memiliki karakter yang buruk disekolah terhadap semua orang. Tolong jangan marah" Mai Ding ingin mencairkan suasana
"Jadi.. Jadi seperti itu" pria ini begitu tampan. Bagaimana orang ini bisa tertarik pada dirinya?

Xu Zi merasa frustasi. Mungkin takdirnya memang Mai Ding.

Saat Xu Zi hanyut dalam lamunannya, Mai Ding berkata,"Aku harus pulang sekarang. Bye!"

An Ziyan membukakan pintu mobil. Setelah Mai Ding berada di dalam mobil, Xu Zi berhenti berpikir,"Ayo bertemu lagi saat ada waktu luang"

"Oke!" Sesaat setelah Mai Ding selesai berbicara, An Ziyan menarik kerah Mai Ding mendekat kearahnya. An Ziyan menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Mai Ding dengan agresif. Mai Ding tidak bisa berpikir apapun setelah ciuman itu. Tapi An Ziyan melirik kearah Xu Zi, "Mengerti?" Setelah berkata seperti itu, An Ziyan melajukan mobilnya menjauh meninggalkan Xu Zi berdiri disana bingung.

Pikiran Mai Ding menjadi jernih setelah beberapa saat, dia tidak mengomel ataupun berteriak, tapi dia tidak bisa untuk tidak tertawa lebih dan lebih manis lagi.

"An Ziyan, bukankah kau bilang kau tidak akan perduli? Ternyata kau memang cemburu"
"Kau menganggap dirimu sendiri terlalu penting"

Meskipun An Ziyan membantah, Mai Ding berpikir tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan An Ziyan dalam dunianya walaupun itu cinta pertamanya!

An Ziyan, aku terlalu mencintaimu. Apa yang harus aku lakukan?


I Will Still Love You Even If You are a Man (Bahasa ver.)Baca cerita ini secara GRATIS!