Test Psikopat [[chapter IV]]

9.8K 464 16


"Hoooi!Alfi!Fahri datang mencari mu nih.!" Seru seorang siawa yang berpenampilan unik yang berlari dengan kecepatan tinggi dan melambai-lambaikan tangan nya.

Beberapa meter jauh di belakang nya tampak sosok siswa pucat yang berjalan tenang dgn aura hitam pekat.

Glek !!

Alfi mengalami shok hebat.

"Hai.. Al- kau apakan si Fahri sampai wajah nya jadi seram seperti itu.?" Wilis bertanya was"

"Aku hanya mengunci nya di dalam toilet"

"Kenapa kau melakukan hal itu.?"

"I-itu karena.. wilis kita lanjutkan permainan nya nanti saja.! Sekarang yang lebih penting adalah nyawa ku."

Alfi sudah bersiap-siap untuk melarikan diri, tapi gerakan nya tiba-tiba saja di tahan oleh kelvin yang mencengkram kuat salah satu tangan nya.

"Kelvin, apa yang kau lakukan.?! Lepaskan.! " Alfi panik. 'Uwaa.. dia semakin mendekat.. dia semakin mendekat.'

"Alfi, jangan pergi. Aku ingin melanjutkan permainan nya sekarang juga. Aku penasaran dengan cerita selanjut nya. Aku ingin menyamakan skor karna kau sudah menjawab benar 2x.

"Ini bukan waktu yang tepat, kelvin. Alfi berusaha melepaskan cengkraman si kelvin, ketika sedikit lagi akan terlepas.

"Bodoh, akan banyak sekali hal yg harus kau jelas kan pada ku." Fahri merangkul leher Alfi dari belakang.

"Aku pasti akan memberi hukuman setimpal atas perbuatan mu pada ku." Desis nya sinis sebelum ia menyeret Alfi paksa dari sana menuju tempat hukuman yg sudah di persiapkan.

Ya.. sebelum niat Fahri akhir nya terhenti akibat kelvin yg dengan sigap meraih tangan kiri si Alfi.

Grap.!!

"Alfi tidak boleh pergi." Kelvin berkata dengan nada tajam. Sorot mata nya menatap dingin Fahri yang di balas oleh yang bersangkutan tak kalah dingin.

Wilis yang merasakan situasi tidak nyaman spontan menahan nafas nya. Agus siswa yg berpenampilan unik yg datang bersama Fahri sudah siap-siap akan melerai jika sampi terjadi perkelahian.

Sedang kan Rima, ia masih duduk dalam pose santai sambil sesekali menguap lebar.

"Kelvin kau memang teman yang baik."

"Alfi tidak boleh pergi sampai dia menyelesaikan permainan nya. Lagi pula aku masih tertinggal satu angka dari dia. Setelah permainan selesai, kau boleh membawa nya kemana pun Fahri."

Ucapan kelvin membuat perasaan Alfi hancur menjadi debu.

"Permainan. " Fahri sedikit tertarik.

"Yaa, permainan yang bernama 'test psikologi psikopat.' Kelvin menunjuk wilis. Yang di tunjuk ekspresi wajah nya berubah layak nya tersangka pembunuhan yang perbuatan nya terbongkar di dalam anime detektif.

"Kalau begitu, aku ikut." Balas Fahri yg membuat Alfi terkejut.
"Aku juga ikut teman-teman." Agus berseru penuh semangat.

Akhir nya permainan pun segera di mulai kembali.

#####################

Test Psychology PsychopathBaca cerita ini secara GRATIS!