Knock... Knock... Knock


"Princess, bangun sayang ini sudah jam 6 pagi lho," ucap Mom.

Hening...

"Pasti belum bangun," gumam Mom.

Ceklek.. (Mom membuka pintu)

"Come on princess, kamu mau telat?" tanya Mom berjalan sambil membuka tirai dan menarik selimut yang ada di badan Yita.

"Ngghh...." Yita menggeliat dan menarik selimut kembali.

"CARNELITA YINTACIAN BRUSHANN!!"

"Yes mom?" Yita langsung terduduk dan matanya terbuka dengan sempurna.

"Jam berapa sekarang?" tanya Mom.

Yita melirik jam di meja sebelah spring bednya.

"Oh my gosh, jam 6. Princess telat. Kenapa Mom ga bangunin." Yita langsung pergi ke kamar dengan secepat kilat.

"Mom dari tadi udah manggil kamu. Kamunya juga udah tau hari ini sekolah masih aja begadang nonton film." Mom geleng-geleng kepala dan meninggalkan kamar Yita.

Yita telah siap dalam waktu 15 menit. Tidak seperti biasanya yang bisa memakan waktu hingga 30 menit lamanya.

 Tidak seperti biasanya yang bisa memakan waktu hingga 30 menit lamanya

Yita sudah mengenakan seragam miliknya. Kemeja putih lengan pendek, sweater tipis tanpa lengan, dan blazer coklat serta rok selutut yang kotak-kotak berwarna coklat juga. Tepat di dada bertuliskan Bergan Internasional High School.

Rambut Yita dibiarkan terurai dengan warna rambut brown gold.

Sepatu adidas berwarna putih dengan garis berwarna merah dan biru tak lupa kaos kaki putih pendek.

"Selesai tinggal sarapan dan pergi," monolog Yita.

Yita segera membuka pintu dan berjalan menuruni tangga menuju ruang makan. Disana sudah ada ka Gilhan, Daddy, Mommy, ka Raffle biasa dipanggil ka Waffle dan Sarkhan.

"Princess coming!!!" ucap Yita hingga 'sedikit' berteriak dan mulai duduk di tempatnya.

"Oh my gosh. Mom ngidam apa punya anak perempuan satu-satunya kayak kamu de?" ucap ka Waffle sampai menutup telinganya.

"Maaf ka, maaf ga sengaja," ucap Yita dan mulai mengambil sandwich yang telah disiapkan oleh Mom.

"Kalian berdua tiap pagi selalu aja berantem. Coba libur dulu berantemnya," ucap ka Gilhan yang sudah melahap habis isi sandwichnya.

"Nanti ga seru dong ka, kalo gaada bumbu berantem. Iya kan ka Waffle?" tanya Yita ke ka Waffle disertai senyuman khasnya.

"Iya juga sih," ucap ka Waffle.

Yita dengan cepat melahap habis sandwichnya dan susu. Beralih melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 06.30.

"Hmm princess berangkat duluan ya Mom, Dad, ka Gilhan, ka Waffle, and Sarkhan," pamit Yita disertai mencium pipi anggota keluarganya satu per satu.

"Jangan lupa nanti langsung ke bengkel princess buat service bulanan," ucap Dad mengingatkan.

"Yes dad i will remember." Yita berlalu dan membawa kunci Jazzy -nama mobil ferrari berwarna merah milik Yita-

Yita berlari kecil ke arah parkiran dan langsung melajukan mobilnya keluar dari rumah.

"Lets play!!" seru Yita.

Biasanya Yita akan melajukan mobilnya dengan kecepatan 40-50 km/jam. Tapi dalam keadaan darurat seperti ini Yita akan langsung melajukan dengan kecepatan 70-90 km/jam.

Saat gerbang Berghan International High School telah terlihat. Yita mulai memelankan Jazzy dan mengatur kemudi otomatis yang hanya bertahan hingga 5 menit lamanya.

Yita mulai membuka tasnya, mengeluarkan kaca mata dan langsung mengenakannya. Mengambil buku tebal di bawah tasnya. Buku yang sudah disiapkannya dari kemarin sore.

"Menyamar mode on," gumam Yita.

Sampai di sekolah,Yita me-nonaktifkan kemudi otomatis yang langsung teralih ke kemudi manual. Menuju ke parkiran khusus.

Terparkir rapi, Yita langsung berlari kecil menuju lift. Tidak lupa membuka satu buku tebal bertuliskan 'Pintar Matematika dalam 1 Jam'.

Ting....

Pintu lift terbuka, Yita masuk dan langsung menekan lantai 7.

"Kenapa sepi ya?" tanyanya pada diri sendiri.

Ting...

Saat Yita keluar dari lift, tatapan aneh sampai tajam menatapnya. Tak luput tatapan jahil anak bad boy.

Tatapan di perparah oleh anak kelasnya. Sepertinya menatap dengan berbagai pertanyaan?

Mungkin karena Yita masuk ke dalam kelas yang seluruh keluarganya termasuk orang-orang berada di Indonesia.

Yita tidak mempedulikan tatapan semua orang itu dan berlalu duduk di bangku kosong. Tersisa 3 bangku kosong di urutan paling depan, ketiga, dan keempat atau paling belakang.

Yita berjalan menuju tempat duduk paling belakang.

I Am Not Nerd!Baca cerita ini secara GRATIS!