BAB 1

2.7K 123 6

Orang lain tidak tau
Kalau cinta itu telah datang
Bahkan akupun tidak tau
Kalau cinta itu telah datang padaku......
.
.
.
.
.

Author POV
"JB oppa....!!!"
"Saranghae oppa!!!!"
"Be my boyfriend, oppa!!"
Teriakan itu sudah biasa didengar oleh JB. Ya, salah satu murid popular di JYP High School. Dia memang pantas menjadi murid popular di sekolahnya. Selain ganteng, JB merupakan anak yang berprestasi. Ia juga merupakan anak yang baik.
"JB hyung, ayo kita pergi. Sudah may Bel" kata Youngjae kepada JB. Youngjae adalah salah satu teman baik JB.
"Ehhh... Iya,iya. Ayo, Youngjae." jawab JB sembari meraih tangan Youngjae dan menariknya.
"Yakk, hyung.. Appo! Jangan tarik tanganku dengan keras!" teriak Youngjae sembari menyeimbangkan langkahnya dengan hyungnya itu.

Setelah mengantar Youngjae ke kelas, JB langsung berlari ke kelasnya. Sesampainya JB di kelas, ia melihat Jackson yang sedari tadi menunggunya.
"Yakk, Im Jaebum!! Dari mana saja kau?!" tanya Jackson. Nama asli JB adalah Im Jaebum. Teman-temannya lebih suka memanggilnya JB, entah kenapa.
"Hei, tidak usah teriak. Aku tadi terhalang para fansku." jelas JB.
"Kau tidak usah pamer. Aku tau kau ganteng, pintar, dan anak orang kaya!" jelas Jackson, walaupun dia juga anak orang kaya.
"Sudah, sudah... Tidak usah berantem. Malu diliat orang" Jr menengahi pertengkaran konyol antara 2 sahabat itu.
"Park Seongsenim!" teriak Mark. Sontak semua murid berlarian untuk duduk.
"Selamat pagi anak-anak... Kali ini kita akan belajar...."
.
.
.
.
.

Kringgg...
Bel istirahat berbunyi. Murid yang terdidur langsung bangun karena bel itu. Jr, Mark, JB, dan Jackson pergi bersama ke kantin. Tak lupa mereka mengajak Youngjae dan Bambam makan di kantin. Sesampainya di kelas Youngjae, JB melihat Bambam memeluk Youngjae dari belakang. Dada JB seketika sakit. Entah perasaan apa yang melanda JB.
"Youngjae-ah, Bambam-ah, ayo kita ke kantin." ajak Mark membuyarkan lamunan JB.
"Ayo, hyung.. Aku sudah lapar...Hehehe.." jawab Youngjae dengan senyuman. Tanpa disadari, bibir JB mengukir sebuah senyum.
"Hyung, kau kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Bambam
"Tidak apa-apa... Ayo kita ke kantin... Jangan biarkan aku mati kelaparan!" teriak JB tidak jelas.

JB POV
Aku tidak tau perasaan apa yang melandaku. Setiap kali aku melihat Youngjae, tidak disadari aku tersenyum. Tapi, ketika aku melihat Youngjae bersama orang lain, dadaku sakit seperti tersayat. Arrgghhh!!! Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi.

Saat aku masuk mobil, aku melihat Youngjae berdiri di depan gerbang.
"Yak, Choi Yougjae. Sedang apa kau disitu? Kemana supirmu?" tanyaku padanya.
"Anu, hyung. Aku menunggu supirku. Mungkin dia agak terlambat." kata Youngjae sembari tersenyum.
"Kyeopta.."
"Ehh? Kau bilang apa hyung?" tanyanya padaku. Astaga! Apa yang aku pikirkan?
"Tidak ada. Apa kau mau bareng?" tawarku padanya.
"Tuan muda, maaf saya terlambat. Saya tadi mengantar ayah tuan muda ke bandara." tiba-tiba terdengar suara Mr.Shin, supir Youngjae.
"Oh, tidak apa-apa. Hyung, terima kasih atas tawaranmu. Aku pulang dulu. Bye bye" kata Youngjae
"Ah, iya sama-sama. Hati-hati di jalan." kataku padanya
"Kau juga.." jawab Youngjae. Aku menutup jendela mobilku. Tapi, ada yang aneh. Kenapa pipiku terasa panas? Dan, kenapa jantungku berdetak kencang
"Hufftt. Aku terlalu lelah. Aku harus segera sampai di rumah. Kasur, aku datang!" teriakku di dalam mobil.
.
.
.
.
.
.
.

"Eomma, aku pulang!" teriakku dari pintu masuk.
"Aigoo, anak eomma sudah pulang! Apa kau sudah makan?"
"Belum.."
"Ya, ampun.. Kau terlalu sibuk sekolah sehingga lupa makan. Oke, kau mau makan apa?"
"Tidak usah. Aku mau tidur. Capek.. Bye, eomma. Aku mau ke kamar" kataku dan mencium pipi eomma. Aku langsung berlari menyusuri tangga dan masuk ke kamarku.
.
.
.

"Eughh.." lenguhku setelah beberapa jam tertidur.
"Jaebum-ah, ayo bangun.. Kau kan belum makan tadi. Sekarang ayo makan." teriak eomma dari luar.
"Iya, aku akan datang 10 menit lagi." jawabku. Setelah tidak terdengar suara eomma, aku beranjak menuju kamar mandi. Selagi mandi, aku memikirkan Youngjae (lagi). Aku tersenyum sendiri membayangkan wajah Youngjae.
"Youngjae... Choi Youngjae.. Kau dalah sahabatku... Sahabat terbaikku" gumamku pelan.

Selesai memakai baju, aku langsung turun menuju ruang makan.
"Eoh.. Appa sudah pulang!" teriakku riang.
"Im Jaebum, anakku.. Kau sudah makan? Ayo makan sama appa." ajak appa padaku.
"Ayoo!!" jawabku riang. Sudah lama sejak terakhir kali kami makan bersama. Kami menikmati makanan kami. Tertawa sesekali.
"Appa, bolehkah aku bertanya?"
"Tanyakan saja."
"Emm.. Appa, jika aku sakit hati jika melihat orang yang aku sayangi dekat dengan orang lain, perasaan apa itu?" tanyaku pada appa.
"Jika aku terus memikirkannya selalu sambil tersenyum, perasaan apa itu?" lanjutku. Aku melihat appa berpikir sejenak.
"Mungkin kau jatuh cinta pada orang itu." jawab appa. Itu membuat aku tersedak.
"Jaebum-ah, kau tidak apa-apa,nak?" tanya eomma sambil menyodorkan air putih.
"Tidak apa-apa eomma" jawabku.
"Apa kau jatuh cinta kepada seseorang?" tanya appa. Aku sempat bingung mau menjawab apa.
"Aniya, appa. Aku tidak jatuh cinta." jawabku asal.
Choi Youngjae, apakah aku jatuh cinta padamu? Kenapa ini sangat membingungkan?

Falling In Love? (2jae couple) Baca cerita ini secara GRATIS!