Bella's POV

Liat foto terbaru Axel dan Bella ya diatas!

No siders

Happy reading!

-------------------------------------------

Aku masih mengintai lelaki tadi yang mencurigakan, karena dia berjalan tergesa-gesa aku pun ikut berjalan cepat di belakangnya.

iPhone dan barang-barang aku simpan di mobil, semakin lama dia menuju sebuah gudang tua yang sangat jauh dari jangkauan.

Jiwa stalker ku keluar sehingga aku tidak bisa berhenti disini saja.

Aku terus mengikutinya dari belakang,
ingin melihat dia disini ingin bertemu dengan siapa.

Dia memasuki gudang kosong dan gelap, begitupun aku.

Lelaki itu menghilang seketika, aku berjalan pelan pelan ke dalam gudang, melihat banyak sekali barang yang berdebu dan sarang laba laba disekitarnya.

Tanpa kusadari perlahan ada suara dari belakang tubuhku seperti binatang yang ingin memangsa.

"KYAA!!" suara lelaki langsung memukul pundaku dengan kayu.

Aku tidak mengingat kejadian apapun, setelah beberapa lama aku tidak tahu. Mata ku membuka, terlihat ada segerombolan laki-laki yang berwajah jahat.

Tanganku di ikat keras begitupun juga dengan kedua kakiku.

Mata ku masih buram dan kepala terasa berputar, sesaat aku terdiam dan melihat kembali semua sudah terlihat jelas.

Sekarang para lelaki itu mendekatiku,

"Ayo sini sama abang"
"Cantik banget sih"
"Laku nih kita jual"

Ucap para lelaki yang memakai jeans berantakan, rantai di kalung, dan baju hitam.

"Eh lo yang disana!" ucapku.
"Apa?" jawab lelaki yang kulihat kemarin bersama Vio.
"Lo ngapain nyuruh mereka ini giniin gue? dan sebenernya lo sama vio itu siapa sih?!" ucapku menggertak.
"Vio siapa?"

Lelaki itu seperti menutupi sesuatu tapi aku yakin aku tidak salah orang, sesaat dia langsung menghilang dari ruangan ini.

Hanya tersisa aku dengan para penjahat ini.

Ya Tuhan, saya harus gimana. saya bener bener takut, tolong bantu saya.

Aku memohon pada Tuhan agar diberi keselamatan, perlahan air mataku mengalir.

"Papi...." ucapku meringis sedih.
"Gak ada papi lo disini heh" ucap salah satu preman itu.
"Huaa axel.. please gue takut" ucapku perlahan sambil terus bercucuran airmata.

Gue pasrah, kalau emang Papi, Axel atau siapapun gak nolong gue sekarang berarti mereka gak sayang gue. Karena kalau mereka sayang pasti peduli, gue gak bawa hp sama sekali gak bisa dihubungin pastinya. Please Axel... tolong gue, lacak hp gue atau gimana pun caranya gue gak mau direndahin kayak gini!

"KALIAN MAU DUIT BERAPA?!" ucapku.
"Mau kamu aja deh sayang" ucap mereka mengejekku.
"Papi gue bisa bayar lo semua berapapun, please sekarang lepasin gue!" balasku.

Mereka bergerombol sekitar 6 orang, dan salah satu dari mereka mulai mendekatiku yang sedang diikat dibawah jendela ini.

Aku berusaha teriak sekencang mungkin,

"HEEELP ME PLEASE, ADA ORANG DISINI TOLOOONG"

Namun lelaki berbadan kekar ini langsung memplester mulutku, sehingga sekarang aku sudah tidak bisa apa-apa.

Stalker In LoveBaca cerita ini secara GRATIS!