"Angga!"

"Siapa dia?" tanyaku kebingungan, begitu juga dengan Anggi dia terlihat nampak kebingungan

Angganya juga seperti tidak mengenali perempuan tersebut

"Ih sayang kok malah nyapa Angga dulu sih, kenapa engga aku yang di sapa duluan?" ucap Justin dengan nada kecewa

Baru deh aku ber oh panjang

Wanita berkerudung tadi pun tersadar akan oh panjang dariku ini,

"Yaampun Keyla!!! Eh Anggi! Yaampunn udah lamaa yaaaa!" ucap wanita itu

"Ih sayang mah aku ga di waro, ga di sapa lagi" ucap Justin dengan wajah yang terlihat bete

Wanita itu melirik, lalu tersenyum, "Assalamualaikum akang Justin"

"Waalaikumsalam dek Faras" ucap Justin

"Yaampun! Kamu Faras?!" ucap kami bertiga bersamaan

"Kalian lupa sama aku? Apakah wajahku ini terlihat begitu berubah sampai sampai kalian tak ingat aku?" tanya Faras dengan nada kecewa

"Yaa kau begitu cantik, dulu itu kau kan agak agak tomboy"

"Perubahan menjadi lebih baik boleh dong kan?" ucap Faras dengan senyum yang manis

"Haha tentu sajaaa" ucap Angga

"Oke, baiklah. Apa yang harus kita bicarakan?" ucap Faras

"Kau sudah mulai ingin to the point rupanya"

"Tentu saja. Kalau kita hanya berbasa basi itu hanya akan membuang buang waktu, dan waktu adalah uang. Jadi sama saja kita seperti membuang buang uang" jelas Faras

"Teteh Faras ceramah euy!" ucap Justin

"Sebenernya aku gatau kita kumpul untuk membicarakan apa.... Aku hanya kangen kalian, aku hanya ingin kumpul kumpul bersama kalian menceritaka sesuatu yang akan membuat kita tertawa" ucapku

"Baiklah, berhubung kita sudah lama tak bertemu. Pasti kalian memiliki pengalaman yang belum di ceritakan bukan?" tanya Anggi

"Yap."

Akhirnya kami pun bercerita cerita, sampai sampai-

"Astagfirulloh" ucap Faras

"Ada apa sayang?" tanya Justin

"Sebentar lagi aku harus mengajar anak anak di masjid, aku duluan ya" ucap Faras terlihat terburu buru

"Aku antar. Oke gais gua cabut" ucap Justin

Mereka berdua pun meninggalkan kami.

"Sekarang apa?" tanyaku

Tiba tiba ponsel Anggi berbunyi

"Yaaahh maaf yaaa, Kelvin udah di bandara, aku harus menjemput dia. Selamat tinggal" ucap Angi dengan terburu buru

Aku canggung, sekarang hanya tersisa kami berdua disini.

"Lalu, apa jawabanmu soal yang tadi?" tanya Angga secara tiba tiba

"Tidak," ucapku datar

"Apa? Kau mau atau tidak?" tanya Angga lagi

"Tidak," jawabku datar

"Oh baiklah" jawabnya dengan nada kecewa

"Maksudku, tidak, aku tidak bisa menolak." ucapku dengan senyum

"Yaampun Keylaaa! Lo suka gitu ah!" ucap Angga sambil tertawa kecil

"Tapi- ada tapinya loh ya" ucapku sambil melipatkan kedua tanganku

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!