Buat new reader, silahkan baca juga 'A secret' atau 'Eccedentiants'^^
terimakasih ^^

---------

I wanna tell you more about my honest feelings
I wanna get closer to you

*****

"Sehun?kau mengatakan jika hari ini kita berkemah bersama anak-anak lain, apa ini yang kau sebut dengan 'camping'?" Soojung menaikkan salah satu alisnya ketika berjalan keluar dari tenda yang tadi sore baru saja di dirikannya bersama sehun. Sehun tidak menjawab, ber pura-pura menyibukkan diri dengan menyalakan api unggun menggunakan pematik di tangannya, terlihat wajahnya sedikit memerah saat soojung duduk di sampingnya.

Soojung memandang api yang baru saja menyala, menoleh ke arah sehun dengan senyum kecil yang terukir di bibirnya, menyerahkan secangkir cokelat panas yang baru saja di tuangnya di dalam tenda tadi pada lelaki yang kini balik menatapnya, gugup.

"Jadi, hanya ada kita disini?"

Sehun tidak menjawab, berpolah tak acuh, kembali menoleh ke depan memandang lekat api unggun yang sudah menyala 5 menit yang lalu. sehun hanya berusaha mengalihkan perhatian dari soojung yang kelihatannya menanti sebuah jawaban. Menahan rasa malu, sehun mengangguk pelan seraya menyeruput coklat panasnya------sialan, umpatnya dalam hati merasakan coklat panas itu membakar lidahnya, mengingat ia belum meniupnya karena terlalu gugup.

"Kau baik-baik saja?" Soojung terlihat menahan tawa setelah sehun menyemburkan coklat panasnya, mengacak gemas surai kecoklatan lelaki yang kini hanya terdiam menahan malu "Maaf, aku lupa mengatakan jika itu sangat panas------"

"Tak apa" Sehun membenahi posisi duduknya, memalukan, ia menoleh ke arah soojung yang tertawa lepas, menyembunyikan wajah di balik punggung lebar milik sehun.

"Ya, tertawalah sesuka hati" Sehun menahan senyum, lagi-lagi jantungnya berdebar mendengar tawa soojung yang memang setiap hari selalu mengisi hari-harinya. tapi yang perlu di pertanyakan, soojung menganggap dirinya sebagai seorang teman atau sebagai seorang lelaki? oh god-----sehun membahasi bibirnya.

"Wajahmu-----haha!lucu sekali!" Soojung menyeka air mata menggunakan jari, menghentikan tawanya yang terlalu keras, kembali meminum coklat panas miliknya sebelum menepuk pelan punggung sehun "Hari ini kau lebih diam daripada biasanya" ucapnya mengalihkan pembicaraan.

"Benarkah?"

Soojung mengangguk keras "Ada masalah ya?Ceritakan padaku!" Gadis itu memeluk lengan sehun, merengek kecil seperti biasanya dan sesekali mengguncangkan lengan sehun agar lelaki itu membuka mulut. namun sehun hanya tersenyum, memukul pelan puncak kepala soojung "Sifat manjamu tidak pernah hilang, jung"

"Tapi setidaknya sifat manjaku membuat lelaki tertarik" Tawa sehun meledak saat itu juga, menggeleng-gelengkan kepalanya ketika menutup mulutnya dengan satu tangannya yang terkepal walaupun sejujurnya ia meng-iyakan secara diam-diam dalam hati. Soojung mendengus.

"Aku serius!"

"Iya, jung. aku tahu kau serius"

Sehun meletakkan beberapa ranting dan dedaunan kering pada api unggun yang hampir padam, menjabarkan kedua telapak tangannya di dekat api unggun. soojung menoleh sekilas sebelum mengikuti sehun menjabarkan lebar-lebar kedua telapak tangannya, mendapatkan kehangatan dari surga dalam sekejap.

"Soojung"

"Ya?"

"Kau kedinginan?"

Soojung tersenyum, menarik kembali kedua tangan dan melipatnya, membuat kontak mata dengan sehun sebelum menggeleng pelan "Tidak".

Sestal StoriesBaca cerita ini secara GRATIS!