Aishi #01

14.7K 871 28
                                    

Kriett...

"Cih,"

Srett...

"Ck!"

"Berhentilah menggeser-geser bangkumu Sakura! Itu membuatku gila! tak bisakah kau duduk manis saja dan menghabiskan makananmu?" dengus Ino jengkel.

Ino tak habis pikir dengan sahabat cantiknya, apakah cinta monyet itu telah membutakan mata dan pikiran Sakura?

"Ck, bukan urusanmu Ino," balas Sakura dengan santainya

"Jelas saja urusanku! Suara itu mengganggu acara makanku!" teriak Ino dengan nyaringnya.

Hinata mencoba berusaha menenangkan Ino yang sedang naik darah, sementara Sakura? Bersikap acuh tak acuh seakan tak terjadi sesuatu.

"Apa masalahmu pinky?" Temari angkat bicara

Sakura merengek, "Kau tau Tema? Gaara mengatakan putus padaku kemarin, di tempat yang sangat romantis! DI TEMPAT ROMANTIS?!" kesal Sakura saat mengingat kembali kejadian malam itu.

Temari memutar bola matanya bosan, "Oh ayolah Sakura, kau sudah menceritakannya dua puluh lima kali, eh tunggu, sekarang menjadi dua puluh enam kali!"

Ya benar, sudah berulang-ulang kali Sakura mengatakan moment putusnya dengan Gaara pada tiga sahabat karibnya itu, saking ingin curhat, Sakura sampai menyuruh ketiga temannya itu untuk datang lebih awal ke sekolah.

Dan tiga temannya itu dengan bodohnya menyetujui hal tersebut. Mereka datang pukul 06.30 sementara bel masuk berdering tepat pukul 08.00.

Karena itulah sekarang mereka sarapan di kantin.

"Kau tidak mengerti Temari," ujar Sakura frustasi.

"Oke, sekarang dengarkan aku." Ino buka suara.

Sakura menatapnya.

"Banyak pria lain di luaran sana yang ingin memilikimu, kau cantik, kau kaya, kau berbakat, pria mana yang sanggup menolakmu?"

Sakura terdiam berpikir.

Temari melanjutkan, "Seharusnya kau tak bersikap seperti ini, kau merendahkan harga dirimu demi pemuda bejat seperti Gaara."

"Kau mempunyai segalanya, kau bisa mendapatkan apa yang kau mau Sakura, termasuk mencari seribu laki-laki yang lebih baik dari pada Gaara," sambut Hinata.

Sakura terdiam sejenak.

Ino melanjutkan.
"Untuk apa kau mencintainya dan uring-uringan tak jelas seperti ini karena dia yang tidak memikirkanmu sama sekali, lebih baik kau beri pelajaran padanya, tunjukkan kau bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari dia."

Sakura menunduk menatap makanannya yang tak terusik sama sekali. Keadaan hening seketika, mereka memberikan Sakura waktu untuk mencerna.

Kring~

Sampai akhirnya suara bel terkutuk itu memecahkan keheningan diantara mereka.

"Sudah bel, ayo kita ke kelas," ajak Hinata.

Sakura mengangkat kepalanya menatap ketiga temannya yang juga sedang menatapnya. Perlahan tapi pasti, senyum terukir di bibir mungilnya.

"Ayo kita ke kelas!" ajaknya dengan bersemangat.

Hinata, Ino dan Temari saling tatap satu sama lain, kemudian mereka tersenyum lebar, "Ayo!" teriak mereka bersamaan lalu berjalan keluar kantin.

Di sepanjang koridor, empat primadona sekolah itu terus bersenda-gurau, mengundang tatapan iri dari siswi yang lain.

Melewati kelas IPA, Sakura menghentikan langkahnya saat mendengar tawa seseorang yang sangat ia kenal.

Merasa penasaran, Sakura mencoba mengintip, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Gaara tengah bercanda tawa bersama seorang gadis di kelas itu. Sakura mulai merasakan matanya memanas.

Ia menggeleng dan membatin,
'Kau tak boleh menangis Sakura, ingat yang dikatakan temanmu!'

Sakura mencoba menghibur hatinya, dengan perlahan dia mengusap matanya, mata yang dulunya lembut menatap Gaara kini berganti menjadi dendam. Ia telah menjadi bodoh karena termakan rayuan kosong dari mulut pemuda merah itu.

"Kau ingin bermain, Gaara? Baiklah, akan kutunjukkan cara mainnya sayang," seringai menghiasi bibir manisnya.

"Hoi Sakura! apa yang kau lakukan di situ! cpatlah, guru Kakashi sudah di kelas!" jerit Ino.

"Aku datang!" teriak Sakura sembari berlari menyusul teman-temannya.

Di part berikutnya bakalan menunjukkan momen SasuSaku!

Give your vomment(s)!

AISHITERUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang