Harry Potter - Dalam Kesendirian

3.8K 276 187
                                    

Central Character : Severus Snape (Alan Rickman)
Time Line : Buku ke 6
Genre : Angst

Sesosok pria paruh baya tengah menumpuk buku dengan hati-hati. Perpustakaan di waktu malam terlihat suram dan sepi. Ia berada di lorong bagian potion book yang jarang terjamah dan agak berantakan.

Jam besar di sudut ruangan sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi ia masih berdiri di sana. Dipilah-pilahnya buku yang ada di hadapannya dengan cepat. Memisahkan antara buku-buku yang sekiranya masih dibutuhkan atau yang akan dibuang. Buku-buku itu adalah koleksi miliknya. Buku dan perkamen yang semula memenuhi ruangan pribadinya.

Rambut hitam lurus berminyaknya sesekali melambai seiring gerak kepala yang meneliti buku-buku itu satu demi satu. Mata hitamnya menelusuri judul demi judul yang tertera. Ia tiba di buku terakhir yang harus diperiksanya. Tiba-tiba gerakannya terhenti.

How to be the best potion master, bacanya dalam hati.

Tulisan judul dengan warna perak menyala sangat kontras dengan latar sampul buku yang berwarna hitam pekat. Diangkatnya buku itu mendekat padanya. Ia membuka sampul buku yang terbuat dari bahan cukup keras itu.

Di halaman putih kosong pertama ia tertegun. Tulisan rapih dengan tinta hitam terukir di sana. Dibelainya tulisan itu lembut.

Happy Birthday!

Hope you will become the best potion master in the future.

Lily

Terdengar suara helaan napas panjang. Menyaratkan kepedihan yang terhempas keluar bersama karbondioksida yang dipaksa keluar dari paru-paru. Meski tanpa nama penerima, ia tahu betul kepada siapa pesan itu ditujukan.

Ya ... buku itu adalah hadiah pertama yang diterimanya dari Lily. Kado pertama dan mungkin terakhir yang pernah diterimanya sampai saat ini. Ingatan masa lalu itu menyeruak dalam benaknya.

~*****~

"Happy birthday Severus!" Lily mengangsurkan sebuah bungkusan kado berwarna biru tua padanya saat mereka masih duduk di tingkat lima sekolah Hogwarts.

"Thank you," balasnya malu.

"Hope it's useful for you." Lily tersenyum. Tiba-tiba didengarnya James memanggil namanya. "Ah ... I've got to go. Bye, Severus!"

Lily bergegas pergi meninggalkan Snape yang menggenggam kadonya erat. Menelan kembali kata-katanya yang hendak mengajak Lily makan malam bersama untuk merayakan ulang tahunnya.

Ia tersadar dari lamunannya. Kini ia telah menjadi potion master yang hebat dan bahkan dipercaya sebagai pengajar Defense Against the Dark Arts seperti yang selama ini ia impikan. Tapi tugasnya belum selesai sampai di sini. Ia harus melakukan hal berat itu. Demi seseorang yang penting dalam hidupnya, meski itu sangat menyakitkan baginya.

TENG TENG....

Suara lonceng menandakan waktu tengah malam telah berbunyi. Diacungkan tongkat sihir yang baru dikeluarkan dari saku jubahnya ke atas tulisan itu.

Huruf-huruf dalam tinta hitam itu meliuk-liuk seperti terkelupas dari kertasnya. Lalu dengan perlahan tapi pasti, huruf-huruf itu beterbangan keluar dari kertas sebelum kemudian menipis dan lenyap.

Halaman itu kini bersih dari semua tulisan. Menghapus semua jejak kenangan dari masa lalu.

Ditutupnya buku itu dan meletakannya ke dalam rak perpustakaan.

"Happy birthday to me," bisiknya lembut pada dirinya sendiri.

Sepi.

Ia bergerak menjauh. Pekerjaannya telah selesai. Suara langkah kakinya terdengar jelas di keheningan malam. Jubah hitamnya berkibar seiring langkah kakinya yang lebar meninggalkan perpustakaan yang tenggelam dalam kegelapan.

~*****~

090110

Snape Day 2010

Kalau ada Typo lagi tolong bilang yah.

*Demi cintaku pada Snape yang selalu ditertawakan teman-temanku saat pertama kemunculannya krn aku mengangapnya seperti Longbottom angkatan James*

Unseen Heart - Derita Fandom PinggiranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang