Night Kiss

33K 1.2K 13

22 | Night Kiss

Menyelam. Kegiatan yang sayang sekali jika dilewatkan saat berada di Maldives. Pulau ini tak hanya menyuguhkan keindahan alam di bagian daratannya saja, namun juga keindahan alam bawah laut.

Sementara Allena sedang memakai pelampung, Raffa sedang sibuk membantunya menguncir rambut.

"Selesai." Kata Raffa sambil merapikan beberapa helai rambut yang terlepas dari genggamannya saat dililitkan dengan pita penguncir. Raffa juga membantunya memakai alat pernafasan untuk menyelam dan memakaikan sepatu kataknya. Dirasa sudah siap, Raffa menggenggam erat tangan Allena dan mulai menceburkan diri ke dalam lautan.

Lagi-lagi keduanya dibuat kagum. Terumbu karang, ikan berwarna-warni dan rumput laut yang tumbuh subur di sana adalah suatu pemandangan yang sangat menakjubkan. Meski negaranya memiliki Bali, namun nyatanya pesona Maldives tak kalah menarik.

Terlebih ketika Raffa yang masih sempat-sempatnya menyusun bebatuan kecil dan membentuk kata I love you untuk Allena, kemudian memeluknya dengan erat. Terkesan klise dan kekanakan memang, tetapi itu membuat Allena merasakan klimaks dari kata bahagia. Meski tak ada sepatah kata yang terucap, tetapi Allena bisa menangkap maksud Raffa.

-----

Sementara itu, saat ini Simon sedang berada di Jepang untuk mengurus dan menyelesaikan permasalahan kantor cabang Ford Motor Company di sana. Bukan sebagai pihak yang diutus langsung oleh FMC, melainkan menyamar sebagai seorang investor yang menawarkan kerja sama dengan cabang perusahaan otomotif itu.

Walaupun jauh berada di Jepang tanpa sepengetahuan Raffa, tetap saja Simon selalu mengawasi dan melihat perkembangan setiap pekerjaannya. SW Corp, Chevron Group, RSB Branding and Communication, Ford Motor Company, dan juga George Tan. Ia mengawasi ke-limanya dalam waktu bersamaan. Tiga hari terasa sangat berat sekali.

"Felix, lakukan panggilan internasional dan telepon nomor yang akan kukirimkan sebentar lagi. Pastikan George Tan tak mengetahui kalau diam-diam kita merencanakan pertemuan dengannya." Ujar Simon memberikan perintah kepada salah satu orang suruhan Raffa. Simon sejak tadi berjalan kesana-kemari, melihat beberapa fax dan e-mail yang masuk dalam waktu yang hampir bersamaan. Okay, semuanya masih berjalan sesuai dengan rencana awal.

"Apa yang harus kulakukan sekarang-ah, aku sampai bingung karena saking banyaknya tugas yang harus kuselesaikan." Simon menggerutu kasar dengan tingkat kebingungan yang masih dalam tahap sedang, kemudian menghadap salah satu laptop berwarna putih di sisi kirinya dan mulai mengetik pesan multimedia kepada CMO SW Corp. Sial, ia hampir saja melupakan perusahaannya sendiri.

----

Bulan madu selesai. Tiga hari sudah lewat, dan keduanya sudah kembali disibukkan dengan pekerjaan kantor yang begitu menumpuk. Terlebih bagi Allena. Ia hanya bisa menganga tak percaya ketika pihak Toyota memutuskan kerja sama dengan cara sepihak. Saat ini keuangan FMC sudah berada di zona kurang aman, itulah yang dilaporkan oleh sekretarisnya pagi tadi.

Allena memijat kepalanya yang mulai pening dan menelpon Raffa, meminta solusi bagaimana cara mendapatkan suntikan dana ratusan juta rupiah untuk biaya pembelian bahan baku yang rencananya akan diimpor oleh Jerman minggu ini.

Tenangkan dirimu, Allena.

Allena berusaha menenangkan dirinya sendiri dalam menghadapi masalah ini. Meskipun Allena bukan orang yang mahir bisnis, tetapi ia juga bukan orang yang bodoh. Toyota lepas, masih ada Kia Motors yang membuka tangan lebar-lebar bagi perusahaan otomotif dunia. Allena memang sengaja memilih Toyota, karena tahu performa Toyota sudah cukup menguasai pasar. Dan sekarang pilihannya belum mencapai final, Kia Motors atau Nissan Group?

"Atur pertemuanku dengan Mr. Fred Simpson minggu ini, ajukan proposal kepada Kia Motors tentang kerja sama sebagai pengganti gagalnya Toyota." Pinta Allena langsung kepada Tiara Siskasari, sekretarisnya. Kesibukannya bertambah berkali lipat semenjak proyek pengeluaran produk terbaru Ford Universe Space Luxury-mobil wisata mewah yang rencananya akan diluncurkan dua bulan mendatang.

----

Allena mendekat ke arah Raffa yang sedang sibuk membaca sesuatu, penasaran buku apa yang membuat suaminya itu serius membaca sampai memakai kacamata. Raffa minus, tetapi tak suka berkacamata. Empat bulan yang lalu Raffa melakukan operasi laser untuk menurunkan minusnya, namun terkadang Raffa masih mengeluh karena penglihatannya yang kurang bagus.

"Fallen." Eja Allena membaca judul novel tersebut.

"Tumben sekali kamu membaca novel... " Allena bertanya lagi sambil menggeser posisinya untuk mendekat ke arah Raffa, dan menyandarkan kepala ke bahu kokohnya.

"Penasaran aja." Jawab Raffa sambil melepas kacamata yang bertengger di hidungnya. Keduanya memiliki kesamaan, selalu memakai kacamata jika membaca sesuatu yang penting atau menarik minat mereka. Raffa menutup novelnya, dan menaruhnya di atas nakas. Raffa kemudian menarik kepala Allena untuk bersandar ke dadanya.

"Aku melewati hari yang sangat melelahkan hari ini." Lirih Allena, Raffa mencium puncak kepalanya dan mengelus lengan Allena untuk menenangkan.

"Kalo boleh jujur, aku lebih memilih kamu nggak kerja dan mengurus rumah tangga aja. Ngelihat kamu kelelahan gini, aku nggak tega." Ujar Raffa dengan nada lembut, Allena menggeleng dalam pelukannya.

"FMC membutuhkanku, sayang." Balas Allena kemudian menegakkan badannya dan menatap Raffa intens sambil menangkup wajah suaminya. Semenjak acara 'Honeymoon' kemarin, Allena mulai membiasakan diri memanggil Raffa dengan sapaan yang yaa... terdengar manis dan pastinya membuat Raffa senang bukan kepalang.

"Kamu itu prioritas utamaku, aku nggak akan melupakan kewajibanku sebagai istri..." Mereka beradu pandang. Cukup lama, karena sorot lembut mata Allena yang mampu membuat Raffa bertekuk lutut, dan terjebak dalam pesonanya.

Mmmuah!

Allena mencium Raffa. Hadiah night kiss untuk suaminya. Ugh... lihat Raffa bahkan sampai lupa caranya berhenti tersenyum.






TBC

Thanks for reading. Jangan lupa Vote and comment yaa..
Yuk baca cerita baru bun, judulnya Kebelet Nikah :)

Regards,
©flowersbun

Mr. And Ms. ArrogantBaca cerita ini secara GRATIS!