Part 2

8 0 0

Rintik hujan terlihat seperti butiran mutiara yang berjatuhan membasahi tapakan permukaan bumi. beberapa kendaraan berlalu-lalang dengan cepat seakan berlomba untuk lebih dulu sampai hingga tujuan. lewat kaca besar yang menembus kearah jalan, Aleyna bisa melihat semuanya dari dalam restaurant. Aleyna menatap Geza yang sekarang ini sibuk memilih menu untuk dipesan, Aleyna terkekeh menatap wajah tampan Geza yang tidak pernah membuatnya merasa bosan. Aleyna berdelik ceria kemudian menggengam erat jemari Geza, Aleyna menghela nafasnya sebelum akhirnya kedua sinar matanya kembali tertuju menatap wajah Geza penuh dambaan. Geza tersenyum tipis membalas senyuman yang Aleyna tujukan. Geza kemudian mulai memanggil seorang waitress untuk memesan makanan yang telah ia pilih tadi. seorang waitress dengan senyum ramah datang dengan membawa notebook serta pulpen siap untuk mencatat menu pesanan Geza."Mau pesan apa pak?" "Saya mau pesan Bruschetta 2 sama chiken parmigiana 2 terus minumnya orange jus."Dengan cekatan pesanan Geza telah tercatat dinotebook milik waitress itu. waitress itu kemudian mengulangi pesanan Geza, memastikan jika semua sudah lengkap."Silahkan tunggu sebentar ya pak."dengan ramah waitress itu pergi untuk mensetorkan pesanan pada sang koki yang mungkin sedang sangat sibuk di pantry. Aleyna tidak banyak komentar dengan makanan yang Geza pesan karna hampir semua makanan kesukaan Geza juga termasuk kesukaan Aleyna kecuali semua jenis makanan yang berbau ikan."za, besok kamu maukan anterin aku ke toko buku?" Geza hanya menanggapinya dengan gumaman singkat. Aleyna kemudian tersenyum tipis sebelum akhirnya menghela nafas, Aleyna meraih ponsel milik Geza kemudian mulai melakukan hal sesukanya tanpa takut Geza marah."Kita selfie yuk za." "Kamu ajah, aku gak mau." "za, please.. terakhir kita foto waktu kita tunangan dan itupun gak asik. aku mau kali-kali kita selfie berdua terus gayanya yang romantis banget okey?" Cerewet. hanya itu yang bisa Geza nabatkan untuk Aleyna, Geza akhirnya mengangguk membuat Aleyna tersenyum penuh rasa senang. Aleyna beranjak dari duduknya hingga tanpa rasa malu segera duduk dipangkuan Geza. Aleyna mulai berpose ceria sementara Geza hanya tersenyum tipis bahkan nyaris tidak terlihat. setelah puas foto yang pertama, sekarang Aleyna mulai mengecup pipi Geza membuat Geza sempat terkejut namun tidak bisa berbuat apapun selain membiarkan Aleyna tetap mengambil beberapa foto dari ponsel."Yang terakhir, aku mau kamu gantian yang cium aku." "Aleyna, ini restaurant." "za, di restaurant ini cuma ada beberapa orang doang, please." Dengan sedikit ragu Geza mulai mendekatkan bibirnya untuk mengecup pipi Aleyna. Namun, niat Geza untuk mengecup pipi Aleyna mulai tergantikan menjadi mengecup bibir Aleyna dengan lembut, membuat mata Aleynam terbelalak bahkan ponsel yang Aleyna genggam nyaris terjatuh."Nghh.. za, aku gak nyuruh kamu buat cium-"kalau udah mau buat malu, gak boleh tanggung-tangung Aleyna." "Tapi aku gak suka, kamu genit banget tau!" Aleyna tidak bisa menyembunyikan noda merah dikedua pipinya membuat Geza terkekeh geli. Aleyna mulai beranjak kemudian melangkah dengan wajah menunduk karna malu melihat berbagai pasang mata yang tertuju menatapnya. Aleyna kembali terduduk dibangkunya kemudian menatap Geza dengan tatapan sinis bahkan bibir ranumnya terus berceloteh mengumpat Geza dengan penuh rasa kesal membuat Geza tertawa singkat."Aku malu za." "Harusnya kamu bersyukur bisa dicium sama laki-laki tampan kayak aku. di luar sana ada milyaran perempuan yang pengen dapetin ciuman dari aku, kamu itu perempuan yang paling beruntung karna bisa dapetin bibir aku. aku ini good kisser Aleyna.." Aleyna mendegus merasa jengkel dengan pengakuan Geza yang terlalu memuji diri sendiri. meski sebenarnya Aleyna harus terpaksa menyutujuinya, Aleyna memang selalu kalah jika permainan sudah Geza yang memimpin. Kejadian saat pertama kali Geza menciumnya tentu tidak pernah bisa Aleyna lupakan, kejadian itu berlangsung diperpustakaan pribadi milik Geza saat golden hour mulai tenggelam sempurna."Dasar mesum. rasanya aneh banget bisa punya pasangan yang dingin kayak bongkahan es tapi punya sifat mesum yang luar biasa." "Aku normal Aleyna." Geza tersenyum getir merasa puas karna berhasil membuat Aleyna merajuk kesal, sangat terlihat menggemaskan.
*******
Sudah sangat biasa saat Geza datang ketempat ini, tempat yang menjadi sarang untuk ketiga sahabatnya. tempat yang selalu ditemukan berbagai macam sampah serta botol minuman, tempat ini adalah basecamp yang Geza dirikan satu tahun lalu. Geza masuk kedalam dengan perasaan yang tidak baik, Geza berdecak saat sepasang onyxnya menatap Kiki yang tengah tertidur pulas di sofa besar dekat tempat billiard. Geza kemudian melangkah menuju kamar hingga Geza terkejut saat melihat belasan celana dalam Aldi berserakan layaknya sampah diatas tempat tidur."Cih."decak Geza penuh rasa kesal sekaligus jijik, awalnya tempat ini sangat bersih namun karna sering dihuni oleh Kiki dan Aldi, basecamp layaknya seperti sarang sekelompok babi."Tumben lo dateng kesini za." Geza menoleh menatap Aldi yang datang dari arah daper dengan membawa semangkuk mie instan yang masih mengepul. "Gue gak nyangka dalam waktu beberapa bulan, basecamp udah percis kayak sarang babi. lo sama Kiki ngapain ajah selama numpang disini? Al, gue gak mau tau pokoknya tempat ini harus bersih."cetus Geza menatap tajam kearah Aldi yang memilih untuk terkekeh geli."Namanya juga cowok za, mau sejorok apapun juga harus dimalumin. cowok itu bukan ibu-ibu yang setiap hari bersih-bersih. gue sama Kiki juga sering beresin basecamp kok, kita berdua bukan cuma numpang boker doang kali."Aldi membawa mie miliknya kedalam kamar dan tanpa ragu Aldi mengunci pintu kamar membuat Geza mendegus. Sepertinya Geza harus mengadakan sewa basecamp perbulannya untuk Aldi dan Kiki agar mereka tidak berbuat seenaknya ditempat ini.
*******
Banyak orang bilang jatuh cinta hanya bisa terjadi sekali seumur hidup. karna yang seterusnya hanyalah perkembangan dari rasa cinta yang terjalin. Namun, berbeda dengan Aleyna yang mengalami jatuh cinta ribuah kali setiap harinya. Aleyna salalu jatuh cinta setiap kali Geza berada didekatnya, memeluknya, menatapnya, memciumnya dan bahkan memarahinya. Aleyna selalu jatuh cinta pada Geza setiap kali bertemu tidak peduli jangka waktu yang terlalui, bagi Aleyna cinta yang ia rasakan memang hanya tercipta untuk Geza, pasangan yang akan mengiring kepergiannya dan pasangan yang akan terus menjadi pendampingnya seumur hidup.Tuhan menciptakan Geza lengkap dengan rupa yang nyaris sempurna, meski dibalik semua kesempurnaan Geza tidak jarang membuat luka dihati Aleyna. tidak pernah terbayangkan dua tahun terlalui menjalin cinta yang terus berkembang setiap harinya meski tidak selalu menuai suatu hal yang manis untuk dirasakan.Aleyna terkikik geli melihat cincin yang melingkar dijari manisnya, hingga detik ini Aleyna masih sulit untuk percaya jika ia telah bertunangan dengan Geza. perasaan geli seakan membuat ribuan saya kupu-kupu menggelitik perutnya."Sekalipun kamu selalu tampil apa adanya dengan sikap kamu yang terkesan dingin dan cuek. aku gak merasa nyesel karna udah cinta sama kamu, aku bahkan ngerasa bersyukur karna aku bisa jadi satu-satunya kucing yang bertahan untuk bongkahan es sedingin kamu, aku sayang kamu za. I love you baby." Aleyna membiarkan rasa bahagianya berubah menjadi rasa bersyukur yang mendalam sehingga membuat airmatanya berderai begitu saja, terlalu banyak rasa yang menguasai hati Aleyna.

Bittersweet LoveBaca cerita ini secara GRATIS!