▶30.If You Stayed..

15.5K 840 145

"Ini terakhir kalinya aku mohon padamu. Berhenti lari dariku karna aku sudah lelah mengejarmu."

Happy reading! xx

⚫⚫⚫

Kinan menghantam keras cermin di kamarnya hingga hancur berceceran pecahannya. Matanya memerah menahan amarah atas tindakan bodohnya. Tangisnya pecah, terduduk pilu memeluk lutut dengan tetesan darah yang masih menetes mewarnai karpet putih berbulu tebal.

Teriakan frustasi terdengar menggema di kamarnya yang sengaja ia kunci. Kinan menyesal, Kinan sadar tindakannya terlalu bodoh menelantarkan istrinya yang sedang hamil, Kinan butuh Veranda. Hatinya berulang kali meraung - raung memanggil kekasih pujaan hatinya, namun tak kunjung datang.

Tangisannya pilu terdengar menyayat hati. Bukan, bukan Kinan tak mengejar Veranda. Bahkan kakinya menolak meraih tangan istrinya untuk kembali ia genggam saat Vienny dengan setia merangkul lengannya posesif, Kinan bodoh.

Jam tangannya ia lemparkan begitu saja hingga hancur tak berbentuk pada lingkaran waktunya. Menatap miris foto pernikahannya yang masih seumur jagung. Dirinya sadar, Verandalah tempat dirinya bernaung terakhir kalinya.

Matanya terpejam menekan rasa sakit dan kebodohannya secara bersamaan. Kemejanya lusuh berantakan. Basah dan berdarah. Kinan sakit, lebih dari apapun. Sebuah lagu terputar indah di kamarnya melalui ponselnya yang tak sengaja menekan ikon radio. Tamparan besar kembali ia dapatkan dari arti lagu tersebut.

Time spirals in the breath of memories
When I slowly can't feel you
Laughing and weeping
All become a soundless film

Bibirnya bergetar pilu. Memanggil Veranda puluhan kali hasilnya tak ada. Selepas perginya Veranda dari kantor, Kinan mengejarnya. Namun, dirinya terlambat karna sang istri telah pergi mengemasi pakaiannya.

Only the clicking of the clock is left
To accompany me in my lifelessness
In every second my heart is struggling
Don't make fun and call me foolish
It's fate that leaves me speechless

Kepalanya ia benturkan dengan keras kearah tempat tidur. Berulang kali pintu kamarnya di ketuk, namun tak ada tanda si empunya akan membukanya.

As soon as day breaks
I can't make you stay
Warmth counts backwards
Lamenting over this one minute

"Ayaaah, ini Gre.. Ayah di dalam?" Tanya bocah tersebut takut - takut. Suaranya serak seperti habis menangis. "Ayah buka, Gre ingin masuk. Ayah baik - baik aja kan?"

Close my eyes
And then open them again
Things have already changed
A stranger's face became me

"Ayah.." Gracia terisak mengetuk - ngetuk ulang pintu kamar Kinan. Badannya terduduk lemas menunggu sang ayah membukakan pintu untuknya. "Gre, mau masuk ayah. Ayah...." Tangisnya semakin besar ketika medengar Kinan menendang kembali lemari pakaiannya.

Who's screaming pain?
No matter what the tears flow
Leaving all feelings
Needing another minute

Kinan membakar rokoknya di atas karpet. Wajahnya kacau berantakan. Penampilannya sungguh bukan Kinan seorang bos besar yang rapih dan beribawa.

Even after a minute if we break up
Don't forget to treasure the sky of our love
Forever hustling to find what

Once you get used to someone
It's like being emptied
Who is begging for me I can't turn back
I know it's time to let go

"Veranda.." Gumamnya pelan saat menghisap rokoknya. Asapnya ia hembuskan ke udara menggulung - gulung tak beraturan. "Ve.. Aku butuh kamu." Air matanya kembali menetes pilu. Memandang satu foto seorang wanita menggunakan bando khas natal memamerkan deretan giginya yang rapih.

Rest of My LifeBaca cerita ini secara GRATIS!