Chapter 11 *Im Fine*

5.5K 460 40

BOLERO *Love in the Past*
Sherry Kim

Happy Reading...!

Kim Junsu berdiri di luar pintu apartemen Yunho dengan wajah sembab. Wanita itu menangis sesegukan dan mendorong Yunho untuk menyingkir dari ambang pintu, tanpa di persilahkan wanita yang sedang hamil tua itu melenggang masuk dengan mulut mengomel tidak jelas tentang suaminya yang Playboy itu. "Dimana Yoochun?"

"Yoochun," Yunho membe'o. Apa wanita itu masih bermimpi, bagaimana mungkin Yoochun berada disini di rumahnya pada jam pagi buta seperti sekarang. "Dia tidak ada disini."

Yunho mengekor wanita itu yang sudah duduk di meja makan. "Kau tahu aku akan kesini, itukah alasanmu membuat dua porsi sarapan, atau kau menyembunyikan suamiku di rumahmu."

"Dia tidak ada disini Kim Junsu, aku bersumpah, untuk apa aku menyembunyikan suamimu disini."

"Kalau dia tidak berada disini berarti benar dugaanku." Yunho sudah akan berkata untuk jangan menyentuh sarapan miliknya tetapi Junsu telah menikmati sarapan buatan Jaejoong. Sial, ia bahkan belum mencicipi sarapan pertama yang wanita itu buatkan untuknya, setidaknya di Apartemen miliknya ini.

"Dasar semua laki laki sama saja, kau tahu aku akan menceraikan Yoochun," Junsu menjejalkan potongan besar telur dadar kedalam mulutnya yang sudah penuh. "Pria itu tidak kembali tadi malam, handphon miliknya tidak aktif, pasti dia menemui kekasihnya yang lain."

Yunho memutar bola matanya malas. Demi Tuhan, hanya karena Yoochun tidak bisa di hubungi wanita yang sedang hamil tua itu akan menceraikanya, Yunho tidak yakin Yoochun akan menceraikan Junsu." Mungkin saja batrai handphonnya habis, dan mungkin dia berada di suatu tempat dan tidak bisa menghubungimu." Ia menjelaskan. Matanya mendelik lebar kala Junsu meraih piring lainya setelah menghabiskan satu porsi sarapan miliknya.

"Kau membelanya tentu saja, karena kau sahabatnya." Wanita itu meneguk segelas kopi yang sudah dingin. "Bisa kau buatkan susu untukku. Ah kopi juga boleh, aku tahu kau tidak memiliki susu coklat." Tanpa membantah Yunho menuruti permintaan wanita hamil yang masih mengomel dan mengutuk suaminya semakin parah.

"Ingat, kau sedang hamil, tidak baik untuk bayimu kau mengumpat seperti itu dan juga kopi ini juga tidak baik untuknya"

"Kenapa yang ini tidak ada telur gorengnya." Karena telur itu gosong. Yunho membatin.

Junsu kembali berkata, "Apa peduliku baik atau tidak untuk calon anaknya ketika ayah bayi ini tidak mempedulikanku, dasar laki laki kurang ajar." Menusuk sosis menggunakan sendok garpu dengan kasar wanita itu memasukan sosis tersebut kedalam mulut dan berkata dengan mulut penuh makanan. "Kalian hanya mementingkan diri kalian sendiri tidak memikirkan perasaan kami para wanita tanpa memikirkan susahnya kami menjadi wanita hamil." Sekali lagi Junsu menangis namun mulutnya tak henti hentinya untuk mengunyah sarapan. "Sosis ini sangat enak. Aku tidak tahu kau bisa masak salad dan juga kopi itu."

Pandangan Yunho menatap pintu kamarnya yang tertutup, semoga Jaejoong tidak keluar atau ia harus menjelaskan panjang lebar kepada Junsu siapa dan kenapa wanita itu berada disini.

Benda keras menekan kening Yunho sampai ia mengaduh kesakitan. Astaga, Junsu memukulnya dengan sendok untuk ia gunakan sebagai senjata. "Kau tidak mendengarku."

Yunho bertanya tanya dalam hati, apakah semua wanita hamil seperti Junsu cerewet dengan keinginan yang berubah ubah setiap detiknya. Tiba tiba bayangan akan Jaejoong hamil bayi mereka menghiasi kepala Yunho. Ya Tuhan, wanita itu pasti menawan dengan perut besar dan juga... Sekali lagi, Junsu memukul Yunho sedikit lebih keras dari sebelumnya sampai ia mengaduh kwsakitan.

BOLERO ~Love In The Past~Baca cerita ini secara GRATIS!