Bodoh

8 0 0

Bintang pov

Gue tau gue bodoh banget jadi cowok, nggak seharusnya gue ngehancurin perasaan Bulan. Gue sadar gue cinta sama Lyli tapi gue ngerasa nyaman banget waktu gue deket Bulan dan rasanya nyaman itu mengalahkan rasa nyaman gue saat sama Lyli

Flash back

Hari ini adalah hari jadian gue dan Bulan yang ke 1 tahun 1 bulan 1 hari, gue seneng banget gue bisa bertahan lama sama dia. Tapi ada perasaan mengganjal saat gue kemarin tanpa sengaja bertemu dengan cinta pertama gue

Gue juga baru tau kalau ternyata Lyli, cinta pertama gue itu berteman baik dengan Bulan. Memang selama ini Bulan tidak pernah mengenalkan siapa teman dekatnya ke gue dan gue gatau kenapa.

Gue ketemu Lyli saat jalan di Mall bareng Tere, gue gak pernah liat dia selama ini, akhirnya kita bertiga memutuskan untuk makan siang bareng di salah satu restoran di dalam mall.

Kita cerita-cerita banyak dan gue kaget banget kalau ternyata gue dan Lyli satu sekolah, dia juga tau kalau gue pacarnya Bulan, dia ngomong kalau dia anak IPS yang berada di gedung sekolah yang baru mangkannya kita tidak pernah bertemu. Memang di sekolah gue anak IPA dan IPS berada di gedung yang berbeda dengan jarak yang cukup jauh.

Saat gue tanya tentang Bulan, dia jawab bahwa dia sengaja menyembunyikan ini semua karena menjaga perasaan Bulan, dan dia juga ngomong ke gue kalau jangan sampai gue nyakitin Bulan. Dan sumpaah dia tetep Lyli yang dulu yang lemah lembut, punya senyum indah dan cantik. Entah persaan apa yang ada didalam diri gue , jantung gue berdegub kencang. Dan gue menyimpulkan bahwa gue masih mencintai Lyli.

Setelah gue ketemu Lyli, hari gue makin gundah sampai-sampai terbawa saat di sekolah. Bulan tampak cemas saat gue terlihat murung dan sedikit-sedikit menghela nafas panjang, dia terus bercerita dan etah apa yang diceritakan. Gue nggak konsen sama sekali, terlalu banyak yang harus gue pikirkan.

"Bee lo kenapa? Ada masalah?" Dia terus bertanya dan di wajahnya tampak sekalai kalau dia sangat cemas memikirkan gue "gue nggak papa kok sugar, cuman lagi mikirin tugas aja" ucap gue sambil berusaha tersenyum, walaupun gue harus memaksakan senyum gue ini.

"Kalok ada masalah cerita dong.. Kok kamu main rahasia-rahasiaan gini sih??" Ucapnya sambil terus berusaha membujukku agar bercerita

Entah setan apa yang ada didalam diri gue, gue Bintang pertama kalinya membentak cewek gue sendiri "gue udah bilang gapapa ya gapapa, jangan ngeyel terus dong"

Bulan berdiri dengan air mata yang sudah siap meluncur di pipinya, dia mengucapkan "maaf" dan diapun lari, gue tau dia lari ke rooftop sekolah buat nenangin diri karena itu tempat gue dan Bulan saat banyak pikiran

Gue dengan brengseknya nggak ngejar Bulan sama sekali, tapi saat gue tau kalau dia enggak masuk kelas. Gue langsung lari ke rooftop, gue takut kalau Bulan kenapa-napa. Jantung gue berdegub kencang saat melihat pemandangan dimana bulan meringkuk, memeluk kedua lututnya sambil menenggelamkan kepala dan dia MENANGIS gue gak sanggup liat dia nangis. Gue pingin lari ke dia dan membawanya dalam dekapan gue, dan pasti gue akan ngomong "everything will be okay sugar, kumohon tenanglah" gue mohon lo ingat kata-kata gue ya sugar, karena gue gamau ganggu waktu lo dulu.

Saat gue mau jalan pulang, gue sengaja janjian bareng Lyli di Cafe deket sekolah, saat gue masuk ternyata dia udah duduk manis disana, satu deskripsi cantiknya...

"Kamu cinta pertamaku, dan aku percaya yang namanya cinta pertama tak pernah mati... Dan aku cinta mati sama kamu ly... Meskipun sekarang aku pacaran sama Bulan, aku tetep cinta mati sama kamu ly" gue mengucapkan apa yang ada di dalam pikiran gue, tapi entah kenapa hati gue rasanya menolak saat gue ngucapin itu semua

Gue kaget banget saat liat Bulan jalan ke arah meja gue, dan gue tiba-tiba was-was kalau Bulan ngedengerin semua ucapan gue ke Lyli barusan.
Dia datang dengan mata yang sembab sambil berusaha tidak terisak, maaf sugar gue buat elo nangis terus, dia ngomong "thanks buat 1 tahun 1 bulan dan 1 harinya bee, sorry gue udah maksa lo untuk nutup cinta lo ke Lyli dan lo ly gue nggak akan nganggap lo penghianat karena disini guelah yang nggak peka akan situasi yang ada" ucapnya sambil air mata menetes satu persatu, gue pingin hapus air mata itu. Kumohon sugar kau jangan menangis, elo buat gue gila karena air mata lo.

Saat kepergian Bulan, gue juga nggak ngejar dia. Gue pria brengsek, dia nangis karena gue tapi bodohnya gue tetep duduk manis disini.

Lyli tiba-tiba pegang tangan gue "Kamu cinta sama Bulan, kamu sayang sama dia, raut wajah kamu menyiratkan semuanya apalagi mata kamu. Mata kamu terlihat terluka saat air mata Bulan menetes di pipinya, kamu hanya terbawa suasana saat ketemu aku lagi. Pacar pertama bukan berarti cinta pertama Bintang" ego dan harga diri gue terusik, akal gue enggak membenarkan ucapan Lyli tapi hati gue sangat berdegub kencang.

"Enggak ly, gue cinta sama elo" gue menyangkal ucapan Lyli tadi " nggak usah ngeyel, jangan menyesal kalau Bulan udah nggak peracaya sama kamu lagi disaat kamu menyadari perasaanmu sama Bulan. Dan gue nggak akan bantu saat itu, elo tau kan karakter dia? Dia sekali di khianati nggak akan percaya lagi seumur hidupnya" ucapnya sambil menunjukkan raut kesalnya

"Iya ly iyaaa gue cinta sama Bulan, gue bodoh. Gue brengsek ly, gue harus gimana?" Gue akui gue enggak sayang sama Bulan tapi gue cinta sama dia, cewek yang secara nggak sopan membuat gue merasakan jungkir balik karena sikapnya yang kadang bar-bar, moody kadang manis banget. Dan bodohnya, gue dengan pertemuan singkat dengan Lyli mengubur persaan gue dengan Bulan. Bukan kamu sugar yang nutup rasa cintaku pada Lyli tapi aku sendiri, gue minta maaf Sugar. Gue akan berusaha membuat elo kembali ke dekapan gue lagi. Meskipun elo udah ngebuang jauh perasaan lo ke gue. Gua akan tetep berusaha. Gue janji!!

RembulanBaca cerita ini secara GRATIS!