Alt;END+EKSTRA

38.6K 2.1K 171

Theo menarik tanganku kuat dan sekuat tenaga pula aku menghempaskan nya, aku muak , aku benci Theo, tangis cengeng ku masih tidak berhenti beberapa pasang mata memperhatikan kami penuh minat , hingga sampai di area parkiran pun mereka masih memperhatikan kami.

"Lepas"Suaraku tapi tarikan tangan Theo pada pergelangan tanganku sangat kuat, Theo mendorong ku masuk kedalam mobil nya setelah itu dia berjalan kesisi kemudi, aku hendak membuka pintu mobil namun Theo lebih dulu mengunci nya secara otomatis, aku menatap Theo nyalang.

"AKU INGIN PULANG"Bentak ku, dia mengabaikan ku, Theo malah melajukan mobilnya membela jalanan entah kemana, tidak ada percakapan hanya deru nafas yang terdengar, bahkan aku tidak mau sekedar menatap Theo.

"Kita mau kemana?"Suara ku lemah, kami sudah lama berada dalam mobil dan tidak tau mau kemana, kilasan kejadian tadi membuat kepalaku sakit, air mataku sudah kering.

"Ketempat yang menjelaskan semuanya"Suara nya, aku diam tidak berniat mendengar alasan lebih lanjut, sejujurnya aku sudah tidak mau mendengarkan apapun lagi dari nya. Sekitar beberapa jam setelah nya mobil Theo berhenti , Theo keluar terlebih dahulu setelah nya aku, Theo membawa ku kehamparan rerumputan yang luas, hanya berdiri beberapa bangunan seperti tambang pemainan.

"Ini alasan ku bertemu Nash"Suara nya menjelaskan, aku tidak mendengarkan nya yang aku inginkan pergi dari sini dan tidak berdekatan dengan nya.

"Kali ini percaya padaku"Suara nya memohon, dia meraih tanganku namun aku segera menepisnya, namun semakin berusaha aku menepisnya dia semakin gencar meraih tanganku.

"YL"Suara nya sendu, mau tidak mau aku menatapi nya yang menatap ku sedih, entah kenapa melihat wajah Theo seperti ini aku menjadi sedih, sesuatu dalam diriku ingin memeluknya , Apa itu tanda bahwa aku mencintainya? Jika iya berarti aku mencintai nya.

"YutaLand, Project ku selanjutnya"Suara nya lagi, aku masih tidak bersuara mengizinkan nya menjelaskan lebih rinci akhirnya aku memberikan nya kesempatan lagi, apa aku bodoh?

"Tanah yang sekarang kau pijaki kebetulan milik Nash, aku sengaja tidak memberitahumu karena aku ingin memberikan kejutan"Suara nya lagi, apa aku harus percaya?

"Kali ini kau harus percaya, aku tidak bohong"

"Kau bertemu dengan Nash"Suaraku lirih.

"Itu semua karena tanah yang aku inginkan milik nya, tempat ini cocok untuk didirikan wahana permainan"Suara nya menjelaskan .

"Apa kau tidak mempercayaiku? Setelah aku memberikan semua harga diriku dibawah kakimu?"Suara nya lagi, aku melihat pancaran kesedihan dan kejujuran dimata nya , dengan reflek aku melemparkan tubuhku kedalam pelukan nya, menangis sebanyak yang aku inginkan, menumpahkan segala rasa yang terbeban dihati.

"Aku tidak suka kau berdekatan dengan Nash"Suaraku dalam pelukan nya, kurasakan elusan halus dipunggungku.

"Aku bukan keledai yang bodoh, aku tidak mungkin mempermainkan kesempatan yang kau berikan"Suara nya lembut, aku melepaskan pelukan ku dan menatapnya.

"Jadi?"Tanyaku.

"Seharusnya kau tau tentang YL ini ketika genap berusia 20 tahun karena kesalahan jadi kau tau lebih dulu"Suara nya pelan dan lembuat, dia mengelus rambutku perlahan dan tersenyum kecil padaku, membuat nyeri yang sempat kurasakan menjadi terobati seketika.

"Aku fikir kau membohongiku lagi"Suaraku malu malu.

"Aku tidak sebodoh itu membiarkan melakukan kesalahan yang sama, percaya padaku kali ini dan maafkan aku, aku tidak memberitahu mu terlebih dahulu tapi jika aku bilang aku akan bertemu Nash kau akan cemburu seperti sekarang, hanya saja tadi itu membuktikan bahwa kau sangat amat mencintaiku"Jelasnya panjang lebar, entah kenapa aku tersipu malu.

Theo Meet YutaBaca cerita ini secara GRATIS!