"Kau itu bodoh atau apa hah? Belum di coba kau sudah tidak percaya diri begini." Ucap Yeongjae.

"Kau tau aku tidak sama sekali berpengalaman. Kau menyebalkan juga ternyata." Ucap Mark.

"Ya kau sendiri sudah pesimis begitu. Cobalah untuk percaya diri." Ucap Yeongjae lagi.

Mark masih melihat Wendy dari jauh. Entah kenapa melihat Wendy menjadi hobi nya sekarang.

"Dia cantik, baik, polos, dan satu hal lagi, dia itu pandai. Tidak seperti Sohyun mu yang terlampau genit itu." Celoteh Jaebum.

"Sudahlah. Beranikan dirimu sebelum Wendy diambil orang." Lanjut Jaebum.

"Entahlah. Mungkin diwaktu yang tepat, aku akan menjadikannya kekasihku." Ucap Mark sedikit ragu.

***

"Wendy-a. Kau tau, kulihat Mark selalu melihatmu terus. Kalian juga kulihat sangat cocok." Celoteh Joy.

"Kau ini! Dia tidak mungkin melihatku. Ada-ada saja." Ucap Wendy malu.

"Bukannya senang kau malah seperti ini. Dasar aneh." Ucap Joy kesal sendiri.

"Iya, kulihat juga begitu. Dan sekarang pun begitu." Ucap Seulgi sembari menunjuk ke suatu tempat dimana Mark sedang memperhatikan Wendy.

Wendy menoleh untuk melihat apa yang di tunjuk oleh Seulgi. Mark?

Terkejut itu pasti. Tanpa diduga, semua yang diucapkan oleh temannya itu benar. "Sudah kubilang kan? Dia memperhatikan mu." Ucap Joy.

"Tidak, mungkin dia melihat Sohyun atau Suzy sunbae." Ucap Wendy mengelak.

"Haish masih saja kau ini. Sudah terlihat jelas seperti itu. Ya sudahlah." Ucap Joy pasrah.

"Kenapa kau tidak menyatakannya duluan?" Tanya Irene.

"Kau tau, saat kita masih kelas satu, aku pernah memberikannya surat. Aku meletakkannya di lokernya. Tapi saat kulihat, surat yang kuberikan malah dia buang. Aku takut itu terjadi lagi." Ucap Wendy sedih.

"Ah jinjja!" Teriak Wendy frustasi.

"Cobalah lagi, siapa tau kau akan diterima olehnya? Semua kan akan berubah." Ucap Irene.

"Aku tidak berani lagi Eunni. Biar lah, tidak apa jika cintaku tak terbalas." Ucap Wendy sedih.

***

Mark kali ini bersantai di dorm Got7 dengan memainkan handphone nya. Melihat-lihat ada berita apa saja.

Red Velvet? Batin Mark saat melihat sebuah postingan yang memberitakan tentang Girlgroup baru SMent.

Dia membukanya dan melihat siapa saja anggota dari Red Velvet itu. "Son Seung Wan?" Tanya Mark lebih pada dirinya sendiri.

"Dia orang Kanada? Berarti satu wilayah denganku." Ucap Mark sendiri.

"Ya Hyung! Kau sedang apa? Menjadi stalker?" Tanya Jackson saat masuk ke kamar.

"An-ani. Aku hanya melihat saja." Ucap Mark gugup.

"Arraseo. Aku ingin mandi dulu. Mau mandi berdua? Kurasa tidak." Ucap Jackson yang langsung pergi.

Son Seung Wan..

"Tunggu, sepertinya aku ingat sesuatu." Ucap Mark. Dia berdiri dari tidurnya dan menuju rak dimana dia menyimpan bukunya.

Dia mengambil kertas berwarna biru. Surat itu dia temukan di lokernya setahun yang lalu tepatnya saat dia kelas satu.

"Son Seung Wan. Nama yang sama dengan nama Wendy. Apakah dia yang mengirim?" Tanya Mark sendiri.

"Mana mungkin. Ah mungkin saja ini bukan dia." Ucap Mark. Dia kembali meletakkan surat itu pada tempatnya.

"Kuharap itu benar dia."

***

"Oppa! Kau tau, aku sangat menyukaimu. Bahkan sampai sekarang pun begitu. Huft.. Mungkin kau berpikir aku gila. Tapi aku memang menyukaimu. Kuharap kau juga begitu." Ucap Wendy sambil memandangi foto Mark yang dia ambil secara sembunyi-sembunyi.

"Aish, aku seperti orang gila saja yang berbicara pada foto." Lanjutnya lagi sambil memukul kepalanya bodoh.

"Apakah dia menyukaiku? Apakah yang dikatakan Seulgi itu benar? Semoga itu benar."

"Ah aku terlalu banyak berharap. Mana mungkin dia menyukaiku. Wanita yang dekat dengannya saja cantik-cantik. Aku? Seujung rambutnya pun tidak."

"Tapi aku cantik kok. Meski tidak sebanding dengan mereka. Eomma jebal!"

Wendy menjadi gila hanya karena seorang namja. Teman-temannya hanya bisa mendengarkan gerutuannya dari luar kamar.

"Dia benar-benar menjadi yeoja gila karena Mark." Ucap Joy.

"Aku kasihan dengannya. Terlalu sakit jika tidak dianggap." Ucap irene sedih.

"Bagaimana jika kita bekerja sama dengan member Got7 lainnya untuk menjodohkan mereka?" Usul Seulgi.

"Kurasa itu bagus mengingat mereka berdua saling suka." Ucap Joy.

"Aku tidak setuju. Lebih baik mereka menjalaninya sesuai dengan hati mereka. Jangan dipaksakan." Ucap Irene.

"Ya baiklah."

***

"Mark Hyung! Bagaimana bisa kau masih diam saja tak melakukan apapun untuk menyatakan cinta?" Ucap Jackson menggebu-gebu.

"Siapkan lah kata-kata cinta atau surat cinta atau apapun yang berhubungan dengan cinta." Tambah Yugyeom.

"Beranikan dirimu Hyung untuk menyatakan cinta. Ayolah.. Dari semua member, aku harap kau duluan yang menyatakan cinta." Ucap Bambam heboh.

"Berisik!" Ucap Mark datar. Hal yang paling dia tidak suka dari semua hal yang tidak dia sukai, yaitu para member yang heboh.

"Sudah biarkan Mark Hyung yang melakukannya. Jangan buat dia bingung." Ucap Jaebum menengahi.

"Kenapa tidak kita daftarkan mereka di WGM saja?" Ucap Junior tiba-tiba.

"Kau ini malah menambahkan saja. Bodoh sekali sih." Ucap Yeongjae.

"Aku ke kamar. Jackson kau tidurlah dengan Junior." Ucap Mark yang langsung menuju kamarnya.

"Mereka payah. Tidak membantu sama sekali."

***

Kembali lagi..

Semoga kalian suka ya. Ini ceritaku yang baru lho..

Love all..

Tender Love ✔Baca cerita ini secara GRATIS!