London - 4

282 19 1

Multimedia : One Direction - One Thing

[Vinka POV]

Semenjak aku... dicium Reuben. Entah kenapa aku merasa agak canggung namun Reuben terlihat lebih manis. Astaga! Inikan yang dari dulu lo mau, Vin? Sekarang udah dapet kesempatan itu didepan mata.

"Ma. Aku sama Vinka pergi dulu ya" Pamit Reuben saat kami sudah berada didepan pintu dengan Tante Vo yang mengekor dibelakang kami.

"Pamit ya Tante" Kataku juga.

"Jangan kemaleman ya. Okay" Balas Tante Vo sambil mengedipkan mata. Astaga!

Lalu Reuben menggiringku ke mobilnya yang... Astaga! Ini W Motors Lykan Hypersport! Astaga! Bahkan ini masuk dalam jajaran mobil termahal didunia. Berapa kekayaan Reuben yang sebenarnya sebelum maupun sesudah dia berkarir dibidang musik?

Reuben membukakan pintu mobil yang berwarna putih gigi itu dan aku dengan canggung masuk ke dalamnya lalu beberapa saat kemudian Reuben masuk dan tersenyum kepadaku, lalu ia mengendarai mobilnya.

Disepanjang perjalanan tidak ada yang memulai percakapan. Bahkan aku tak tau akan dibawanya kemana.

Aku melihat orang sibuk yang berlalu-lalang di kota ini. Bahkan jalan disini sangat lancar. Ah! Dan aku melihat bis merah yang bertingkat dua, dan aku langsung teringat MV One Direction saat memperkenalkan asal kelahiran mereka! Uh! Aku sangat ingin menaiki bis itu, tapi kalau lihat sikon aku hanya bisa menghela nafas yang meredam semua mimpiku.

Aku melihat mobil ini melaju ke arah Regent's Park dan kami mulai memasuki kawasan... KEBUN BINATANG! Astaga astaga! Apa yang lebih luar biasa dari hari ini? Dan kebun binatang yang kami tuju adalah Kebun Binatang ZSL (Zoological Society of London) alias Kebun Binatang tertua di Dunia! Ini luar biasa.

Ketika aku sudah mendapatkan tempat parkir, kami langsung ke arah tiket dengan tangan Reuben yang ditautkan ke tanganku. Aku sudah mulai terbiasa dengan hal ini, aku juga merasa tangan Reuben sangat pas untuk menggengam tanganku. Haha!

Kami mulai memasuki kebun binatang tersebut dan melihat berbagai jenis spesies fauna disini. Sangat banyak! Dan aku mengambil foto sendiri dan terkadang bersama Reuben. Tidak lupa aku juga pergi ke Butterfly Paradise. Kami melihat banyak kupu-kupu yang berterbangan disekitar kami dan terkadang aku mengambil foto Reuben secara diam-diam dengan kamera SLR yang ku kalungkan.

"Apakah kau puas? Masih ada satu tempat yang ini ku tunjukkan?" Katanya saat kami sudah keluar dari Butterfly Paradise. Aku bingung sebentar, lalu mengganguk.

Dia akan membawaku kemana?

∞∞∞

Kami sudah sampai di Tower Bridge sekitar setengah jam yang lalu dan hari semakin gelap yang memancarkan cahaya dari jembatan tersebut. Walaupun aku menatap dari jauh, tapi aku sangat-amat bahagia. Ini sungguh luar biasa!

Aku merasakan tangan yang memeluk pinggangku dan kepala yang ditaruh dipundakku. Aku sedikit menegang.

"Apakah kau senang hari ini?" Tanyanya yang ku rasa menatap ke jembatan itu juga. Aku hanya membalasnya dengan anggukan. Dan tubuhku diputar olehnya sehingga kami berpapasan.

Dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Astaga! Aku hanya menutup mataku erat, namun yang ku rasakan hanya hidung kami yang bersentuhan. Aku mulai membuka mata bersentuhan, dan langsung menatap mata hitam pekatnya yang bisa membuatku terhipnotis.

"Aku akan membuatmu lebih bahagia esok hari. Percayalah" Katanya yang membuat wajahku memerah dan melemparkan muka. Dia mantan idolku! Dia menarikku kedalam pelukkannya. "Kau sangat lucu" Katanya sambil terkekeh lalu mencium pucuk kepalaku, sedangkan aku hanya bisa menenggelamkan wajah merahku di dadanya. Apa ini nyata?

∞∞∞

[Reuben POV]

Hari ini aku sudah bersiap dengan yang akan ku berikan kepada. Ekhem. Calon istriku mungkin?

"Apa ini gak terlalu pagi?" Katanya sambil menguap didalam mobil. Memang waktu masih menujukkan pukul 7 pagi.

"Tidurlah" Kataku sambil mencium keningnya. Dia sedikit menegang, tak lama setelah itu dia benar-benar tidur.

∞∞∞

"Hey" Kataku menggoyangkan tubuhnya. Bahkan kami sudah sampai disini sekitar 15 menit yang lalu, namun dia tidur seperti orang mati saja. Menyebalkan!

Dan sekarang aku merasakan getaran didalam tasnya yang dia pangku. Aku langsung mengambil tasnya dan mengambil sumber getaran itu, handphone-nya.

Disana tertera kontak, "Reno ❤". WHO IS HE?. Aku berusaha mengatur nafas dan menggangkat benda kecil itu yang masih bergetar.

"Halo sayang?" Kata seseorang disebelah sana. Ini sangat amat menyebalkan!

"Maaf anda siapa ya?" Kataku berusaha tenang.

"Oh maaf. Saya calon pacarnya Vinka". JEDAR! "Ada Vinka-nya?" Tanyanya lagi. Cukup!

"Maaf saya calon suami dari calon pacar Anda. Tolong setelah ini jangan pernah menghubungi Vinka lagi. Terimakasih" Kataku langsung menutup percakapan ini. Tarik nafas. Tahan dirimu.

Eh. Wallpaper HP Vinka adalah diriku? Haha! HP ini langsung menunjukkan wallpaper saat telfon itu berhenti. Ini adalah fotoku saat kemarin berada di kebun binatang. Ternyata dia mengambil fotoku diam-diam. Aku mulai melihat-lihat gallery-nya yang tidak di lock. Dan aku menemukan banyak foto diriku dan walaupun ada foto dirinya bersama cowok lain yang menampilkan mereka seperti pasangan kekasih. Aku langsung menghapus foto dirinya dengan lelaki itu dengan senyumku yang ku rasa, aku adalah iblis sekarang. Aku langsung memasukkan benda pipih itu ke dalam tas Vinka dan berusaha membangunkannya dan CRAP! Akhirnya dia terbangun.

∞∞∞

[Vinka POV]

"Jangan buka mata!" Perintahnya dan aku hanya mengganguk lalu mencibirnya. Astaga kalimat itu sudah dikatakan Reuben sejak aku turun dari mobil. Mau kemana sih?

"Awas buka mata!"

"Iya bawel!" Okay. Reuben yang dulu sudah kembali, Mr. Talk-active.

Aku hanya mengikuti langkahnya yang menggiringku entah kemana. Dan kami berhenti, Reuben mulai membuka tutup mataku. Aku berusaha menyesuaikan mataku dengan cahaya dan..... Astaga!

Ini adalah sebuah katedral, karena sosok yang pertama ku temukan adalah gambar Bunda Maria sedang menggendong bayi kecil. Aku sangat yakin itu Bunda Maria. Dan aku mengedarkan pandanganku. Banyaknya patung malaikat yang sangat lucu dan sekarang Reuben sudah berada didepanku.

"Kenapa kita di Katedral?" Kataku kepada cowok yang sudah ada didepanku.

"Kau mau hidup bersamaku?"

"Eh?"

"Aku serius" Seketika aku menundukkan kepala. Apa-apaan lelaki ini. Dia mengangkat daguku hingga mata kami bertemu. Ah. Mata itu sekarang menjadi mata favoritku.

"Aku ingin kau berjanji didepan Bunda Maria, Tuhan Yesus, Allah Bapa, dan Roh Kudus" Katanya yang membuatku menganga. Astaga.

"Apakah kau bersedia?" Tanyanya lagi dan aku menatap matanya, disana hanya memancarkan pengharapan dan keseriusan. Entah malaikat dari mana, aku mengganguk. Dan saat itu juga aku merasa bibir Reuben menempel dengan bibirku. Didepan Katredal. Reuben? Idolaku. Bahkan aku belum bisa mencerna apa yang dia lakukan tadi. Aku sangat amat berharap ini bukan mimpi.

Karena aku sudah jatuh lagi dalamnya. Aku harap jangan kau permainkanku untuk sekarang. Karena kau melihatku sekarang, dibandingkan dahulu.

.
.
.
.

A/N: Holla! Selamat tahun baru Islam untuk teman-teman yang merayakannya. Jangan lupa vote dan commentnya! Gbu!

A New Life With You!Baca cerita ini secara GRATIS!